Tampilkan postingan dengan label Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Tantangan di Tahun 2016 Bagi Geologis

Kerasnya studi lapangan

Tahun 2015 telah terlewati berbagai kejadian menarik terjadi selama tahun 2015. Mulai dari bangkitnya industri shale oil dan gas amerika, konflik ISIS - Suriah, terorisme di Paris, terjunnya harga minyak mentah, dunia  melemahnya ekonomi china, serta turunya harga komoditas logam seperti emas, tembaga, nikel, besi dan alumunium. Hal  ini sanggat berdampak luar biasa terhadap kegiatan eksplorasi mineral dan energi. Bahkan kondisi ini mengakibatkan bangkrut dan tutupnya perusahaan tambang tambang di indonesia. Di tahun ini pula salah satu tambang emas dunia indonesia Freeport membuat gaduh istana mengenai perpanjangan kontrak yang berakhir tahun 2011. Di bidang Minyak dan gas pengembangan FLNG (Floating Liquid Natural Gas) di Masela, Maluku terancam ditunda, hal ini menambah ketidakpastian dalam industri minyak nasional. Setelah mengalami masa - masa mengesankan , dunia eksplorasi mengalami kejatuhan. inilah dunia kadang di atas kadang dibawah. Bagaimana kita menghadapinya di saat saat sulit.

1. Back to school / Kembali ke riset

Kembali sekolah mungkin jadi pilihan.

Menghadapi lesunya kegiatan eksplorasi dan produksi sebagian geologis memilih untuk melanjutkan studi lanjut S-2 maupun S-3. sambil menunggu kembalinya permintaan logam dan energi dunia. di saat lesu ini akan sangat sulit bagi geologis untuk melakukan kegiatan explorasi. kegiatan ekplorasi seperti pemboran, survei seismik, maupun kegiatan yang memakan dana yang sangat besar akan ditunda bahkan dibatalkan. dengan kondisi saat bearish akan banyak perusahaan kontraktor yang akan gulung tikar. Perushaan penyedia servis kegiatan eksplorasi akan pertama terdampak. Perusahan ini antara lain peyedia layanan pemboran , well logging, penyedia semen pemboran, jasa survei seismik, graviti, maupun magnetotulerik. Lapangan dengan kondisi sulit seperti lapangan deep water , unconventional oil , tight oil, sand oil akn tutup. Sedangkan pertamabangan dengan akses sulit, cadangan yang tidak terlulau besar akan jatuh.



Karena banyaknya jatuh perusahaan eksplorasi dan ditundanya berbagai kegiatan eksplorasi maka saat yang tepat bagi geologist untuk melanjutkan pendidikan lanjut S -2 ataupun S - 3. Studi managemen bisnis, eksplorasi , maupun prosuksi dapat menjadi pilihan bagi yang berkecimpung di perusahaan.

Selain ke sekolah hal paling memungkinkan yaitu memulai riset - riset dasar. studi pustaka, review data lapangan, dan interpretasi ulang data - data yang ada dapat dilakukan. studi - studi ini tidak memerlukan dana yang besar. Belajar dari keberhasilan shale oil dan gas dimulai dengan studi studi dasar. Ketika harga minyak dan logam naik riset ini dapat diapplikasikan seperti keberhasilan pengembangan lapangan migas shale oil dan gas.

2. Galian C dan Bahan Bangunan

Galian C tidak pernah lesu 

Kondisi permintaan komodidas global yang lesu membuat harga turun. Berbeda dengan bahan komoditas bahan bangunan serti batu andesit, pasir , hingga keramik relatif tidak terpengaruh oleh permintaan global. Terlebih saat ini di saat presiden Joko Widodo dengan mencanangkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan , dan bandara akan meningkatkan permintaan terhadap bahan bangunan. Geologis dapat berperan dalam menentukan cadangan bahan galian ini seperti batu andesit, pasir, maupun tanah liat. Selain itu pembangunan 1 juta rumah dapat menjadi pendorong permintaan bahan baku ini.

