Tampilkan postingan dengan label Gunung Api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Api. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2014

Potensi Geotermal Songoriti Batu - Malang Segera Dilelang

Pemerintah melalui kementrian esdm siap melakukan lelang 9 Wilayah Kerja Panas Bumi yang dilakukan gubernur, bupati dan kepala daerah.  Wilayah kerja tersebut salah satunya adalah WKP Songgoriti Batu (Sumber).


Lokasi Potensi Panas Bumi Songgoriti - Batu yang dipenuhi Bangunan Hotel dan Wisata
Songgoriti sendiri sudah terkenal sebagai tempat wisata air panas. Banyak berdiri penginapan dan hotel sebagai tempat wisata. wisata ini memanfaatkan air panas sebagai sumber utama pariwisata. Dengan daerah yang sejuk dan dilewati jalur malang - jombang kediri menjadikan wilayah songgoriti ramai dikunjungi. Dengan berada di kaki bukit Gunung Panderman dan Gunung Arjuna Welirang menjadikan Songgoriti sebagai salah satu tempat wisata favorit di Kota Batu. Selai itu akses yang mudah menjadikan Songgoriti lebih ramai bila dibandingkan wisata air panas lainnya di Malang.

Potensi Panas Bumi di Jawa Timur ( ESDM Jatim)
Menurut dinas ESDM Jawa Timur potensi panas bumi Songgoriti diperkirakan sebesar 25 MW. potensi ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh dinas ESDM jawa timur. Berdasarkan penelitian dinas ESDM diperkirakan potensi ini berada seluas 5 km2. Dengan suhu permukaan berkisar antara 32 - 46 derajat celcius. Dari suhu permukaan itu diperkirakan temperatur reservoar / geotermal sebesar 140 derajat celcius. Secara umum potensi panas bumi songgoriti ini berasosiasi dengan kegiatan magmatisme/ volkanisme yang berumur kuarter dan berada di kedalaman kurang dari 1,5 km. Sistem panas bumi ini dikenal dengan sistem hidrotermal.

Menurut Hochstein and Browne (2000) pengertian dari sistem hidrotermal adalah salah satu tipe dari geotermal sistem dimana panas dari sumber dipindahkan melalui cara konveksi salah satunya dengan air meteorik. aliran air inilah yang membawa panas sampai di permukaan.
Sistem hidrotermal ini membutuhkan setidaknya beberapa unsur penting yaitu : sumber panas (heat sources), reservoir, daerah recharge (pengisian) dan daerah discharge (pengeluaran) dapat berupa manisfestasi geotermal.

Sistem hidrotermal sederhana  pada batuan gunung api

Geologi Daerah Songgoriti Batu - Malang

Secara umum geologi daerah Songgoriti terletak pada endapan vulkanik kuarter. endapan ini berasal dari letusan gunung api kuarter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kediri (Santosa dan Atmawinata, 1992) daerah Songgoriti berada di 3 kaki gunung yaitu Gunung Butak - Kawi, Gunung Arjuna Welirang dan Gunung Anjasmara Tua. 

Geologi Songgoriti yang berada di 3 kaki gunung 
Hasil aktivitas ke tiga gunung-api inilah yang mempengaruhi kondisi geologi daerah Songgoriti. Berdasarkan peta tersebut dapat diuraikan kejadian geologi yang terjadi di daerah songgoriti. Awal kegiatan didahului oleh aktivitas Gunung Anjasmara Tua (Qpat) yang diperkirakan berumur Plistosen Awal - Tengah. hasil aktivitas ini menghasilkan breksi gunung - api, breksi tuf, tuf dan lava.

Kemudian pada Akhir Plistosen terjadi aktivitas vulkanisme di 2 gunung yaitu Gunung Kawi - Butak (Qpvp) dan Gunung Arjuna Welirang (Qvaw). Hasil letusan Gunung Kawi - Butak berada di selatan songgoriti sedangkan hasil aktivitas Gunung Arjuna - Welirang berada di sisi timur dan utara songgoriti. Hasil letusan Gunung api Gunung Kawi - Butak (Qpvp) berupa lava andesit, tuf, dan breksi vulkanik. Sedangkan Gunung Arjuna - welirang (Qvaw) berupa breksi gunung api, lava, breksi tufan dan tuf.

