Minggu, 17 Agustus 2014

10 Negara Dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia

Logam mulia emas (Au) terkenal sebagai salah satu alat ukur kekayaan. Dari jaman dahulu sampai sekarang emas (Au) menjadi salah satu alat tukar, penyimpan , dan ukur kekayaan suatu negara.

Logam Mulia Emas (ilustrasi) 


Selain anggaran belanja suatu negara dapat dilihat dari cadangan emasnya. Karena cadangan emas merupakan salah satu penjamin adanya penerbitan mata uang suatu negara. Selain itu , kondisi ekonomi suatu negara dapat dipengaruhi oleh seberapa besar cadangan emas suatu negara. Berikut ini 10 negara di dunia dengan cadangan emas terbesar ;

Peringkat 10


Negara India (sumber)

India menjadi negara dengan cadangan emas terbesar ke 10. Cadangan emas negara India sebesar 557 ton emas. Cadangan ini merupakan salah satu kekayaan negara india dengan persentase 7.6% dibandingkan dengan total kekayaan negara India.

Peringkat 9


Bendera Negara Belanda (sumber)

Berada di peringkat 9 ditempati dengan negara Belanda. Cadangan emas negara ini sebesar 612.5 ton emas. Sebagian besar cadangan emas negara ini berada di luar negeri.


Peringkat 8

Negara Jepang (sumber)
Negara dengan cadangan ke 8 ditempati oleh Negara Jepang. Cadangan negara ini sebesar 765.2 ton emas.


Peringkat 7
Negara Rusia (Sumber)

Negara Rusia menempati peringkat ke - 7 dengan cadangan emas sebesar 1034 ton emas. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peringkat 6


Swiss menjadi negara ke - 6 dengan cadangan emas terbesar . Cadangan emas negara swiss sebesar 1041 ton emas. Cadangan emas ini merupakan 20 % dari aset negara Swiss.

Peringkat 5

Peringkat ke lima ditempati oleh negara Cina. Cina merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke dua di dunia. Cadangan emas negara ini sebesar 1054 ton emas.

Peringkat 4

Negara ke empat dengan cadangan emas terbesar ditempati Negara Perancis. Cadangan emas Negara Perancis ini sebesar 2435 ton emas yang merupakan 64.3% cadangan negara tersebut.

Peringkat 3

Itali menjadi negara terbesar ke tiga cadangan emas. Cadangan emas negara ini sebesar 2451 ton emas yang merupakan 65.9 % cadangan Negara Itali.

Peringkat 2


Jerman menjadi negara terbesar ke dua dengan cadangan emas sebesar 3387 ton emas. Cadangan emasa negara jerman merupakan 67.1% dari total cadangan negara tersebut.

Peringkat 1




Siapa lagi kalau bukan negara adi kuasa Amerika Serikat. Cadangan emas Negara Amerika ini sebesar 8133.5 ton emas. Cadangan ini merupakan 71% dari total cadangan Negara Amerika.

Logam emas bukan hanya merupakan salah satu logam untuk perhiasan. Tetapi seberapa besar cadangan emas sutau negara merupakan salah satu indikasi seberapa kuat ekonomi suatu negara dari goncangan ekonomi yang terjadi.
.




Read More

Kamis, 07 Agustus 2014

10 Perusahaan Energi dan Tambang Terbaik Indonesia Tahun 2013 Versi Majalah Fortune

Perusahaan energi dan mineral merupakan salah satu penyumbang dalam neraca devisa negara. Terutama ekspor batubara dan mineral. Beberapa perusahaan masuk dalam 100 besar perusahaan terbaik indonesia versi Majalah Fortune. Berikut ini 10 besar perusahaan tersebut :

1. PT. Pertamina


Perusahan BUMN yang mengurusi masalah minyak dan gas ini berada di peringkat pertama 100 besar perusahaan Indonesia. Dengan pendapatan sebesar 740 T naik sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba BUMN ini mencapai 31 T. Pertamina saat ini gencar dengan akuisisi blok migas. Seperti saat akuisisi blok migas North West Java Basin dan blok migas di negara Aljazair.

Selain minyak dan gas pertamina juga mengincar pengembangan pembangkit panas bumi melalui anak perusahaanya Pertamina Geotermal.




2. PT. Adaro Energy Tbk.


Perusahaan tambang penghasil batubara ini menempati peringkat 14 dari 100 perusahaan terbaik indonesia. Sebagaian besar pendapatan PT. Adaro Energy Tbk. disumbang melalui anak perusahaanya PT. Adaro Indonesia dan Kontraktor pertambangan Sapta Indra Sejati (SIS) . Perusahaan yang didirikan Garibaldi Thohir, Teddy Rachmat ,Edwin Soeryadjaya,Sandiaga Uno,dan Benny Soebianto ini menghasilkan pendapatan sebesar 34 T turun sebesar 2%. Hal ini dikarenakan harga komoditas batubara setahun belakangan turun. Laba bersih PT. Adaro diperkirakan sebesar 2,4 T.


3. PT. Indo Tambangraya Megah



Perusahaan tambang batubara ini menempati peringkat 24 dari 100 perusahaan terbaik indonesia. Dengan pendapatan sebesar 1 % bila dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih PT. Indo Tambangraya Megah sebesar 2,3 T.


4. PT. Aneka Tambang (Antam) (Persero) Tbk


Perusahaan BUMN ini memenempati peringkat 52 dari 100 perusahaan terbaik indonesia.

Dengan pendapatan sebesar 11,2 t naik 8 % dibandingkan tahun sebelumnya. Besaran pendapatan ini didukung oleh hasil tambang berupa emas, nikel, dan bauksit. Untuk mineral emas sumbangan terbesar berasal dari Tambang Emas Pongkor dan Cibaliung. Antam juga memiliki 25% PT Nusa Halmahera Minerals yang mengoperasikan tambang emas Gosowong di Maluku Utara. 

Sedangkan Tambang Nikel antara lain berada di Pomala , 
Tapunopaka di Sulawesi Tenggara dan Buli di Maluku Utara.

Sedangkan tambang bauksit antara lain berada di : Tayan, Munggu Pasir, dan Mempawah (Kalimantan Barat). Untuk Laba bersih Antam hanya mendapatkan sebesar 409 Milyar. hal ini dikarenakan Antam fokus dalam pengembangan pabrik smelter, sehingga mengurangi laba bersih Antam.

Beberapa pembangunan pabrik smelter ini antara lain berada di : 

Proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan

Proyek FeNi Buli Halmahera Timur

Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP)

Proyek Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah.


5. PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk.



Perusahaan BUMN ini bergerak di penambangan dan pemanfaattan Batubara. Lokasi kerja Bukit Asam ini berada di Pulau Sumatra. Perusahaan ini pada tahun 2013 berada di posisi ke 53 dengan pendapatan sebesar 11,2 T turun sebesar 3 % bila dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir semua perusahaan batubara mengalami penurunan pendapatan. Hal ini dikarenakan lesunya dan turunnya harga komoditas 

batubara. 

Laba bersih Bukit Asam diperkirakan sebesar 1,8 T.



6. PT. Vale Indonesia Tbk.

Perusahaan asal brasil ini sebelumnya bernama Inco Indonesia yang menguasai pertambangan Nikel di Sorowako , Sulawesi Selatan. Perusahaan ini berada di posisi 64 dengan pendapatan sebesar 9,5 T naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan diperkirakan sebesar 402 M.


7. PT. Medco energy International Tbk.


Perusahaan milik Arifin Panigoro ini berada di posisi ke 65 dengan pendapatan sebesar 9,2 T naik 9 % bila dibandingkan tahun sebelumnya. Laba Bersih perusahaan ini sebesar 131 M.







8. PT. Harum Energy Tbk.

Perusahaan batubara ini berada di peringkat 66 dengan pendapatan sebesar 8,7 T turun 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan ini sebesar 435 M



9. PT. Energy Mega Persada Tbk.


Perusahaan Minyak dan Gas ini berhasil berada di peringkat 68 dengan pendapatan sebesar 8,4 T, naik 37% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih sebesar 1,7 T. Energi mega persada sangat aktif dalam akuisisi blok migas terutama di luar negeri .




10. PT. Timah (Persero) Tbk.

Di peringkat 10 satu - satunya perusahaan mineral timah yang masuk 10 besar perusahaan tambang dan energi terbaik. PT. Timah berada di posisi 84 dengan pendapatan sebesar 5,8 T turun 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih Bumn ini sebesar 515 M. Penurunan pendapatan ini dikarenakan cadangan timah di daratan mulai menipis. diharapkan ke depanya produksi timah akan beralih dari darat ke laut. 




Selamat untuk 10 perusahaan tamabng terbaik versi Majalah Fortune. Semoga kinerjanya semakin meningkat.
Read More

Sabtu, 02 Agustus 2014

Semen Indonesia Investasikan 3,7 T di Pabrik Semen Rembang



PT Semen Indonesia hingga Juli 2014 mengalami kenaikan penjualan di pasar dalam negeri sebesar 0,3 % menjadi 14,42 juta ton dari periode tahun 2013 sebesar 14,37. Penjualan ini ditopang olaeh pabrik semen gresik sebesar 7,8 juta ton naik 4,2 % dibandingkan tahun lalu sebesar 7,49 juta ton. Penjualan tertinggi kedua ditopang oleh semen tonasa sebesar 2,92 juta ton, naik 0,6 % dibandingkan tahun lalu sebesar 2,9 juta ton. Sementara penjualan semen padang sebesar 3,69 juta ton mengalami penurunan sebesar 7,1% dari sebelumnya 3,99 juta ton.

Ditengah gencarnya isu masyarakat ekonomi asia (MEA), Semen Indonesia terus meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini perseroan fokus dalam pembangunan 2 pabrik semen di padang dan rembang  yang masing - masing berkapasitas 3 juta ton / tahun. Investasi perseroan dalam pembangunan pabrik rembang mencapai 3,717 Trilliun. sedangkan untuk pabrik Indarung VI Padang mencapai 3,25 Trilliun. Hal ini menunjukan bahwa pembangunan pabrik cukup efisien dan memiliki prospek yang sangat baik.

Aktivitas produksi di Pabrik Semen Indonesia
 Saat ini , desain kapasitas produksi semen indonesia mencapai 31,8 juta ton. dengan ekspansi pabrik di sejumlah wilayah , desain kapasitas produksi diharapkan mencapai 39,3 juta ton pada tahun 2016 dan menjadi 40,8 juta ton pada tahun 2017.
Read More

Jumat, 18 Juli 2014

Tersesat ke Jalan yang Benar, Geologi

Tersesat ke Jalan yang Benar, Geologi

Tulisan Heru Hendarto , Alumni Teknik Geologi UGM
Geolog mendeskripsi batuan (sumber : freeimages.com)

Geologi? Binatang apa sih itu? Itulah pertanyaan yang banyak ditujukan ke saya dahulu saat nekat mengarsir kolom pilihan jurusan ini saat mengikuti UMPTN. Tak tanggung-tanggung bahkan ibu saya pun meragukan ‘keberadaan’ jurusan ini. “Lha, jurusan apa itu? Nanti kerjanya kayak apa?”, tanya beliau sambil mendelik. Namun maaf saja, tidak seperti sebagian mahasiswa lain yang terdampar di geologi karena blind date, saya sendiri merasa sudah cukup paham binatang apa itu geologi.  Jadi, tidak hanya ekstra telaten mempelajari susunan mata kuliah bermodalkan buku kurikulum kampus yang saya pinjam, saya pun sudah melakukan wawancara dengan beberapa senior yang kebetulan kuliah di geologi. Dengan modal reconnasissance awal itu, mata saya pun lebih terbuka tentang apa-apa yang dipelajari nantinya selama kuliah jika saya masuk ke jurusan itu. Tentu saja, saya juga sudah tahu bahwa hampir semua hitungan yang berat-berat dalam geologi di-convertdan disajikan dalam bentuk tabel dan chart. Jadi, kita tinggal mem-plot-kan saja titik perpotongan dari sumbu-sumbunya dan nilai itulah yang kita ambil. Seberapa akurat kah hasilnya itu? Yah, beda sepuluh-dua puluh persen dalam geologi adalah sah-sah saja, apalagi jika chartyang kita gunakan adalah hasil fotokopian textbookyang kesekian kali turunan sehingga skalanya pun sudah mulur-mulur tidak karuan. Idealnya sih, menurut textbook yang saya baca, seorang geologist adalah seorang yang awalnya juga ahli di bidang biologi, fisika, kimia dan matematika. Dan well, saya tidak ahli di bidang itu satupun kecuali agak sedikit nyangkut di biologi (itu pun banyakan hapalnya di pelajaran reproduksi he). Jadi sebenarnya motivasi saya masuk geologi cukup jelas : “Saya senang naik gunung dan saya tidak jago sama sekali dalam ilmu pasti namun sangat ingin sekali menyandang gelar Sarjana Teknik biar keren”.
Dapat ditebak dengan mudahnya tentu saja, dua semester pertama saya nilainya hancur berantakan. Penyebabnya adalah bertaburannya Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang wajib diambil seperti Fisika, Kalkulus dan Kimia. Belum puas menyiksa mahasiswa dengan mata kuliah kelas berat itu, muncul lagi mata kuliah hasil turunannya seperti Kimia Analis dan Kimia Fisika. Walhasil, para dosen mata kuliah itu pun menjadi musuh bebuyutan kami. Dan stereotypedosen-dosen dari MIPA pun tetap melekat erat di mereka, old-fashioned, kaku, dan tidak komunikatif. Bagaimana tidak namanya old-fashioned, dandanan mereka rata-rata adalah gaya pemuda tahun 70-an; celana cutbrai, kemeja ketat kancing atas dibuka dan tentu saja dengan kacamata setebal pantat botol bertengger di atas hidung. Rina, seorang teman SMA saya yang telah menamatkan kuliah D3-nya di jurusan Kimia Terapan salah satu PTN di Jakarta dan meneruskan ekstensi S1-nya di MIPA sini, nyeletuk : “Busyet dah mahasiswa-mahasiswi di sini, masak pergi kuliah pakai kemeja merah bawahannya celana coklat!”. Saya pun mencoba berkelit, menerangkan bahwa dari segi berpakaian memang kami masih jauh dari namanya modis, maklum ndeso, tapi inilah kampus yang terkenal dengan kesederhanaannya dan lebih mengutamakan otak daripada penampilan. Masih merasa dendam dengan statement teman saya itu, ‘tema perang’ yang sering kami angkat pun berselubung arogansi jurusan (walaupun intinya adalah dasar kaminya saja yang tidak sanggup menghadapi siksaan ganas dosen-dosen mata kuliah dasar itu). Arogansi jurusan ini kadang-kadang juga bisa membuat kami berubah jadi mahasiswa yang menyebalkan. “Mbak-mbak, ngapain sih kuliah 5 tahun cuma untuk belajar gigi saja, gak kelamaan tu Mbak? Kami saja 5 tahun kuliah sudah khatam belajar bumi dan alam semesta, sama isi-isinya lagi!”, demikian goda kami ke seorang mahasiswi Kedokteran Gigi yang kebetulan cukup manis parasnya.
Geologis di lapangan saat mengumpulkan data