3. Ahli GIS (Geographic Information System)

Walaupun GIS bukan keahlian utama geologis, tetapi ahli gis dapat menjadi pilihan alternatif. Hampir semua ahli geologi dapat mengoperasikan sofware seperti arcgis, autocad, mapinfo, dan lain sebagainya. keahlian ini dibutuhkan dalam bidang pemetaan seperti perusaan kebun sawit, pembuatan jalan dan kontruksi, maupun berbagai bidang pemetaan. Selain itu kemampuan pemetaan dengan remote sensing dapat menjadi pilihan.

Selain itu di saat teknologi digital hampir semua memanfaatkan peta dan permukaan bumi. aplikasi seperti Gojek, Squee, Lapakmakan, semua memafatkan peta. Para geologis dapat memanfatkan ini dengan membuat aplikasi seperti peta sumber mata air, aplikasi benccana, maupun berbagai lainnya.

Bahkan saat ini berbagai perusahaan game mulai mengembangkan aplikasi yang mengmabarkan secara nyata kondisi permukaan bumi. Game perang dan petualangan membutuhkan pengembang aplikasi ini.

4. Konsultan Keuangan

Cyril Noehadi Geologis yang berkecimpung di dunia keuangan

Saat kondisi lesu berbagai perusahaan eksplorasi dan produksi akan bangkrut dan meninggalkan aset maupun hutang. Ahli geologis dapat membantu untuk mengevaluasi perusahaan yang bangkrut maupun dijual. Keahlian menganalisa ini akan sangat dibutuhkan.salah satu orang terkaya indonesia Sandiago Uno berhasil bangkit dari krisis dengan mengakuisisi saham Adaro melalui Saratoga Investment. Keahlian ini akan berguna untuk memilih perusahaan yang bangkrut tetapi memiliki pontensi 5 - 10 tahun ke depan. hal ini teah dilakukan oleh Warrent Buffet untuk membeli saham saham energi dan tambang yang saat ini harganya jatuh. analisa yang jitu dan bagus akan membuat keuntungan besar di masa 10 tahun mendatang. Salah satu contoh nyata yaitu mantan Dirut Bursa Efek Jakarta Cyril Noerhadi yang merupakan lulusan geologi.

5. Penyediaan Air Bersih

Air merupakan kebutuhan utama setiap manusia. Saat ini sebagian besar dicukupi melalui air tanah. Dengan pertumbuhan industri yang besar pencemaran air tanah menjadi ancaman bagi manusia. air tanah yang ada ini tersimpan di dalam batuan dan terancam oleh limbah industri. Potensi pencemaran ini dapat dicegah melalui analisa yang baik dengan mencegah pembangan di daerah resapan air. Selain itu geologis dapat berperan sebagai ahli yang dapat menghitung air maksimal yang diambil melalui mata air

6. Wisata Geologi
Teluk Ciletuh , Sukabumi salah satu geopark yang menyimpan batuan tertua di Pulau Jawa

Mungkin industri ini yang tidak terpengaruh terhadap guncangan ekonomi. hampir setiap minggu atau hari libur tempat wisata akan penuh dengan kunjungan. Geologis dapat menawarkan wisata alam yang mengagumkan. Hampir setiap hari saat pemetaan kita menemukan gua, air terjun , puncak bukit, maupun mata air panas. Pemandangan yang mengagumkan ini dapat menjadi daya tarik. Berbagai tempat eksotis sangat terkait dengan kondisi geologi. Geopark seperti Ciletuh dengan Curug Cikaso akan menjadi daya tarik apalagi disertai dengan penjelasan geologi bagaimana batuan jutaan tahun terankat dan tersingkap di permukaan. Selain geopark Ciletuh kawasan Geopark Karst Wonosari, Geopark Danau Vulcano Toba dapat menjadi daya darik wisatawan. Saat ini daerah Bandung mulai menjadi pilihan bagi kawasan wisata geologi seperti Gua Pawon dengan situs arkeologi , Stone Garden dengan batuan karst, Curug Dago  dengan situs prasasti Raja Thailand, kawasan Maribaya dengan air panas dan situs Gua Jepang dan Belanda. Bahkan akhir - akhir ini situs Gunung Padang menjadi destinasi favorit.