Pada umur Holosen kemudian diperkirakan terbentuk Gunung Panderman yang berada di selatan Songgoriti. Hasil endapan aktifias Gunung Panderman (Qvp) ini berupa breksi gunungapi, tuf breksi, lava dan tuf.

Ketiga gunung api inilah yang akan mempengaruhi potensi panas bumi di songgoriti - batu.

Struktur geologi yang mempengaruhi daerah ini berupa sesar - sesar mendatar di bagian selatan dan sebagian berupa sesar turun akibat dari letusan gunung api. sesar - sesar inilah yang membawa manisfestasi dari dalam keluar permukaan.

Peta Geologi daerah Songgoriti Batu dalam Lembar Geologi Kediri.
Diperkirakan reservoir ini berasal dari aktifitas gunung Butak Kawi yang berada di selatan dan Gunung Panderman. Diperlukan penelitian lebih lanjut unutk mengetahui sumber panas bumi, daerah sicharge, daerah Recharge , dan cebakan panas bumi yang berada di Songgoriti.

Referensi :

Peta Potensi Panas Bumi Jawa Timur, ESDM Jawa Timur

Peta Geologi lembar Kediri, (Santosa dan Atmawinata, 1992) Pusat Penelitian dan pengembangan Geologi

Read More

Selasa, 25 Maret 2014

Potensi Kebencanaan Di Malang Raya

Bencana merupakan hasil interaksi alam dengan manusia. Ketika peristiwa geologi tidak mempengaruhi dan merugikan manusia maka hal tersebut dengan kegiatan alam biasa. Sedangkan peristiwa geologi yang mengakibatkan kerugian bagi manusia disebut bencana alam. Peristiwa geologi ini tidak dapat kita cegah atau tunda tapi hanya dapat kita hindari dan antisipasi sebelum terjadinya peristiwa geologi tersebut. Ilmu ini dinamakan dengan mitigasi bencana. Mitigasi bencana yang baik akan menghasilkan korban dan kerugian yang kecil. Sehingga diperlukan pengetahuan dan pemahaman mitigasi bencana yang baik di masyarakat.
Malang Raya yang terletak di Provinsi Jawa timur selain memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa juga menyimpan potensi bencana geologi. Berbagai potensi bencana mengancam di daerah Malang Raya.
Secara umum geologi daerah malang raya dikelilingi gunung berapi di timur dan baratnya. sedangkan di bagian selatan terdiri dari perbukitan berumur tersier dan laut indonesia selatan. Berbagai kondisi ini mempunyai potensi kebencanaan antara lain :

1. Erupsi Gunung Berapi


Gunung Bromo pada Senin 29 November 2010, diabadikan dari Cemorolawang, Probolinggo. Nampak kolom asap letusan dengan hujan debu mengarah ke Gunung Batok disebelahnya. Sumber : Kompas, 2010 (sumber)

Dikelilingi gunung berapi malang raya rawan terkena erupsi gunung berapi. Di bagian timur terdapat 2 gunung berapi yang aktif yaitu Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Sedangkan di Bagian Barat terdapat Gunung Kawi, Gunung Arjuna, dan Gunung Welirang untungnya ke 3 gunung ini tidak terlalu aktif letusan terakhir gunung arjuna-welirang terjadi di tahun 1952 sampai saat ini gunung tersebut belum menunjukkan aktifitas yang berbahaya. Malah Gunung yang rawan sekali yaitu Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri. Berdasarkan sejarah Gunung Kelud ini yang paling sering terjadi erupsi dan menghancurkan rumah dan bangunan penduduk. Selain dampak letusan langsung daerah Malang Raya juga rawan terhadap banjir lahar yang terjadi setelah letusan gunung api. Banjir lahar ini membawa material hasil erupsi dan melewati sungai yang ada di malang terutama pasir dan lumpur yang bercampur dengan air hujan. Daerah di bagian timur yang perlu diwaspadai antara lain Tumpang , Poncokusumo, Wajak di bagian timur. Sedangkan di bagian barat kecamatan Ngantang, Pujon, Kasembon, dan Kota Batu.

