Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 November 2014

Awas Bandung Barat Rawan Bencana

Kawasan Wilayah Lembang Bandung Rawan Bencana
Musim penghujan yang telah tiba mulai mengancam kawasan bandung barat. Terutama bencana alam akibat musim hujan. Untuk itu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Badung Barat menetapkan status siaga bencana di 16 kecamatan. Penetapan daerah ini didasarkan atas laporan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) yang meramalkan akan terjadi hujan deras di wilayah Bandung Barat. Berdasarkan catatan selama tahun 2014 terjadi kejadian 9 longsor tanah, 3 banjir bandang, 30 angin puting beliung dan 209 kebakaran total ada 248 kejadian bencana yang terjadi di wilayah Bandung Barat. Diramalkan seluruh kawasan Bandung Barat akan berpotensi terjadi bencana terutama pada bulan Januari - Februari. 


Longsor di Kawasan  (Cwangun Indah Camp)Paropong , Bandung
Wilayah yang berpotensi terjadi rawan longsor antara lain kecamatan Cililin, Cisarua, Parongpong, dan Lembang. Sedangkan puting beliung seperti Cipendeuy dan Cikalong Wetan. Saat ini BPBD mulai mendata daerah yang rawan bencana. Selain itu para korban bencana sedang dilakukan pendataan dalam upaya penyaluran bantuan terutama kerusakan rumah dan luka. Untuk itu BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati hati dalam dua bulan ke depan karena tingginya curah hujan dan potensi bencana ikutannya seperti longsor tanah dan banjir bandang.
Read More

Kamis, 27 November 2014

PT Pertamina Geotermal Energi Siap Produksi Listrik Dari PLTP Karaha Bodas Tahun 2015

Pembangkit Listrik Geotermal Di Gunung Salak , Jawa Barat (Ilustrasi)
PT. PGE Karaha Bodas dipastikan mulai beroperasi pada akhir tahun 2015 mendatang. Rencana ini sesuai dengan tahapan yag telah berjalan mulai dari tahapan persiapan, tahapan produksi telah dilaksanakan dan memberikan hasil yang memuaskan. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Karaha Bodas ini terletak di wilayah Kadipaten, Kabupaten Taskmalaya. Keberadaan pembangkit listrik ini diharapkan dapat menambah pasokan listrik di jaringan Jawa-Madura-Bali. Rencananya uji coba kali ini akan dioperasikan sebesar 30 MegaWatt dengan menggunaka jalur yang sudah ada di wilayah Kecamatan Cilau, Kabupaten Garut.

Keberadaan PLTP ini dipastikan akan dapat mendorong pendapatan daerah yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) dan bonus produksi sesuai dengan yang telah diatur oleh pemerintah pusat. Sehingga Pemkab Tasikmalaya akan mendapatkan tambahan pendapatan yang nantinya bisa disalurkan untuk pembangunan pemerintahan baru di kecamatan Singaparna. 

Selain itu secara tidak langsung masyarakat akan merasakan dampak positif dari terserapnya tenaga kerja , bantuan csr dari perusahaan dan termasuk bantuan pengembangan daerah baik berupa sarana fisik maupun sosial. Selain itu diharapkan dengan adanya PLTP ini kawasan hutan lindung yang berada di lokasi ini tidak mengalami kerusakan dan diharapkan akan tetap terjaga. Agar sumber mata air tetap terjaga sehingga kebutuhan air masyarakat sekitar tidak terganggu. 

Karena yang dikhawatirkan dalam kegiatan ini adalah dampak terhadap lingkungan berupa kerusakan lingkungan yang tiak bisa digantikan dengan nilai uang berapapun. Untuk itu diperlukan komitmen bersama semua pihak untuk menandatangani perjanjian sehingga perusahaan memperhatikan aspek lngkungan agar tidak terjadi bencana dan kerugian di masyarakat
Read More

Kamis, 11 September 2014

Tambang Liar Rusak Kawasan Perhutani Sukabumi

Ilustrasi Lubang Penambangan Liar di Ciemas

Pertambangan ilegal yang berada di kawasan perhutani sukabumi merusak sebagian kawasan hutan produktif. Kawasan pertambangan ini berada di wilayah Kecamatan Ciemas, Simpenan, Ciracap, Waluran , dan Lengkong. Secara pengelolaan daerah ini berada di wilaya Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Hanjuang Barat dan Mataram - Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan BKPH Lengkong.
Lokasi pertambangan ini berada di dalam kawasan penyadapan pohon pinus yang aktif dan produktif, kata wakil perum perhutani Agus Soleh.


Selain merusak pohon pinus yang masih produktif, para penambang liar juga meninggalkan lubang - lubang galian yang bisa mencapai kedalaman 30 m. ini sangat membahayakan bagi penduduk sekitar.
Untuk mencegah kerusakan perhutani mengelar operasi gabungan penertiban penambang liara di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kendati gagal menangkap gurandil , operasi gabungan ini berhasil menyita berbagai alat dan perlengkapan pertambangan. Barang - barang yang disita antara lain 6 genset, 6 mesin dompleng serta puluhan karung yang berisi kandungan emas. Para Gurandil ini kabur saat mengetahui tim gabungan tiba di lokasi kata Komandan Polisi Hutan Yahya.

Untuk penertiban kali ini tidak dilakukan penangkapan karena jumlah personil sedikit dibandingkan dengan gurandil dan warga yang mencapai ratusan orang. Yahya menuturkan operasi ini merupakan gabungan yang meliatkan Polres Sukabumi dan Detpom Sukabumi. Operasi penertiban ini akan terus dilakukan di kawasan Resort Cibeureum Pemangkuan Hanjuang Barat dan Hutan Lengkong.
Read More