Itulah berbagai potensi bagi geologis di saat kegiatan ekstraksi melesu. Potensi ini dapat menjadi pilihan.  Adakah yang mau menambahkan ? Salam
Read More

Kamis, 14 Mei 2015

Konflik Sumberdaya Mata Air Sumber Pitu , Kecamatan Tumpang.Kabupaten Malang

Mata air sumber pitu tumpang (surabaya.panduanwisata.id)

Kebutuhan akan air bersih di Kota Malang dan sekitarnya semakin meningkat. Hal ini diakibatkan oleh pesatnya pertumbuhan perumahan dan industri di Kota Malang dan sekitarnya. Kebutuhan air yang saat ini di suplai dari mata air Wendit  (63 % dari kebutuhan Kota Malang). Kecamatan Pakis , Kabupaten Malang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Malang. Terutama bagi wilayah Timur dan Tenggara Kota Malang yang belum teraliri oleh pelayanan air bersih. Dalam rencana pembangunan Kota Malang daerah di wilayah Kecamatan Kedungkandang ini diharapkan menjadi pusat permukiman dan industri baru di Kota Malang.

Berdasarkan data penggunaan tahun 2011 hanya 45% warga Kota Malang yang menggunakan aliran air bersih dari PDAM. Sedangkan sisanya mengunakan sumber dari air tanah maupun dengan menggunakan tangki air. Dari segi cakupan wilayah penyediaan air bersih di Kota Malang sebesar 34,3 % wilayah Kota Malang belum tersedia jaringan air bersih. Sayangnya tingkat kebocoran air bersih di Kota Malang cukup tinggi dengan kisaran 42 %,  mengingat warga yang belum mendapatkan air bersih cukup tinggi.

Untuk itu pemerintah daerah merencanakan untuk membangun pipa penyalur air bersih yang berasal dari mata air Sumber Pitu , Desa Duwet Krajan,  Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Proyek penyediaan air bersih ini didanai melalui APBN dengan nilai proyek sekitar 95 Milyar dan melalui pengangaran multiyears. Pengerjaan proyek ini dilakukan oleh PDAM Kabupaten Malang dan Kota Malang sebagai pihak penyalur air bersih Kota Malang.Sedangkan kontraktor pelaksana dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya. Diharapkan air bersih dari Sumber Pitu , Tumpang ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Kedungkandang , Kota Malang dan Kecamatan Tajinan, Kecamatan Pakis, Kecamatan Tumpang, dan Kecamatan Bululawang di Kabupaten Malang.

Tandon air PDAM (halomalang.com)


Sumber air bersih yang diambil berasal dari mata air Sumber Pitu , Desa Duwet Krajan, Tumpang dengan pengambilan sebesar 400 liter per detik. Sedangkan debit air di sumber pitu tercatat sebesar 935 liter per detik. Pengukuran ini dilakukan oleh Himpunan Petani Penguna Air (HIPPA).  Sayangnya proyek ini mendapat tentangan dan  protes dari warga Kecamatan Tumpang dan Pakis yang berprofesi sebagai petani. Warga dari 11 desa di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis. Yakni, Desa Tumpang, Malangsuko, Jeru, Slamet, Bokor, Wringin Songo, Sukoanyar, Pucung Songo, Banjar Rejo, Kedung Rejo, dan Sumber Pasir. Alasan penolakan ini didasari bahwa kebutuhan lahan pertanian di dua kecamatan mencapai 938 liter per detik. Sehingga untuk saat ini terjadi kekurangan sebesar 3 liter per detik. Sehingga dikuatirkan akan terjadi perebutan air di petani jika terjadi pengalihan air untuk PDAM.

Pengambilan ini dikuatirkan akan mengurangi persediaan air untuk kebutuhan sawah untuk pertanian di dua kecamatan ini. Sejak lama masyarakat di dua kecamatan ini mengandalkan air dari Sumber Pitu ini sebagai sumber irigasi pertanian mereka. Dari penuturan mereka, pengambilan ini dikuatirkan akan mengakibatkan masyarakat berebut air untuk mengaliri sawah mereka dan akan memicu permasalahan antar petani.Terutama daerah pertanian seluas 1.100 hektare (ha)