Foto Puncak Gunung Semeru diambil di Kalimati (dok. pribadi)





Foto aliran lahar Gunung Kelud (Sumber)

2. Potensi Tanah Longsor

Daerah Malang Raya yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan merupakan daerah yang rawan terjadi pergerakan tanah. Pada daerah Gunung Berapi pergerakan tanah longsor diakibatkan oleh material endapan gunung berapi yang belum terkonsolidasi dengan baik dan telah terjadi pelapukan yang intensif sehingga memudahkan terjadi longsor. Selain berdasarkan litologi pergerakan tanah ini juga diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan pergerakan struktur geologi berupa sesar dan lipatan. Pada daerah pegunungan penebangan dan perubahan fungsi hutan merupakan salah satu penyebab utama selain kondisi geologi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah jenuh dengan air sehingga memudahkan terjadinya pergerakan tanah/longsor. 


Longsor yang terjadi di Kecamatan Pujon , Kabupaten Malang (Sumber)

Daerah yang rawan terjadi pergerakan tanah antara lain kecamatan Pujon, Ngantang, Selorejo, Tumpang, Wajak, Puncokusumo, Pakis, Wonosaari, Sumbermanjing Wetan , Donomulyo, Gedangan, Sumber Pucung, Ampelgading, Tirtoyudo. Daerah ini perlu diwaspadai saat terjadi musim penghujan. Selain potensi banjir bandang juga berupa pergerakan tanah.

3. Banjir Bandang

Walaupun terletak di dataran tinggi wilayah malang termasuk rawan terjadi banjir bandang. Banjir bandang ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan kurangnya daerah serapan di puncak gunung/bukit. Sehingga air hujan melaju di permukaan membuat sungai meluap. Banjir bandang ini diduga akibatnya kurangnya hutan sebagai daerah resapan air. Oleh karena itu perlu ada daerah yang diperuntukkan sebagi hutan lindung, agar daerah bawah / pemukiman aman dari terjangan banjir bandang. Salah satu daerah yang pernah terkena dan rawan terjadinya banjir bandang adalah desa sitiarjo , kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang.

Bangunan Gereja di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang terkena dampak terjangan banjir bandang (Sumber)

Banjir ini terjadi di tahun 2013. Banjir yang disebabkan meluapnya air sungai Penguluran akibat hujan deras ini merendam 645 rumah, puluhan diantaranya rusak dan satu orang meninggal dunia terseret arus air. 800 keluarga menjadi korban derasnya air, ratusan hektar sawah padi rusak dan ratusan kebun porak poranda serta ratusan hewan ternak lenyap.

Sungai Penguluran di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang (sumber)

Selain daerah malang selatan banjir bandang berpotensi terjadi di daerah pegunungan seperti Kecamatan Pujon , Ngantang, Kota Batu, Poncokusumo, dan Tumpang.
Selain Banjir bandang daerah malang juga terjadi banjir terumata daerah yang dilewati DAS Brantas. Kota Malang juga tidak lepas dari persoalan banjir. Walaupun terletak di ketinggian kota malang juga terkena banjir. Banjir ini disebabkan oleh drainese yang buntu dan tidak dirawat dengan baik, sehingga mengakibatkan terjadi genangan air di jalan dan pemukiman. berikut ini daerah yang sering terjadinya genangan banjir di kota malang :
Kasi Drainase DPU PPB Kota Malang, Darsono, mengatakan, saat ini, ada lima titik wilayah di Kota Malang yang rawan banjir. Antara lain, di Jalan Letjend Sutoyo, Jalan S Parman, dan Ciliwung. Jumlah itu sudah berkurang jika dibandingkan sebelumnya. Pada 2012 ada 22 titik rawan banjir, lalu berkurang tinggal 12 titik. Pada akhir 2013 lalu sudah berkurang lagi tinggal lima titik," katanya. Ia menjelaskan, wilayah rawan banjir seperti di Jalan Ijen dan Jalan Bondowoso, sudah dapat tanggulangi dengan pembangunan drainase. "Tahun ini kami akan melakukan pembangunan drainase lagi untuk mengatasi banjir," ujarnya.Perlu diketahui, Pemkot Malang menganggarkan biaya pengerjaan drainase Rp 48 miliar dalam APBD 2014.Pembangunan drainase itu diharapkan dapat mengatasi banjir di wilayah Kota Malang. Ada 68 titik drainase yang akan diperbaiki pada 2014. Antara lain, di Jalan Sulawesi, Jalan Halmahera, Jalan Suropati, dan Jalan Supriadi.

