Tampilkan postingan dengan label Eksplorasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eksplorasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Tantangan di Tahun 2016 Bagi Geologis

Kerasnya studi lapangan

Tahun 2015 telah terlewati berbagai kejadian menarik terjadi selama tahun 2015. Mulai dari bangkitnya industri shale oil dan gas amerika, konflik ISIS - Suriah, terorisme di Paris, terjunnya harga minyak mentah, dunia  melemahnya ekonomi china, serta turunya harga komoditas logam seperti emas, tembaga, nikel, besi dan alumunium. Hal  ini sanggat berdampak luar biasa terhadap kegiatan eksplorasi mineral dan energi. Bahkan kondisi ini mengakibatkan bangkrut dan tutupnya perusahaan tambang tambang di indonesia. Di tahun ini pula salah satu tambang emas dunia indonesia Freeport membuat gaduh istana mengenai perpanjangan kontrak yang berakhir tahun 2011. Di bidang Minyak dan gas pengembangan FLNG (Floating Liquid Natural Gas) di Masela, Maluku terancam ditunda, hal ini menambah ketidakpastian dalam industri minyak nasional. Setelah mengalami masa - masa mengesankan , dunia eksplorasi mengalami kejatuhan. inilah dunia kadang di atas kadang dibawah. Bagaimana kita menghadapinya di saat saat sulit.

1. Back to school / Kembali ke riset

Kembali sekolah mungkin jadi pilihan.

Menghadapi lesunya kegiatan eksplorasi dan produksi sebagian geologis memilih untuk melanjutkan studi lanjut S-2 maupun S-3. sambil menunggu kembalinya permintaan logam dan energi dunia. di saat lesu ini akan sangat sulit bagi geologis untuk melakukan kegiatan explorasi. kegiatan ekplorasi seperti pemboran, survei seismik, maupun kegiatan yang memakan dana yang sangat besar akan ditunda bahkan dibatalkan. dengan kondisi saat bearish akan banyak perusahaan kontraktor yang akan gulung tikar. Perushaan penyedia servis kegiatan eksplorasi akan pertama terdampak. Perusahan ini antara lain peyedia layanan pemboran , well logging, penyedia semen pemboran, jasa survei seismik, graviti, maupun magnetotulerik. Lapangan dengan kondisi sulit seperti lapangan deep water , unconventional oil , tight oil, sand oil akn tutup. Sedangkan pertamabangan dengan akses sulit, cadangan yang tidak terlulau besar akan jatuh.



Karena banyaknya jatuh perusahaan eksplorasi dan ditundanya berbagai kegiatan eksplorasi maka saat yang tepat bagi geologist untuk melanjutkan pendidikan lanjut S -2 ataupun S - 3. Studi managemen bisnis, eksplorasi , maupun prosuksi dapat menjadi pilihan bagi yang berkecimpung di perusahaan.

Selain ke sekolah hal paling memungkinkan yaitu memulai riset - riset dasar. studi pustaka, review data lapangan, dan interpretasi ulang data - data yang ada dapat dilakukan. studi - studi ini tidak memerlukan dana yang besar. Belajar dari keberhasilan shale oil dan gas dimulai dengan studi studi dasar. Ketika harga minyak dan logam naik riset ini dapat diapplikasikan seperti keberhasilan pengembangan lapangan migas shale oil dan gas.

2. Galian C dan Bahan Bangunan

Galian C tidak pernah lesu 

Kondisi permintaan komodidas global yang lesu membuat harga turun. Berbeda dengan bahan komoditas bahan bangunan serti batu andesit, pasir , hingga keramik relatif tidak terpengaruh oleh permintaan global. Terlebih saat ini di saat presiden Joko Widodo dengan mencanangkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan , dan bandara akan meningkatkan permintaan terhadap bahan bangunan. Geologis dapat berperan dalam menentukan cadangan bahan galian ini seperti batu andesit, pasir, maupun tanah liat. Selain itu pembangunan 1 juta rumah dapat menjadi pendorong permintaan bahan baku ini.

3. Ahli GIS (Geographic Information System)

Walaupun GIS bukan keahlian utama geologis, tetapi ahli gis dapat menjadi pilihan alternatif. Hampir semua ahli geologi dapat mengoperasikan sofware seperti arcgis, autocad, mapinfo, dan lain sebagainya. keahlian ini dibutuhkan dalam bidang pemetaan seperti perusaan kebun sawit, pembuatan jalan dan kontruksi, maupun berbagai bidang pemetaan. Selain itu kemampuan pemetaan dengan remote sensing dapat menjadi pilihan.

Selain itu di saat teknologi digital hampir semua memanfaatkan peta dan permukaan bumi. aplikasi seperti Gojek, Squee, Lapakmakan, semua memafatkan peta. Para geologis dapat memanfatkan ini dengan membuat aplikasi seperti peta sumber mata air, aplikasi benccana, maupun berbagai lainnya.