Penolakan petani di dua kecamatan (beritajatim.com)
Konflik ini terjadi terutama sejak kebutuhan air untuk industri dan domoestik semakin meningkat. Di berbagai daerah di Indonesia perebutan kebutuhan air ini sering lebih mengutamakan kebutuhan industri baik berupa industri makanan minuman maupun lainnya. Konflik dan sengketa sering terjadi dalam perebutan air bersih terutama antara para petani penguna irigasi dan perusahaan air minum. Bahkan antar Kabupaten dengan pemerintah kota, dan antara daerah hulu dan daerah hilir. Sengketa ini sering terjadi terutama di musim kemarau. Ini diakibatkan oleh tidak jelasnya sistem alokasi pembagian air dan pengaturan pembagian hak dan kewajiban antar wilayah di dalam satu sistem pengelolaan sumber daya air.

Contoh paling nyata dari ketidak berpihakan pengelolaan air pada pertanian  terjadi pada alokasi air di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Ketika pemerintah mengalihkan air untuk kebutuhan air bersih minum dan industri di Jakarta. Pembangunan kanal di Sungai Citarum ini mengakibatkan sebagian petani di  Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang (Jawa Barat) kurang mendapatkan pasokan air.

Kanal Tarum Barat sebagai sumber air bersih masyarakat jakarta (blogs.brpamdki.org)

Selain itu di Kabupaten Sukabumi dengan gencarnya perusahaan minuman yang berproduksi di Sukabumi mengakibatkan terjadinya kompetisi dengan para petani dan masyarakat. Tentu saja ketika para masyarakat ini berkompetisi dengan para pemodal akan selalu kalah. Berbagai sumur warga mulai mengering akibat adanya eksploitasi air tanah yang berlebihan di Kabupaten Sukabumi. Kekeringan ini diduga banyak perusahaan minuman yang menyalahi batas maksimal pengambilan air tanah, dan pemboran  sumur  dalam yang melanggar aturan. Sayangnya penegakan aturan sangat sulit dilakukan. Sehingga Masyarakat yang pada awalnya mudah mendapatkan air bersih harus mencari sumber mata air lainnya. Air yang seharusnya menjadi barang publik menjadi barang komersil, sehingga air menjadi perebutan para pemodal untuk mengeruk keuntungan.
Read More

Jumat, 28 November 2014

Awas Bandung Barat Rawan Bencana

Kawasan Wilayah Lembang Bandung Rawan Bencana
Musim penghujan yang telah tiba mulai mengancam kawasan bandung barat. Terutama bencana alam akibat musim hujan. Untuk itu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Badung Barat menetapkan status siaga bencana di 16 kecamatan. Penetapan daerah ini didasarkan atas laporan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) yang meramalkan akan terjadi hujan deras di wilayah Bandung Barat. Berdasarkan catatan selama tahun 2014 terjadi kejadian 9 longsor tanah, 3 banjir bandang, 30 angin puting beliung dan 209 kebakaran total ada 248 kejadian bencana yang terjadi di wilayah Bandung Barat. Diramalkan seluruh kawasan Bandung Barat akan berpotensi terjadi bencana terutama pada bulan Januari - Februari. 


Longsor di Kawasan  (Cwangun Indah Camp)Paropong , Bandung
Wilayah yang berpotensi terjadi rawan longsor antara lain kecamatan Cililin, Cisarua, Parongpong, dan Lembang. Sedangkan puting beliung seperti Cipendeuy dan Cikalong Wetan. Saat ini BPBD mulai mendata daerah yang rawan bencana. Selain itu para korban bencana sedang dilakukan pendataan dalam upaya penyaluran bantuan terutama kerusakan rumah dan luka. Untuk itu BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati hati dalam dua bulan ke depan karena tingginya curah hujan dan potensi bencana ikutannya seperti longsor tanah dan banjir bandang.
Read More

Jumat, 05 September 2014

Eksploitasi Liar Kars Pangkalan , Kabupaten Karawang Dihentikan

Penambangan Karst Pangkalan, Karawang
Pemprov dan Polda Jabar akhirnya menghentikan penambangan di Kars Pangkalan, Kabupaten Karawang. Sejumlah alat penambangan yang bernilai milyaran juga ikut disita. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar yang iku meninjau mengataka 14 alat berat yang digunakan untuk menambang disita Polda Jabar bersama Polres Karawang.