Indeks Prestasi saya di semester I hanya mencapai 2,6 lebih sedikit, hanya masuk ke golongan PMDK (Perhimpunan Mahasiswa IP Dua Koma). Selain saya, ada juga beberapa teman bernasib malang yang dikutuk terjerumus masuk ke golongan Nasakom (nasib satu koma). Karena itu pulalah saya menargetkan bahwa paling tidak saya harus lulus nanti minimal mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif 2,75. Membayangkan untuk dapat lulus dan termasuk dalam klan Primagama (Perhimpunan Mahasiswa IP Tiga Koma) bagi saya yang otak pas-pasan ini, rasanya hampir tidak mungkin. Dipastikan penyumbang terbesar jebloknya IP saya di tahun pertama itu adalah nilai-nilai MKDU yang bertaburan dengan nilai sadis C, D dan E. Bahkan pada mata kuliah Kimia Dasar I, yang wajib diambil pada semester pertama, saya sukses untuk tidak lulus dengan dianugerahi nilai E. Penasaran, kesempatan semester pendek tahun berikutnya saya mencoba mengambil ulang mata kuliah itu dan mendapat nilai yang lebih lumayan, D. Masih penasaran lagi (campur emosi), pada semester ganjil tahun ketiga saya kejar lagi Kimia Dasar I itu dan sukseslah dianugerahkan kembali dengan nilai E sebagai penilaian final. Akhirnya, pasrah dengan ketidakadilan yang saya rasakan, nilai D keparat itulah yang digunakan dan termaktub dalam Kartu Hasil Studi saya untuk selamanya.

Teman saya Yadi lebih parah lagi nasibnya, selama menjalani kuliah 5 tahun selama itu pula setiap tahunnya dia mengambil mata kuliah Kimia Fisika. Jadi, MKDU Kimia Fisika sudah berubah statusnya jadi mata kuliah wajib baginya. Sebenarnya, dosen mata kuliah susah ini cukup aneh juga orangnya. Jadi jika beliau memakai ikat pinggang, saking panjangnya ikat pinggang itu seolah-olah membelit tubuhnya sebanyak dua putaran. Ujung ikat pinggangnya berakhir di belakang kanan badan, bukan di samping kiri depan seperti kebanyakan orang-orang. “Mbok yo dipotong ikat pinggangnya, atau beli baru yang pas di badan gitu lho..”, begitu gumun salah seorang teman. Cerita ‘cinta segitiga’ antara Yadi, Kimia Fisika dan dosennya ini langsung merekah berbunga-bunga tepat pada semester pertama. Awalnya Yadi merasa tidak puas dengan nilai C yang diperoleh karena dia merasa bisa mengerjakan dengan baik soal ujiannya. Apalagi si Mulyono yang notabene nyontek plek kerjaannya Yadi, malahan dapat nilai B (saya sendiri untuk mata kuliah ini memperoleh nilai A-thanks god, satu-satunya nilai A dalam MKDU yang saya peroleh tapi saya sendiri tidak dong blas sama sekali akan materi kuliahnya). Penasaran, tiap tahun dia pun mengulang, dan tahun kedua malahan dia mendapat nilai lebih buruk, D. Tambah emosi, dia mengulang lagi di tahun ketiga dan memperoleh nilai yang tetap sama, D. Dia sudah merasa demikian kalapnya ketika mengulang lagi di tahun keempat dan tetap saja mendapat nilai D, hingga dia datangi dosen itu yang ternyata mengaku stress dengan anak geologi karena selalu minta nilai bagus tapi tidak pernah memperhatikan beliau saat kuliah. Sampai-sampai dengan penuh arogan beliau memberikan soal ujian yang dia bilang tidak akan bisa dijawab satu pun oleh anak geologi. Akhirnya dengan penuh dendam membara menyala-nyala di dada, Yadi pun mengulang untuk kali terakhir dan dengan suksesnya ditasbihkan untuk tidak lulus dengan nilai E..! Satu-satunya nilai E yang pernah dia dapat seumur-umur selama kuliah.
Berapa orang kah yang bernasib parah seperti kami itu? Banyak juga sih, namun tetap saja di antara kami muncul beberapa ‘pengkhianat’ yang melejit cemerlang dan lulus dengan nilai A. Ehm, sebenarnya bukan pengkhianat sih, memang mereka dasarnya pintar-pintar kok. Ada seorang teman saya dari Sumatera, sebut saja Satriyo, yang otaknya saking encernya suka menetes kemana-mana kalau dia berjalan. Segala jenis cacing integral yang membingungkan dan menjijikkan bisa dia uraikan dengan cepat dengan hasil yang mengagumkan.  Namun sayangnya, giliran dia menghadapi materi kuliah transportasi butir sedimen, membayangkan perubahan ukuran dan bentuk butir yang terjadi seiring jauhnya jarak transportasi saja sudah kebingungan. Satu logika yang bagi saya begitu gampangnya, berubah menjadi sesuatu yang kompleks bagi dia. Begitu pula sebaliknya yang berlaku, benar-benar dunia geologi yang membingungkan!

