Tampilkan postingan dengan label batuan beku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batuan beku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Proses Diferensiasi Magma

Diferensiasi Magma

Adalah proses perubahan satu magma homogen menjadi berbagai jenis batuan beku dengan komposisi kimia yang berbeda.

Proses deferensiasi magma :

·         Fractional Crystallization

Sebuah kondisi dimana kristal-kristal yang telah terbentuk, mengalami proses pemisahan dari magma asalnya. Kondisi ini akan tercapai jika magma telah mencapai keseimbangan.

Fraksinasi crystal terjadi ketika kristal yang telah terbentuk akibat gaya gravitasi mengalami pemisahan dengan cairan magma, proses ini disebut gravity settling. Proses ini mengakibatkan terjadinya perubahan komposisi pada magma asal, hasil dari gravity settling adalah pseudostratification structure           


·         Liquid Immicibility

Kondisi dimana larutan magma yang memiliki komposisi kimia yang berbeda tidak dapat saling bercampur. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan tipe molekul antar larutan (polar dan tidak polar). Jika perbedaan spesifik gravitasi antar larutan terjadi, akan mengakibatkan salah satu larutannya  muncul dan yang lainnya tenggelam.

·         Gaseous Transfer

Kondisi dimana gelembung-gelembung gas dalam magma yang lebih ringan dari larutan magma itu sendiri naik keatas  dan mengalami proses pemisahan dengan larutan magma induk. Akibatnya komposisi kimia induk berubah.

Proses yang mungkin terjadi sebelum diferensiasi ,yang  dapat memodifikasi magma :

·         Magma Assimilation

Kondisi dimana terjadi proses percampuran magma induk dengan batuan samping yang diterobosnya dengan syarat temperatur magma induk lebih tinggi. Bila temperatur batuan samping lebih tinggi, assimilasi tidak terjadi tapi menghasilkan fragmen asing (xenolith).

·         Magmatic mixing


Kondisi dimana terjadi pencampuran magma induk dengan dua atau lebih magma yang lainnya sebelum terdiferensiasi.
Read More

Senin, 08 Februari 2010

Klasifikasi Batuan Beku




Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik (di bawah permukaan) dan vulkanik (di atas permukaan). Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik (batuan intrusif) umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik (batuan ekstrusif) umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.


Batuan beku dapat dibedakan berdasarkan tipe data yang diukur atau dianalisis, seperti data kualitatif dan data kuantitatif. Klasifikasi batuan menurut Huang (1962?) yang berdasarkan tekstur dan komposisi mineral, merupakan salah satu contoh klasifikasi berdasarkan data kualitatif. Contoh lainnya seperti Travis dan WTG (Walter Turner & Gilbert). Klasifikasi batuan beku secara kuantitatif didasarkan pada persen komposisi baik oksida maupun normatifnya. Contoh klasifikasi ini adalah Cox, et al (1979), Kuno (1959, 1966), Irvine & Baragar (1971), Middlemost (1975) dan Le Bas (1986).

Klasifikasi batuan beku secara kuantitatif biasanya menggunakan data oksida batuan ataupun normatif. Data normatif diperoleh dari hasil perhitungan kembali persentase mineral berdasarkan data oksida batuan.



Klasifikasi batuan beku menurut Le Bas (Le Maitre, 1989)




 Klasifikasi batuan beku menurut Cox, dkk.(Wilson, 1989)




Klasifikasi batuan beku menurut Irvine & Baragar (Wilson, 1989)

Contoh Batuan Beku


 
Andesit

Basalt Vesikuler

Diorit

Granit
 
Daftar Bacaan
  • Davis, J.C., 1986. Statistical and Data Analysis in Geology. 2nd Ed., John Wiley & Sons, New York, 646p.
  • Irvine, T.N. & Baragar, W.R.A., 1971. A Guide to the Chemical Classification of the Common Volcanic Rocks. Can. J. Earth Sci. 8: 523-547.
  • Le Maitre, R.W. (ed), 1989. A Classification of Igneous Rocks and Glossary of Terms. Blackwell Sci. Pub., Oxford, 193p.
  • Rollinson, H.R., 1993. Using Geochemical Data: Evaluation, Presentation, Interpretation. Geochemistry Series, Longman, England, 352p.
  • Wilson, M., 1989. Igneous Petrogenesis: A Global Tectonic Approach. Chapman & Hall, London, 466p.
 

 
Read More