Selain itu 11 penambang juga ikut diperiksa oleh Polda Jabar karena tidak mengantongi ijin dari pemerintah. Di Bumi Jawa Barat siapapun boleh berusaha asalkan mengikuti aturan yang ditetapkan ujar Deddy di Gedung Sate.

Pemprov Jabar sendiri akan menertibkan penambangan liar di lokasi tersebut sebab penambangan kawasan Kars Pangkalan semakin banyak bertambah jumlahnya. Sebenarnya penghentian ini bukan untuk melarang penambangan tetapi untuk menunggu ketetapan kawasan mana saya yang layak untuk di eksploitasi. Terlebih saat ini dari luas 1000 hektare Kars Pangkalan 300 hektar diantaranya sudah rusak.

Sementara itu Satpol PP Jabar terkesan berhati - hati dalam menertibkan bangunan liar di kawasan tersebut. Lembaga ini khawatir melanggar aturan penertiban bangunan. Kepala Satpol PP Jabar Udjwalaprana sigit mengatakan dalam penertiban bangunan liar, pihaknya mengedepankan prinsip kehati - hatian karena tak inin bertentangan dengan aturan hukum.



Sebenarnya polemik Karst Pangkalan tidak hanya kali ini saja tetapi telah terjadi bertahun lamanya . apalagi dulunya kawasan ini akan dijadikan sumber bahan baku semen Bosowa dan PT Jui Shin Indonesia. Penolakan ekslpoitasi kawasan ini berlandaskan aturan Gubernur Jawa Barat Nomor 20 Tahun 2006

Menurut Budi  Bramantyo, pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan pengajar di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB) kawasan karst di jabar perlu dilindungi karena memiliki sejarah geologi dan keunikan tersendiri.

Uniknya Karst Pangkalan

Secara geologis, Karst Pangkalan merupakan bentang alam yang terbentuk pada formasi batu gamping berumur Miosen Tengah-Akhir, kira-kira 10 - 15 juta tahun yang lalu yang dinamakan Formasi Parigi. Batuannya berupa batu gamping terumbu. Hal itu menunjukkan bahwa pada kala itu, daerah pangkalan merupakan laut dangkal yang ditumbuhi terumbu karang yang tumbuh subur pada kondisi iklim hangat dengan air laut yang jernih. Saat terangkat sekarang ini, terumbu itu telah berubah menjadi wilayah perbukitan dengan ketinggian 50 - 120 m di atas permukaan laut sekarang. 
Karst Pangkalan, sebagaimana Kawasan Karst Kelas I lainnya, mempunyai nilai-nilai sos-ek-dik-bud yang tidak dapat dipisah sendiri-sendiri. Kawasan ini yang tersebar luas di Desa Tamansari diketahui mempunyai banyak gua yang belum banyak diteliti. Gua-gua yang merupakan gua vertikal dan berupa lubang di permukaan tanah umumnya merupakan ladang panen sarang walet yang potensial untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Sedikitnya terdapat 17 gua dengan potensi sarang walet, yaitu Luweng Pangambuh, Cibunut, Cimiring, Sempit, Keman, Cisumur, Sitela, Gede, Sipeleng, Cileuwi, Haji, Situmeja, Silonong, Cibenda, Ja`in, Cikandil, dan Cimandor. Ada empat gua sebagai sarang lalay, yaitu di Luweng Bahu, Sikondang, Gua Lumpang, dan Masigit. Ada empat gua tempat masukan air dan sungai bawah tanah, yaitu di Luweng Gede, Cibadak, Baucinyusup, dan Sitamyang. Sebuah gua dikeramatkan oleh penduduk setempat yaitu di gua berbentuk ceruk Song Paseban.

Selain itu, kawasan karst ini mempunyai sedikitnya dua mata air potensial. Pertama adalah Ciburial yang mempunyai debit air lebih dari 5 liter/detik. Mata air ini dikelola oleh PDAM untuk didistribusikan di Kecamatan Pangkalan yang meliputi tiga desa besar, yaitu Ciptasari, Tamansari, dan Jatilaksana. Mata air lain sekalipun tidak sebesar Ciburial, banyak dijumpai di kaki-kaki perbukitan karst, misalnya Citaman, yang menjadi pemasok air bersih utama bagi kampung-kampung di sekitarnya.