Kristal quartz salah satu pelajaran di geologi (sumber : freeimages.com)
Hiburan kami saat kuliah di semester awal adalah tentu saja mata kuliah-mata kuliah yang berhubungan dengan geologi itu sendiri, seperti Geologi Fisik dan Dinamik, Kristalografi dan Mineralogi serta Petrologi. Saya sendiri hampir selalu mendapat nilai baik untuk mata kuliah kegeologian, minimal B pasti sudah didapat di tangan. Walaupun sebenarnya saya merasa sama bodohnya saat menghadapi MKDU, namun tidak tahu kenapa nilainya selalu muncul lebih baik. Mungkin karena merasa lebih enjoy mengikuti perkuliahan, ah tapi entahlah. Bagaimana mungkin, kami yang bau kencur tidak tahu apa-apa ini sudah disodori oleh berbagai nama dan bentuk mineral serta puluhan jenis batuan yang harus dihapalkan. Mulai dari granit, granodiorit, riolit dari magma asam, hingga magma-magma lain serta berbagai batuan sedimen dan juga batuan metamorf yang merupakan turunan dari semua batuan sebelumnya. Targetnya sih, ini kata dosen mata kuliah Geodinamik, kami harus sudah fasih dengan tipe-tipe dan segala macam rupa batuan umum pada tahun pertama. Jadi misalnya kami sedang berjalan dan kaki tersandung batu, seorang mahasiswa geologi tahun pertama yang baik dan terlatih akan sudah sanggup untuk mengeluarkan makian : “Sompreet…!! Dasar ‘andesit’ sialan…!!”.

Kuliah Lapangan Mahasiswa Geologi (ilustrasi sumber : http://www.fitb.itb.ac.id/)
Bentuk dan warna bebatuan yang kami pelajari tersebut banyak yang serupa sehingga sangat-sangat membingungkan. Kejadian kocak yang saya ingat betul adalah saat dilakukannya tes praktikum Kristalografi dan Mineralogi, dimana kami harus mendeskripsi dan menentukan nama berbagai batuan dalam waktu kurang dari 2 menit. Bebatuan yang demikian banyak dan bermacam-macam jenis itu dijalankan dengan metode rolling ke teman di belakang. Jadi dalam waktu sekitar 1 jam, kami diserbu oleh berbagai bebatuan bermacam ukuran berwarna-warni dari berbagai jenis setiap 2 menitnya. Bunyi ‘tok!’, rasanya terdengar seperti gong kematian bagi kami karena bunyi mistar besi yang dihantamkan ke meja itu adalah penanda kami harus sudah selesai mendeskripsi batuan di tangan dan menyerahkannya ke meja belakang. Nah sialnya, seorang asisten dengan isengnya menyelipkan sepotong beton semen dan pecahan pantat botol di antara tumpukan bebatuan tersebut. Masih ingat persis dengan kejadian saat itu, “Hmm, batuan beku, abu-abu cerah, porfiroafanitik dengan fenokris kuarsa 2%, putih mengkilap, 1-2 mm, euhedral dengan masa dasar 98%, abu-abu cerah, skoriaan?”. “Kok cuma kuarsa ya yang kelihatan? Sedikit banget lagi!”, gumam saya agak kebingungan. “Ah sudahlah, pasti andesit ini!”, dan saya pun pede menuliskannya di lembar deskripsi. Dan tentu saja pecahan pantat botol tadi sukses saya deskripsikan sebagai batuan gelas vulkanik, coklat muda, glassy 100%, translucent. Seingat saya, tidak ada satupun teman yang berhasil mengenali itu sebagai beton dan beling! Sukseslah kami semua se-angkatan tertipu mentah-mentah dalam tes tersebut. Di akhir sesi sang ketua asisten berkata, “Tujuan saya menyelipkan beton dan belingitu bukan hendak menipu adik-adik lho ya. Kami hanya hendak menekankan bahwa deskripsi makroskopis tidak akan akurat tanpa memperhatikan singkapan batuan asalnya di lapangan”. Yeah, whatever the reason lah, yang jelas nilai kami juga tetap dikurangi gara-gara kehadiran dua barang terkutuk itu. Sejujurnya, saya sendiri pernah tertipu mentah-mentah saat mendeskripsi batuan, dan untungnya (sampai tulisan ini dibuat) tidak ada teman satu pun yang mengetahuinya. Saat sesi kuliah dan praktikum ruangan, kami diberi tahu bahwa materi erupsi gunung api yang terlempar ke udara dengan ukuran lanau dan lempung akan mengendap menjadi batuan tuff. Berwarna putih, ringan, mengandung banyak silika dan melampar mengisi cekungan. Salah satu cara empiris identifikasi paling cepat untuk tipe tuff adalah dengan menjilat bebatuan itu. Bila lidah terasa lengket tersedot menempel, berarti itu adalah positif tuff. Di sebuah kesempatan field trip, saya yang merasa menemukan batuan dengan lensa tuff di dalamnya mencoba menjilat kenampakan fragmen putih halus itu. Satu menit lamanya saya menjilat ‘tuff’ jejadian tersebut tanpa merasa lengket apa-apa, hanya untuk menyadari bahwa yang saya jilat itu adalah bercak besar dari kotoran burung yang sudah mengering !