4. Gempa Bumi
Indonesia yang terletak pada 3 lempeng  tektonik yang aktif tidak dapat dihindari akan mengakibatkan pergerakan lempeng. Hasil pergerakan lempeng ini dapat berupa pelepasan energi salah satunya yaitu gempa bumi. Malang raya berbatasan dengan laut indonesia bagian selatan yang berada pada batas lempeng IndoAustralia dan Lempeng Eurasia. Hasil dari tumbukan ini berupa palung subduksi di selatan jawa yang memanjang dari ujungkulon (Jawa Barat) hingga ujung timur nusa tenggara. Hasil subduksi ini mengakibatkan sepanjang daerah ini rawan terjadi gempa bumi akibat subduksi lempeng tersebut. Selain gempa tektonik Malang Raya juga berpotensi terkena gempa Vulkanik akibat aktifitas gunung berapi di sekitarnya. Gempa Vulkanik ini biasanya tidak terlalu bahaya bila dibandingkan gempa tektonik. Karena biasanya diikuti dengan aktifitas magma sehingga dapat diprediksi bila dibandingkan gempa tektonik yang terjadi tiba - tiba.
Daerah yang berpotensi terkena dampak dari gempa ini antara lain sepanjang bagian selatan  malang raya, Daerah dengan kondisi geologi permukaan berupa endapan kuarter gunung api, endapan aluvial dan pantai dan batuan tersier yang telah mengalami pelapukan secara intensif. Daerah ini merupakan daerah yang rawan terkena dampak dari gempa bumi selain karena dekat dengan sumber gempa juga pondasi yang lunak mengakibatkan intensitas gempa akan meningkat. Selain itu adanya sesar aktif di sekitar daerah tersebut juga dapat menimbulkan dampak yang lebih besar.

Masjid Baiturohman yang ambruk akibat gempa bumi di RT2 RW 10 Dusun/Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang ambruk bagian atapnya akibat gempa bumi dengan kekuatan 5,8 Skala Richter, Senin (8/7/2013)

Berikut ini 2 gempa terakhir yang terjadi di dekat Malang ;
1. Gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) terjadi di Malang, Jawa Timur Minggu (9/3/2014). gempa terjadi pada pukul 20.42 WIB dengan kedalaman 10 kilometer . Posisi gempa berada di 115 km tenggara Kabupaten Malang.

2. Gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR) terjadi di Malang, Jawa Timur Senin (8/7/2013). gempa terjadi pada pukul 9.13 WIB dengan kedalaman 10 kilometer . Posisi gempa berada di  tenggara Kabupaten Malang.
Lokasi terjadi gempa bumi di Malang 9 Maret 2014 pukul 20:38;28 WIB.(Sumber)

Selain itu catatan gempa yang pernah terjadi di malang yang tercatat antara lain :

Sekitar tahun 1958, lindu hebat hingga skala intensitas VII-VIII MMI mengguncang Malang. Data mencatat, ada 8 korban jiwa kala itu.Selanjutnya, pada 1967 gempa kembali mengobrak-abrik kota apel tersebut. Bahkan kejadian ini kali, terekam hingga skala intensitas VII-IX MMI. Menurut data, 14 orang tewas, 72 luka-luka dan 1.539 rumah rusak berat. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Dampit 1.539 rumah rusak, 14 orang tewas, 72 orang luka-luka. Kedua di wilayah Kecamatan Gondanglegi 9 orang tewas, 49 orang luka-luka, dan 119 bangunan roboh, 402 retak serta 5 masjid rusak

Daerah malang raya yang rawan terjadinya bencana gempa bumi meliputi  Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Turen, Bantur, Tirtoyudo , Sumberpucung ,Dampit, Gondanglegi hingga Donomulyo. Selain daerah yang berbukit daerah malang selatan juga terdapat sesar yang memotong batuan tersier. sehingga menjadi rawan gempa bumi.

5. Tsunami

Tsunami adalah salah satu bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Tsunami berasal dari kata jepang yang berarti tsu : pelabuhan sedangkan nami berarti : gelombang. Sehingga dapat diartikan sebagai gelombang yang menerjang pelabuhan. Tsunami dapat disebabkan berbagai hal antara lain aktivitas gunung api bawah laut, longsoran tanah di bawah laut , dan gempa tektonik di laut. Salah satu Tsunami yang terbesar di dunia yaitu gempa tsunami Aceh 2004 dan gempa tsunami Sendai Jepang 2011. 