Sumber:


Penambangan Karst Dihentikan, hal 8 , Jumat 5 September 2014
Read More

Senin, 24 Juni 2013

Melihat Potensi Sumberdaya Alam Geologi Malang Raya

Daerah Malang Raya dibagi atas 3 administratif daerah yaitu : Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Administratif Batu. Daerah Malang sudah lama dikenal sebagai penghasil berbagai perkebunan bagi belanda. Selain perkebunan dan pertanian daerah malang dikenal juga sebagai penghasil perternakan.Sebagian besar daerah malang ditutupi oleh endapan kuarter Gunung api Semeru Bromo dan Arjuna Welirang. Selain endapan kuarter gunung api daerah malang juga ditutupi endapan sedimen dan batuan vulkanik Tersier di bagian selatan dan dikenal dengan old andesit formation. Endapan Gunung api kuarter dan endapan vulkanik tersier ini mengakibatkan daerah malang terkenal subur. Sehingga cocok sebagai perkebunan dan persawahan.Selain sebagai perkebunan dan persawahan daerah Malang juga memiliki sumberdaya Geologi  antara lain :

1. Potensi Energi Geotermal 

Energi Geotermal ini berada di gunung berapi aktif. Hasil manifestasi berupa mata air panas , gas dan uap  tanah. Energi panas ini sebagian besar hanya digunakan sebagai Wisata. Pengunaan sebagai energi geotermal masih belum optimal dan masih berupa eksplorasi. Lokasi wisata pemandian air panas ini sangat berkembang terutama di daerah Songgoriti Batu yang banyak berdiri penginapan murah hingga hotel berkelas bintang 5. 

Pemandian Air Panas di Canggar (sumber)


Daerah yang berpotensi ini antara lain : Songgoriti (Batu) dan  Canggar yang digunakan sebagai daerah wisata. Selain itu daerah Bromo dan Semeru mengandung potensi panas bumi . Saat ini 2 titik siap diekplorasi yaitu WKP (Wilayah Kerja Pertambangan) , G. Arjuna – Welirang (cadangan 130 Mwe) , Kecamatan Karangploso, dan Songgoriti – Kawi (Sumberdaya 25 Mwe) , Kecamatan Wonosari.  
"Kegiatan eksplorasi ini ditaksir akan menelan biaya Rp 200 miliar. "Untuk satu titik eksplorasi diperkirakan bisa menghabiskan Rp 100 miliar," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Malang Budi Iswoyo, Jumat, 10 Mei 2013 (Tempo).

Sedangkan 1 WKP daerah Cangar (Cadangan 110 Mwe) masih belum diekplorasi.

Selain Bagian Barat Wilayah Malang , daerah Gunung Bromo , Tengger, Semeru, diminati perusahan turki sebagai daerah yang juga berpontensial.   

"Perusahaan Turki yang bakal membangun energi geothermal itu sudah mendapatkan izin dari Menteri ESDM Jero Wacik. Lokasi yang dipilih adalah di kawasan Bromo-Tengger yang tak masuk dalam kawasan taman nasional. Bahkan, pembangunan energi geothermal ini tak hanya dibangun di Bromo, tapi dua tempat lainnya yaitu Gunung Lamongan dan Gunung Lawu.
"Rencananya mereka akan membangun energi  geothermal sebesar 1.100 megawatt. Jika ini dibangun, tentu saja manfaatnya akan dirasakan oleh Jatim. Sebab energi akan masuk ke perusahaan-perusahaan Jatim dan harganya murah. Kalau sudah demikian, dampaknya akan luar biasa bagi Jatim, mulai dari terserapnya tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi yang tinggi," ungkapnya.