Profil teman seangkatan saya sebenarnya cukup beragam, yang jelas saya ingat betul saat masuk ada sekitar 82 teman seangkatan dan 11 di antaranya berjenis kelamin cewek (satu orang cewek masih diragukan keaslian jenis kelaminnya karena sangat maskulin dan terbukti dalam beberapa kali tripke lapangan selalu ditegur dengan sapaan ‘mas’ oleh para penduduk). Dahulu memang geologi adalah jurusan yang paling minim cewek, sehingga muncul julukan ‘jurusan 1 banding 3’. Bukan berarti satu cewek berbanding tiga cowok ya, tapi satu cewek dibagi untuk tiga angkatan! Belakangan, tidak tahu kenapa, geologi menjadi jurusan yang mulai banyak digemari cewek sehingga rasio 1 cewek vs 3 cowok bukanlah hal yang aneh lagi. Saat ini, kutukan 1 banding 3 itu saya rasa hanya masih berlaku di jurusan Teknik Mesin yang dalam satu angkatannya bisa memperoleh 2 mahasiswi saja sudah sangat-sangat beruntung. Latar belakang jalur masuk mahasiswa geologi pun bermacam-macam. Jaman saya saat itu cuma ada tiga, jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), Pemilihan Bibit Unggul Daerah (PBUD) dan Pemilihan Bibit Atlet Daerah (PBAD). Nah, teman-teman non-UMPTN ini lah yang paling kasihan. Bukan apa-apa, seringkali mereka terdampar ke geologi tapi tidak tahu seperti apa nanti kuliahnya. Maklumlah, saat kelas dua SMA, mereka hanya mendaftar memilih jurusan tertentu tanpa merasa mendapat informasi yang cukup seperti apa profil jurusan tersebut sesungguhnya. Contohnya ya teman saya si jago kalkulus Satriyo tadi, yang merasa kesulitan mengadaptasikan diri dengan fenomena geologi yang lebih condong ke sifat abstrak daripada eksak. Yang lebih parah lagi, teman-teman non-UMPTN ini juga sering diejek-ejek kapasitasnya sebagai mahasiswa. Mengapa? Yah, karena mereka dianggap tidak ikut merasakan beratnya siksaan UMPTN. Tidak ikut merasakan susahnya dan pusingnya persiapan bimbel, desak-desakan mengantri formulir, hingga bersaing ketat se-antero nusantara memperebutkan kursi yang cuma ‘se-iprit’ jumlahnya itu. Tekanan mental itu, walaupun hanya tersirat, ternyata cukup dahsyat juga efeknya bagi sebagian orang. Saat akhir tahun pertama, beberapa rekan ketahuan mencoba mengambil tes UMPTN. Beberapa yang lulus, dan yang memang dari awal berniat pindah ke jurusan yang lebih bergengsi seperti Teknik Kimia, Teknik Elektro dan Kedokteran Umum pun segera hijrah. Ada juga yang cukup sableng, tampak beberapa rekan hanya mondar-mandir di tangga kampus menenteng-nenteng selembar koran lokal yang memuat nama-nama peserta kelulusan UMPTN. Dengan bangganya mereka men-stabilonamanya di situ dan memamerkan kelulusannya ke teman-teman yang lain. Apakah mereka juga akan pindah jurusan? Oh tidak, mereka ikut tes UMPTN lagi tanpa ada niat sama sekali untuk pindah jurusan. Mereka hanya hanya mau show off ke rekan-rekan lain bahwa sebenarnya mereka yang dulu masuk dari jalur non-UMPTN, sanggup untuk lulus UMPTN dan berhak memosisikan dirinya setara dengan yang lain. Kehilangan beberapa teman di tahun kedua (kami menjadi ber-78), tidak menyurutkan semangat kami melanjutkan kuliah ke semester-semester atas. Tahun kedua itu pulalah arogansi UMPTN vs non-UMPTN mulai mencair dan hilang sepenuhnya ditempa oleh waktu dan beratnya beban materi kuliah geologi yang dengan kompak kami hadapi bersama-sama.

Apakah akhirnya semua dari kami lulus dengan gemilang dan happy ending? Tidak juga sebenarnya, beberapa teman memang ‘menghilang’ di tengah jalan. Ada yang menghilang karena masalah keluarga, ada yang karena kesulitan ekonomi, ada yang sudah memperoleh pekerjaan dan berbagai masalah klasik lain yang umum menimpa mahasiswa ndesoseperti kami. Namun satu yang masih membekas di ingatan kami, seorang teman yang baik hati bernama Irwan Pandu yang berasal dari pulau Obi-Maluku, yang menghilang tanpa kabar selama dua tahun lamanya. Dan sangat mengejutkan saat berita terakhir yang saya terima, dia sudah bergabung ke salah satu laskar keagamaan dan terjun ke salah satu medan konflik di Indonesia kala itu. Benar-benar unik dan lain dari yang lain!

Moral of The Story :


Hidup adalah pilihan, dan jika sudah membuat pilihan, jalanilah sepenuh hati dengan segala konsekuensinya walaupun pahit rasanya.
Read More

Kamis, 19 Juni 2014

Ancaman Penurunan Produksi Minyak Indonesia

Menarik membaca hasil riset KATADATA Mei 2014 mengenai kebijakan energi Indonesia terutama bahan bakar minyak (BBM). setelah hampir empat dekade terkenal dengan salah satu penghasil minyak mentah terbesar di dunia dan bergabung dengan negara pengekspor minyak (OPEC) mulai tahun 1962 hingga 1998. bahkan produksi minyak mentah indonesi pernah mencapai puncak 1,65 juta barel /hari pada 1977 dan masuk peringkat 11 produsen minyak terbesar di dunia.


Sayangnya selama satu dekade terkhir produksi minyak indonesia tidak mencukupi kebutuhan bbm dan keluar sebagai anggota OPEC. Saat ini indonesia menjadi negara pengimpor BBM. Sayangnya walaupun negara pengimpor bbm indonesia masih tergolong murah bila dibandingkan negara pengimpor lainnya. Bahkan anggaran subsidi BBM indonesia termasuk tinggi sebesar 14% dari anggaran APBN. Hanya ada tiga negara yang mensubsidi BBM sebesar Indonesia yaitu Arab saudi (14%), Venezuela(15,8%), dan Iran (16,9%). ketiga negara tersebut termasuk dalam negara yang kaya akan minyak. hal ini berkebalikan dengan Indonesia yang merupakan negara pengimpor BBM tetapi mensubsid BBM sebesar negara kaya minyak.

Berikut analisa mengenai masalah produksi minyak Indonesia.

 Cadangan Minyak Turun Paling Besar Di Asia


Selama 5 dekade tercatat lebih dari 22 milyar barel minyak telah diproduksi di Indonesia. Pada 1960-an diperkirakan cadangan minyak Indonesia mencapai 26 milyar barel, sebagian besar berada di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Namun pada tahun 2012 cadangan minyak Indonesia tersisa 14% dari 26 milyar atau tinggal 3,7 milyar. Bahkan sepanjang 30 tahun penurunan cadangan indonesia mengalami penurunan sebesar 68%. Ini sangat berbeda dengan negara asia lainnya yang justru mengalami kenaikan. Negara Cina cadangan minyaknya naik 29% dari 13,4 milyar barel menjadi 1980. sedangkan India naik 103% dari 2,8 milyar menjadi 5,7 milyar barel minyak. Kebijakan meproduksi minyak besar - besaran tanpa diimbangi dengan kegiatan eksplorasi baru untuk menambah cadangan minyak dianggap sebagai penyebab menurunnya cadangan minyak.