Malang sendiri di bagian selatan berbatasan dengan laut indonesia dan memiliki zona subduksi yang dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya tsunami. Secara sejarah bencana geologi daerah pulau jawa pernah dilanda Tsunami antara lain :

  1. Banyuwangi (Jawa Timur) 3/6/1994 Gempa terjadi di Banyuwangi dengan kekuatan gempa mencapai 7 skala Richter dan skala intensitas gempa VIII MMI. Akibat gempa menimbulkan bencana di Rajegwesi, Gerangan, Lampon, Pancer, Pulau Sempu, Grajagan, Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukamade, Watu Ulo, Teluk Sipelori dan Teluk Tambakan. Efek tsunami mencapai pantai Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek & Pacitan
  2. Pangandaran (Jawa Barat) Gempa dan Tsunami 17 Juli 2006 gempa bumi yang terjadi di kawasan pantai Pangandaran tersebut terjadi pada pukul 15.19 berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR). Pusat gempa tepatnya berada di sebelah selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 150 km, dan merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indo-Australia dan Eurasia pada kedalaman kurang dari 30 km Gempa bumi juga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang menerjang pantai selatan Jawa Barat, seperti Cilauteureun, Kab. Garut, Cipatujah, Kab. Tasikmalaya, Pangandaran, Kabupaten Ciamis, pantai selatan Cianjur dan Sukabumi. Bahkan, gelombang tsunami juga menerjang Pantai Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah, serta pantai selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Gempa yang diiringi tsunami ini menelan korban ratusan jiwa, ratusan lainnya mengalami cedera, dan puluhan jiwa dinyatakan hilang.  Ratusan rumah mulai dari sepanjang Pantai Krapyak, Kalipucang, Parigi, Cipatujah, dan Kabupaten Tasikmalaya hancur. Demikian pula, hotel-hotel di sepanjang objek wisata pantai barat Pangandaran. 
Dampak Tsunami Pangandaran 2006 (Sumber)

2 contoh gempa dan tsunami ini yang terjadi dan sempat tercatat oleh sejarah. Selain dari itu potensi bencana Stunami di jawa belum pernah tercatatt secara baik  Malang yang terletak di dekat zona gempa juga rawan terjadi Tsunami baik yang berasal dari aktifitas terdekat atau dari daerah lain. Seperti halnya gempa Aceh 2004 yang sampai berdampak di India , Thailand, Sri Lanka, Maladewa dan sebagian Afrika. Oleh karena itu walau bukan di dekat pusat epicentrum gempa tsunami dapat menjalar hingga ratusan kilometer. Daerah yang rawan terutama daerah yang memiliki teluk di bagian pantainya. Teluk ini dapat menambah besar kerusakan akibat energi gelombang terpusat di teluk - teluk tersebut.

 Daerah Malang yang rawan terjadi Tsunami antara lain Pantai Sipelot (Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo), Sendang Biru (Desa Sitiarjo ,Kecamatan Sumbermanjing Wetan), Pantai Pasir Tambakrejo (Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing wetan), Teluk Tambakan (Desa Tambaksari , Kecamatan Sumbermanjing Wetan), Teluk Lenggoksono (Desa Purwodadi , Kecamatan Tirtoyudo), Desa Tegalrejo (Kecamatan Ampelgading),   Teluk Wonorogo (Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan), Teluk Kondang Merak ( Desa Sumberbening , Kecamatan Bantur), Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep (Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo).

Pantai Sipelot yang diapit 2 bukit menjadikan daerah ini rawan terkena dampak Tsunami (dok. pribadi). 

 Dari berbagai daerah yang berpontensi sebagai daerah rawan tsunami sebaiknya pemerintah daerah mensosialisasikan tentang bahaya dan potensi tsunami. Selain itu dibutuhkan early warning system bagi penduduk di sekitar tempat tersebut karena sebagian besar daerah tersebut merupakan tempat wisata si malang selatan. Pengetahuan dan antisipasi yang baik dapat meminimalkan jumlah korban dan kerugian akibat bencana.






Read More