Ketiga titik area tersebut terletak di wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo dan Mojokerto. Sebelum dieksploitasi, pemprov dan investor Turki akan melakukan survey terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan panas bumi, tingkat kepanasan, serta lokasi terbaik pengeboran". (link)

2. Potensi Air Mineral 


Daerah yang dikelilingi gunung api membuat Malang memiliki sumebrdaya air yang melimpah. Sumberdaya air ini sebagian dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum dan mineral.  Untuk mencukupi kebutuhan malang raya PDAM malang mengambil mata air mendit sebagai bahan baku dasar.
Kota Malang yang berada pada ketinggian 399-622 meter di atas permukaan laut dalam memenuhi ketersediaan air baku lebih banyak memanfaatkan sumber air yang berada di luar wilayah Kota Malang. Di antaranya, sumber air Wendit dengan debit sebesar 1.500 liter per detik, sumber air Sumbersari dan Karangploso dengan debit sebesar 40 liter per detik. Ketiga sumber air ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang.

Kota Malang juga memanfaatkan sumber air Banyuning dan Binangun yang berada dalam wilayah Kota Batu. Dalam pengelolaaannya, ketiga daerah otonom ini melakukan perjanjian kerja sama pemanfaatan mata air. Namun, tampaknya kerja sama ini mengalami ketegangan sebagai akibat dari pengaturan yang tidak detail dalam hal aspek retribusi, evaluasi, pengawasan serta konservasi atas sumber daya air. (sumber)
Selain sebagai bahan baku air minum , sebagian besar juga diambil perusaan air minum kemasan sebagai bahan baku air mineral. Berbagai perusahaan tesebar di kaki gunung Arjuna - Welirang di perbatasan Malang - Pasuruan (Pandaan) antara lain (Aqua, Tirta, Club, Aquase,Cheers dll) . Perusahaan air mineral ini mengambil mata air dari reservoar yang ada di bawah permukaan . Kedalaman pengambilan air ini berkisar 200 - 500 m dari permukaan tanah. 
Konsultan ahli Aqua yang juga Senior Hidrogeologis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Heru Hendrayana, mengatakan saat ini rata-rata pengambilan air dari sumber air di wilayah Kabupaten Pasuruan oleh perusahaan air mineral hanya sebesar 30 liter per detik.
“Bahkan dalam realiasinya jumlah pengambilannya justru dibawah itu (30 liter per detik). Dan sejauh ini sebagian besar perusahaan air mineral relatif menjaga konservasi maupun kelestarian lingkungan sekitar sumber air,” kata Heru usai menjadi pembicara di Seminar Nasional FLIpMAS Legowo dalam rangka Hari Lingkungan Hidup di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini. (sumber)
Pengambilan mata air ini sebaiknya tidak berlebihan, walaupun air termasuk dalam sumberdaya yang dapat diperbaharui. Tetapi jika daerah resapan di puncak gunung semakin berkurang maka air resapan pun semakin berkurang . Oleh karena itu pentingnya kelestarian hutan dan alam agar mata ar ini selalu tersedia.

3. Potensi Logam / Mineral

 Pada wilayah selatan daerah malang termasuk kedalam fisiografi old andesit formation (Pegunungan Selatan Jawa). Secara Geologi daerah ini mengandung logam/ mineral berharga seperti emas, perak, tembaga, dan pasir besi dll. Mulai dari pelabuhan ratu, pengalengan, kulon progo, pacitan , dan banyuwangi mengandung potensi logam dan mineral. Penemuan besar yang ekonomis ini antara lain Cikotok (Pelabuhan Ratu), Cibaliung (Banten, Antam), Pongkor (Bogor, Antam), Tumpang Pitu/ Bukit Tujuh (  Banyuwangi) dll. Daerah Selatan malang selama ini sering disurvei oleh perusahaan eksplorasi baik dalam maupun luar negeri. Tetapi sayangnya masih belum menemukan cadangan yang ekonomis.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Turen Tahun 1992, terdapat intrusi batuan beku. Intrusi batuan beku ini lah yang membawa mineral/logam ekonomis. Berdasarkan peta tersebut daerah yang berpontensi mengandung logam emas terdapat di daerah kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan dan Tempursari (Kabupaten Lumajang). daerah intrusi ini biasanya berbukit dan jauh dari penduduk. Berdasarkan peta tersebut diperkirakan pusat intrusi berada di kawasan hutan Pondok Segoro. Selain itu juga terdapat mineral ekonomis lainya seperti galena dll.