Cadangan Minyak Negara Asia

Produktivitas Blok Minyak Besar Menurun Drastis

Penurunan produksi minyak bumi ini terjadi di lapangan, sekitar 9-10 lapangan minyak yang dikelola perusaaan multinasional mengalami penurunan yang tajam. Produksi ini merupakan 70 % dari total produksi minyak nasional. berikut ini beberapa lapangan besar indonesia

1. Blok Rokan , Riau - Chevron Pacific Indonesia (CPI)

Blok Rokan ini merupakan penyumbang terbesar produksi minyak indonesia dengan menyumbang 40% dari produksi nasional. Dari puluhan lapangan , dua lapangan menjadi andalan yaitu lapangan Duri dan Minas. Bahkan produksi Lapangan Minas ini dikenal dengan minyak berkualitas tinggi. Lapangan Minas mulai berproduksi pada awal 1970-an sukses mengantarkan Indonesia sebagai produsen minyak terkemuka dengan menembus 1,6 juta barel/hari pada tahun 1976. sejak lapangan Minas menurun pada 1980-an , Indonesia belum pernah menembus angka 1 juta barel perhari.

Produksi Minyak Blok Rokan
2. Blok Southeast Sumatera , laut jawa - CNOOC SES Ltd
 
Blok Southeast sumatera merupakan ladang minyak yang berada di offshore yang terletak di Laut jawa. Blok ini dikelola oleh CNOOC perusaan minyak dan gas dari Cina. Pada tahun 2000 blok ini menyumbang 10% dari produksi minyak nasional namun pada 2012 kontribusinya hanya mencapai 3 %. Dengan tingkat kandunga air yang tinggi produksi dari blok ini terus menurun palaing tajam sebesar 77%.
Produksi Minyak Blok Southeast Sumatera
3. Blok Mahakam , Kalimantan Timur - Total E&P Indonesia

Blok Mahakam merupakan wilayah kerja migas Kalimantan Timur yang dikenal sebagai penghasil Gas terbesar dengan produksi mencapai 430 juta MMSCFD. Produksi dari blok ini merupakan peringkat ke - tiga dengan produksi menjapai 24,5 juta barel pertahun setara dengan 7% produksi nasional. Sejak 2000 hingga 2012 , blok mahakam mengalami penurunan produksi sebesar 22%. Lapangan Bekapai di Blok mahakam yang beroperasi selama 50 tahun merupakan langan terbesar yang mengalami penurunan produksi minyak.

Produksi Minyak Blok Mahakam.
4. Offshore North West Java, Laut jawa - PHE ONWJ

 Blok Offshore north west Java (ONWJ) terletak di lepas pantai utara jawa yang memanjang dari propinsi DKI hingga kabupaten Indramayu, Jawa barat. Blok ini dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi setelah diakusisi dari BP Indonesia pada tahun 2009. Setelah akuisisi , ONWJ menyumbang kontribusi besar terhadap pertamina. Setelah menurun pada periode 2000 - 2005 , produksi minyak blok ONWJ bisa kembali naik , bahkan ONWJ menjadi sedikit dari blok yang masih bisa ditingkatkan.

Produksi Minyak Blok Offshore North West Java

5. Blok Rimau , Sumatera Selatan - Medco Energi

Blok Rimau merupakan blok migas yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin , Sumatera Selatan. Blok ini oleh medco energi diakusisi dari PT. Stanvac Indonesia pada December 1995 dan mendapatkan perpanjangan hingga 2023. Sejak 2000 - 2012 produksi ini turun hingga 72%.

Produksi Minyak Blok Rimau
6. Blok B Natuna , Riau - Conoco Philips

Blok ini terletak di pantai kepulauan Riau, Blok B Natuna merupakan blok terbesar yang dioperasikan Conoco Philips di Indonesia. Pada 2008, Blok B Natuna mencapai puncak produksi sebesar 28,1 juta barel atau sekitar 76,8 ribu barel / hari, namun setelah itu produksinya terus menurun.

Produksi Minyak Blok Natuna
  
7. Blok Sanga - Sanga - Vico Indonesia

Terletak di Kalimantan Timur, Blok Sanga - Sanga dikelola oleh Vico Indonesia.Blok ini pernah menjadi penghasil minyak besar di Indonesia. Namun dalam perkembanganya , produksinya terus merosaot hingga 67% dari 17,3 juta barel pada tahun 2000 menjadi 6,3 juta barel pada tahun 2012

Produksi Minyak Blok Sanga - Sanga
8. Blok Cepu - Mobil Cepu Ltd

Mungkin hanya  Blok Cepu ini yang dapat diandalkan untuk mempertahankan produksi minyak. Blok ini terletak di Bojonegoro , Jawa Timur. Lapangan banyu Urip merupakan lapangan yang dapat menghasilkan minyak. blok cepu mulai menghasilkan minyak pada tahun 2009 dan diperkirakan akan terus meningkat dari hanya 3 ribu barel per hari menjadi 22 ribu / hari. Diharapkan produksinya akan mencapai puncaknya pada 2015 dengan 165ribu barel per hari.

Produksi Minyak Blok Cepu

Read More

Sabtu, 07 Juni 2014

Potensi Geotermal Songoriti Batu - Malang Segera Dilelang

Pemerintah melalui kementrian esdm siap melakukan lelang 9 Wilayah Kerja Panas Bumi yang dilakukan gubernur, bupati dan kepala daerah.  Wilayah kerja tersebut salah satunya adalah WKP Songgoriti Batu (Sumber).


Lokasi Potensi Panas Bumi Songgoriti - Batu yang dipenuhi Bangunan Hotel dan Wisata
Songgoriti sendiri sudah terkenal sebagai tempat wisata air panas. Banyak berdiri penginapan dan hotel sebagai tempat wisata. wisata ini memanfaatkan air panas sebagai sumber utama pariwisata. Dengan daerah yang sejuk dan dilewati jalur malang - jombang kediri menjadikan wilayah songgoriti ramai dikunjungi. Dengan berada di kaki bukit Gunung Panderman dan Gunung Arjuna Welirang menjadikan Songgoriti sebagai salah satu tempat wisata favorit di Kota Batu. Selai itu akses yang mudah menjadikan Songgoriti lebih ramai bila dibandingkan wisata air panas lainnya di Malang.

Potensi Panas Bumi di Jawa Timur ( ESDM Jatim)
Menurut dinas ESDM Jawa Timur potensi panas bumi Songgoriti diperkirakan sebesar 25 MW. potensi ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh dinas ESDM jawa timur. Berdasarkan penelitian dinas ESDM diperkirakan potensi ini berada seluas 5 km2. Dengan suhu permukaan berkisar antara 32 - 46 derajat celcius. Dari suhu permukaan itu diperkirakan temperatur reservoar / geotermal sebesar 140 derajat celcius. Secara umum potensi panas bumi songgoriti ini berasosiasi dengan kegiatan magmatisme/ volkanisme yang berumur kuarter dan berada di kedalaman kurang dari 1,5 km. Sistem panas bumi ini dikenal dengan sistem hidrotermal.