Peta Geologi Lembar Turen tahun 1992
4. Potensi Semen / Gamping

Selain terdiri dari endapan vulkanik tua (old andesit formation) bagian selatan malang juga terdiri dari endapan karbonat tersier. Endapan karbonat ini digunakan sebagai bahan baku utama semen. Sebagian besar endapan ini terdapat di kecamatan donomulyo, gedangan, batur , sumbermanjing wetan dan Pagak (Kabupaten Malang). Endapan Karbonat ini memiliki ciri khas dilihat dari geomorfologinya yang berbukit bukit dan terdapat gua - gua akibat pelarutan gamping. Endapan ini sering disebut sebagai Karst.

Potensi gamping ini sudah diincar sejak lama sebagai bahan baku semen. Pada tahun 2007 grup Bosowa sempat menjajaki kemungkinan investasi sebesar 2 trillyun rupiah.Keseriusan ini dibuktikan dengan kunjungan Aksa Mahmud --ipar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bos Bosowa, ke Malang pada Mei 2007 . Namun rencana ersebut gagal terealisasi. 

Saat ini ijin untuk ekplorasi dan ekplotasi telah dikantongi oleh perusahaan PT Senopati Dirgantara Perkasa. PT Senopati Dirgantara Perkasa siap menggelontorkan investasi Rp 3-4 triliun. nvestasi jumbo —untuk ukuran Malang-- ini disiapkan PT Senopati dengan menggandeng investor asing dan investor domestik.
Perusahaan yang dikenal berbisnis aspal dan stasiun pengisian bahan bakar elpiji ini akan membangun pabrik semen di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

“Sekarang tahap menunggu persetujuan DPR soal peta wilayah pertambangan,” kata Kukuh, Selasa 14 Mei 2013. Investor telah siap. Demikian pula pemerintah berkomitmen memberi izin lokasi.

Untuk sementara, menurut Kukuh, rencana investasi tersebut belum bisa dieksekusi karena moratorium tambang batuan dan mineral masih diberlakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Kami tidak bisa apa-apa kalau moratorium IUP belum dicabut. Semoga ada dispensasi IUP buat daerah kami,” kata Kukuh.

Menurut Kukuh, Senopati berminat membangun pabrik semen setelah melihat ribuan hektare pertambangan batu kapur atau karst yang menjadi bahan baku utama semen. Sekitar 60 persen pertambahan batu kapur berada di lahan milik Perhutani dan selama ini ditambang secara tradisional oleh masyarakat.

Senopati sudah mengincar potensi bahan baku semen yang melimpah di wilayah selatan Kabupaten Malang sejak 2009. Saat itu perusahaan berencana menanamkan modal sekitar Rp 2,5 triliun.Pabrik semen yang direncanakan berkapasitas produksi 2 juta ton per tahun (sumber).
Sayangnya sifat pertambangan batugamping sangat merusak dan merubah morfologi alam. sehingga perlu dikaji mendalam tentang dampak linkungan dari pertambangan tersebut. Saat ini kegiatan skala kecil telah dilakukan di kecamatan sumbermanjing wetan. 

5. Potensi Galian C 

Sebagian besar Galian C berasal dari endapan gunung berapi di sekitar malang. Galian ini biasanya dari hasil endapan sungai. Sebagian besar galian C ini berupa sirtu (Pasir dan Batu) untuk digunakan sebagai bahan bangunan.Selain itu banyak juga terdapat intrusi andesit dari gunung parasiter. Batuan andesit ini juga digunakan sebagai bahan bangunan.

Bahan tambang galian C ini terutama tersebar di Malang Selatan. Pasir terbaik berasal dari endapan letusan Gunung Semeru yang mengalir hingga ke Lumajang. Pasir Semeru ini dikenal sebagai pasir terbaik di indonesia. Selain daerah seperti ampelgadi, Dampit dan Tirtoyudo. daerah Seklatan di perbatasan kabupaten Blitar juga mempunyai endapan pasir yang bagus terutama dari hasil endapan Gunung Kelud.


Sedangkan batuan kapur tersebar di kecamatan Sumber Manjing weta, pagak hingga gondang legi. Sebagian masyarakat memanfaatkan sebagai campuran semen maupun sebagai pondasi bangunan.






Referensi

Sujanto dkk., 1992. Peta Geologi lembar Turen. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi : Bandung.


 





   


Read More