Menurut Hochstein and Browne (2000) pengertian dari sistem hidrotermal adalah salah satu tipe dari geotermal sistem dimana panas dari sumber dipindahkan melalui cara konveksi salah satunya dengan air meteorik. aliran air inilah yang membawa panas sampai di permukaan.
Sistem hidrotermal ini membutuhkan setidaknya beberapa unsur penting yaitu : sumber panas (heat sources), reservoir, daerah recharge (pengisian) dan daerah discharge (pengeluaran) dapat berupa manisfestasi geotermal.

Sistem hidrotermal sederhana  pada batuan gunung api

Geologi Daerah Songgoriti Batu - Malang

Secara umum geologi daerah Songgoriti terletak pada endapan vulkanik kuarter. endapan ini berasal dari letusan gunung api kuarter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kediri (Santosa dan Atmawinata, 1992) daerah Songgoriti berada di 3 kaki gunung yaitu Gunung Butak - Kawi, Gunung Arjuna Welirang dan Gunung Anjasmara Tua. 

Geologi Songgoriti yang berada di 3 kaki gunung 
Hasil aktivitas ke tiga gunung-api inilah yang mempengaruhi kondisi geologi daerah Songgoriti. Berdasarkan peta tersebut dapat diuraikan kejadian geologi yang terjadi di daerah songgoriti. Awal kegiatan didahului oleh aktivitas Gunung Anjasmara Tua (Qpat) yang diperkirakan berumur Plistosen Awal - Tengah. hasil aktivitas ini menghasilkan breksi gunung - api, breksi tuf, tuf dan lava.

Kemudian pada Akhir Plistosen terjadi aktivitas vulkanisme di 2 gunung yaitu Gunung Kawi - Butak (Qpvp) dan Gunung Arjuna Welirang (Qvaw). Hasil letusan Gunung Kawi - Butak berada di selatan songgoriti sedangkan hasil aktivitas Gunung Arjuna - Welirang berada di sisi timur dan utara songgoriti. Hasil letusan Gunung api Gunung Kawi - Butak (Qpvp) berupa lava andesit, tuf, dan breksi vulkanik. Sedangkan Gunung Arjuna - welirang (Qvaw) berupa breksi gunung api, lava, breksi tufan dan tuf.

Pada umur Holosen kemudian diperkirakan terbentuk Gunung Panderman yang berada di selatan Songgoriti. Hasil endapan aktifias Gunung Panderman (Qvp) ini berupa breksi gunungapi, tuf breksi, lava dan tuf.

Ketiga gunung api inilah yang akan mempengaruhi potensi panas bumi di songgoriti - batu.

Struktur geologi yang mempengaruhi daerah ini berupa sesar - sesar mendatar di bagian selatan dan sebagian berupa sesar turun akibat dari letusan gunung api. sesar - sesar inilah yang membawa manisfestasi dari dalam keluar permukaan.

Peta Geologi daerah Songgoriti Batu dalam Lembar Geologi Kediri.
Diperkirakan reservoir ini berasal dari aktifitas gunung Butak Kawi yang berada di selatan dan Gunung Panderman. Diperlukan penelitian lebih lanjut unutk mengetahui sumber panas bumi, daerah sicharge, daerah Recharge , dan cebakan panas bumi yang berada di Songgoriti.

Referensi :

Peta Potensi Panas Bumi Jawa Timur, ESDM Jawa Timur

Peta Geologi lembar Kediri, (Santosa dan Atmawinata, 1992) Pusat Penelitian dan pengembangan Geologi

Read More

Minggu, 25 Mei 2014

Potensi Mineral Emas Di Kabupaten Malang

Pendahuluan 

Secara geologi Pulau jawa bagian selatan merupakan daerah yang terbentuk akibat adanya Gunung api purba. Selain menyuburkan tanah di bagian Selatan, Gunung Api Purba ini juga menghasilkan Endapan Mineral logam berupa Emas , Perak, dan Tembaga. Sepanjang Jalur selatan ini ditemukan berbagai tambang emas yang ekonomis antara lain : Cibaliung (Banten) , Cikotok (Sukabumi) , Pongkor (bogor) , Ciemas (Sukabumi) dan Tumpang Pitu (Banyuwangi).


Lokasi Tambang Emas Di Indonesia

Menurut Van Bemmelen daerah selatan Pulau Jawa ini disebut dengan Old Andesite Formation.Sebutan OAF ini karena sebagian besar selatan jawa terbentuk akbat endapan vulkanik purba yang menghasilkan batuan dengan komposisi andesitik Endapan andesit ini lah yang menyusun sebagian besar pegunungan selatan jawa. Kemenerusan pola ini juga melewati daerah selatan Malang. Sehingga potensi logam emas sangat mungkin juga terdapat di selatan malang.

Pola Kemenerusan Mineralisasi di Pulau Jawa (Elysium Resources)

 

 Geologi Malang Selatan


Secara geologi Pegunungan Malang Selatan tersusun atas endapan gunung api, batuan terobosan dan batuan sedimen. Dari Tua ke muda batuan penyusunnya antara lain: 

Formasi Mandalika 

Formasi Mandalika ini terdiri dari endapan lava andesit, basal, trakit, dasit, dan breksi andesit

Formasi Wuni 

Formasi Wuni ini terdiri dari breksi dan  lava berkomposisi andesit dan basal, breksi tuf, lahar, dan tuf pasiran.Formasi ini menindih tak selaras dengan formasi mandalika. 

Formasi Nampol 

Formasi Nampol ini terdiri dari endapan sedimen dan tak selaras dengan Formasi Mandalika Formasi ini terdiri dari endapan batupasir tufaan, batulempung, napal pasiran, batupasir gampingan, dan batulempung hitam.Formasi ini menjemari dengan Formasi Wonosari

Formasi Wonosari

Formasi Wonosari ini trdiri dari terumbu gamping,gamping kristalin, napal pasiran,batulempung kebiruan, dan batugamping pasiran.

Batuan Terobosan (Intrusi)

Batuan terobosan yang ditemui di Malang selatan antara lain :

Diorit Kuarsa, Batuan ini menerobos Formasi Mandalika dan ditemukan dalam keadaan terekahkan atau terdapat kekar yang tak teratur di Kampung wediawu dan kampung Purwodadi.

Granodiorit , Batuan ini menerobos Formasi Mandalika sehingga terkersikan dan terpropilitkan dan terdapat di Kali Sat, Kali Tundo, Anak kali Purwo dan tebing - tebing bagian selatan Kampung Pujiharjo, dan Kampung Purwodadi. Batuan Granodiorit ini dijumpai mineral pirit dan mineral bijih.

Dasit , Batuan ini diperkirakan menerobos Formasi Mandalika. terdapat di sebelah Utara Kampung Purwodadi dan umumnya telah lapuk.


Stratigrafi Malang Selatan (Lembar Turen)

 

Hasil Penelitian

Beberapa penelitian dilakukan di daerah malang untuk mencari potensi logam emas yang dilakukan Pusat Sumber Daya Geologi. Beberapa lokasi telah diteliti dan disurvei antara lain: 
Kalipare , Sumbermanjing wetan , Tirtoyudo dan Ampel Gading. Hasil contoh telah dianalisa dengan beberapa kandungan logam. Berikut ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Pusat Sumber Daya Geologi Bandung (W. Widodo, 2002)
.
Di Kecamatan Kalipare , Kabupaten Malang ditemukan indikasi mineralisasi berupa batuan ubahan argilik. Hasil analisis kimia batuan yang di ambil di daerah ini menunjukkan kandungan 637 – 736 ppb Au, 544 – 844 ppb Hg dan 341 – 1.040 ppm As.

Di daerah Purwodadi dan Pujiharjo , Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang ditemukan bongkah urat kuarsa di Kali Sat , Dusun Legoksono, Desa Purwodadi dengan kandungan Kalkopirit (CuFeS2), Pirit (FeS2) , dan kalkosit (Cu2S). Di daerah Kali Wedi Awu (Kampung Wediawu) juga ditemukan butiran emas hasil dari pendulangan. Sedangkan di hulu Kali Wader (Desa Purwodadi) ditemukan adanya singkapan urat - urat kecil (veinlet) dengan kandungan mineral kalkopirit (CuFeS2) dan Sphalerite (Zn,FeS) dengan ubahan batuan berupa silisifikasi, argilik, dan propilitik dengan batuan ubahan berupa andesit Formasi Mandalika. Hasil uji kandungan kimia sample batuan dari daerah ini menunjukkan kandungan 2.681 – 15.200 ppm Zn, 500 – 1.466 ppb Hg, 1.390 ppm As, 2.028 – 7.253 ppm Cu dan 897 – 980 ppb Au.

Selain itu dari ditemuakn juga endapan mineral galena (PbS2) di sekitar  Kali Sumberjambe , Kali Penguluran serta endapan mangan di sekitar Gunung Lincing dan Gunung Keri. 
 

Potensi penemuan endapan tipe porfiri 

Pada tahun 2013 perusahaan eksplorasi emas dari australia meneliti potensi endapan tipe porfiri di Malang Selatan tepatnya Kecamatan Sumbermanjing wetan. Setelah ditemukan adanya potensi mineral emas di Tumpang Pitu (Banyuwangi), Elang ( Sumbawa) , Selodong (Sumbawa) , dan Brambang (Sumbawa). Potensi endapan porfiri ini juga kemungkinan mengikuti pola kemenerusan old andesite formation di Pulau Jawa.

Potensi Deposit dengan tipe Porfiri di Selatan Jawa
Dari ke empat endapan emas tipe porfiri ini berhubungan dengan penunjaman lempeng Australian di selatan Pulau Jawa. Diperkirakan di Malang memiliki kemiripan sistem geologi / cebakan mineral yang telah ditemukan di Banyuwangi dan Pulau sumbawa. Pada tambang Batu hijau (Sumbawa) dilaporkan memiliki kandungan sebesar 13.1 Juta ounce Au dan 12,7 Milyar lb Cu, Elang (Sumbawa)  dilaporkan tereka dan terindikasi sebesar 25.3 Juta ounce Au dan ~16.3 Milyar lb Cu, Tujuh Bukit (Banyuwangi) dilaporkan tereka sebesar ~28.1 Juta ounce Au dan ~19.0 milyar lb  Cu.

Kandungan deposit porfiri di jalur mineralisasi selatan Jawa dan Sumbawa
(Elysium Resources)

Saat ini diperkirakan ada 4 propect utama yang ditemukan yaitu Tambak Rejo , Tampak Bedil, Binglis dan Purwoharjo. Hasil sampel unsur Geokimia menunjukkan adanya mineral emas , tembaga, arsen, dan antimony. unsur unsur ini menunjukkan path finder dengan tipe High sulfida sistem. sedangkan di permukaan ditemukan litocap alterasi yang luas dan mengambarkan adanya unsur emas, perak, dan tembaga. Kemungkinan sistem deposit porfiri Cu-Au ini berada di bawah dengan sistem High sulfida. 


Peta lokasi Iup, Prospek dan Peta Geologi (Lembar Turen)

Sebelumnya beberapa perusahan telah mengambil sample batuan. Indochina Goldfield Limited di tahun 1990 dan Asian Gold (Ivanhoe) di tahun 2006 menunjukan hasil yang signifikan. Hasil ini termasuk unsur dengan kadar 8.11 ppm Au, 0.1% Cu, 490 ppm As dan 36 ppm Sb. Low oxide gold berkadar 0.3 - 0.7 ppm ditemukan di daerah Binglis pada eksplorasi sebelumnya. Hasil ini berada di atas prospek area dan berkaitan dengan silika. urat - urat kuarsa ini bertekstur vuggy quartz dan pervasive quartz.


Mineralisasi dengan tekstur vuggy quartz dengan kandungan mineral sulfida 2 - 5 % (Elysium Resources)

Besi Oksida dengan mineral dominan Hematite, kandungan emas berkisar antara 0.3 - 0.7 ppm (Elysium Resources)

Survei Lapangan

Survei lapangan ini terutama berada di area luar IUP (Gunung Pondok Segoro). Hasil pengamatan akses menuju ke daerah Tirtoyudo terutama kampung legoksono sangat sulit dengan jalan berliku dan sempit. selain itu di daerah tersebut jarang dijumpai kawasan penduduk. Sebagian besar tempat berupa hutan yang sulit di akses sehingga hanya dilakukan pengamatan di tepian jalan raya. Beberapa singkapan terlihat adanya alterasi batuan propilitik.

Foto perbukitan di selatan Malang (foto pribadi)

Referensi

Sujanto dkk., 1992. Peta Geologi lembar Turen. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi : Bandung

W. Widodo dan S. Simanjutak , 2002 SUB DIT. MINERAL LOGAM  (HASIL KEGIATAN EKSPLORASI MINERAL LOGAM KERJASAMA TEKNIK ASING DAERAH PEGUNUNGAN SELATAN JAWA TIMUR (JICA MMAJ - Jepang) dan CIANJUR (KIGAM – Korea))

Breakaway Research, Elysium Resources Limited
Read More