Bahkan saat ini berbagai perusahaan game mulai mengembangkan aplikasi yang mengmabarkan secara nyata kondisi permukaan bumi. Game perang dan petualangan membutuhkan pengembang aplikasi ini.

4. Konsultan Keuangan

Cyril Noehadi Geologis yang berkecimpung di dunia keuangan

Saat kondisi lesu berbagai perusahaan eksplorasi dan produksi akan bangkrut dan meninggalkan aset maupun hutang. Ahli geologis dapat membantu untuk mengevaluasi perusahaan yang bangkrut maupun dijual. Keahlian menganalisa ini akan sangat dibutuhkan.salah satu orang terkaya indonesia Sandiago Uno berhasil bangkit dari krisis dengan mengakuisisi saham Adaro melalui Saratoga Investment. Keahlian ini akan berguna untuk memilih perusahaan yang bangkrut tetapi memiliki pontensi 5 - 10 tahun ke depan. hal ini teah dilakukan oleh Warrent Buffet untuk membeli saham saham energi dan tambang yang saat ini harganya jatuh. analisa yang jitu dan bagus akan membuat keuntungan besar di masa 10 tahun mendatang. Salah satu contoh nyata yaitu mantan Dirut Bursa Efek Jakarta Cyril Noerhadi yang merupakan lulusan geologi.

5. Penyediaan Air Bersih

Air merupakan kebutuhan utama setiap manusia. Saat ini sebagian besar dicukupi melalui air tanah. Dengan pertumbuhan industri yang besar pencemaran air tanah menjadi ancaman bagi manusia. air tanah yang ada ini tersimpan di dalam batuan dan terancam oleh limbah industri. Potensi pencemaran ini dapat dicegah melalui analisa yang baik dengan mencegah pembangan di daerah resapan air. Selain itu geologis dapat berperan sebagai ahli yang dapat menghitung air maksimal yang diambil melalui mata air

6. Wisata Geologi
Teluk Ciletuh , Sukabumi salah satu geopark yang menyimpan batuan tertua di Pulau Jawa

Mungkin industri ini yang tidak terpengaruh terhadap guncangan ekonomi. hampir setiap minggu atau hari libur tempat wisata akan penuh dengan kunjungan. Geologis dapat menawarkan wisata alam yang mengagumkan. Hampir setiap hari saat pemetaan kita menemukan gua, air terjun , puncak bukit, maupun mata air panas. Pemandangan yang mengagumkan ini dapat menjadi daya tarik. Berbagai tempat eksotis sangat terkait dengan kondisi geologi. Geopark seperti Ciletuh dengan Curug Cikaso akan menjadi daya tarik apalagi disertai dengan penjelasan geologi bagaimana batuan jutaan tahun terankat dan tersingkap di permukaan. Selain geopark Ciletuh kawasan Geopark Karst Wonosari, Geopark Danau Vulcano Toba dapat menjadi daya darik wisatawan. Saat ini daerah Bandung mulai menjadi pilihan bagi kawasan wisata geologi seperti Gua Pawon dengan situs arkeologi , Stone Garden dengan batuan karst, Curug Dago  dengan situs prasasti Raja Thailand, kawasan Maribaya dengan air panas dan situs Gua Jepang dan Belanda. Bahkan akhir - akhir ini situs Gunung Padang menjadi destinasi favorit.

Itulah berbagai potensi bagi geologis di saat kegiatan ekstraksi melesu. Potensi ini dapat menjadi pilihan.  Adakah yang mau menambahkan ? Salam
Read More

Jumat, 02 Oktober 2015

Menambang di Bulan



Imposible is Nothing.

Bulan Purnama (sumber : http://www.businessinsider.co.id/)
Tidak ada yang tidak mungkin. Itulah mungkin slogan yang menyemangati dan membuat manusia terus berusaha dan mengapai mimpinya. Dari slogan itulah manusia berusaha melewati batas dan kemampuan. Seluruh penjuru dunia telah dijelajahi dan diselidiki. Mulai dari ujung kutub utara, puncak tertinggi himalaya dan bahkan dalamnya Palung Mariana. Berbagai teknologi diciptkan untuk mengapai mimpi umat manusia seperti pesawat untuk terbang seperti burung , kapal selam seperti ikan hingga kereta tercepat. Mimpi inilah juga yang membuat manusia terus berusaha dan melakukan inovasi.
Salah satu mimpi lainnya yaitu membuat koloni di luar planet bumi. Berbagai mimpi tinggal di planet Mars maupun di bulan menjadi impian terbesar manusia.

Mimpi besar inilah yang membuat John F. Kennedy berambisi mengirim manusia pertama ke bulan. Pada kunjungan ke NASA dalam misi pengiriman manusia ke bulan. Kennedy membuat pidato yang terkenal hingga saat ini.

“ We choose to go to the moon in this decade and do the other thing, not because they are easy, but because they are hard ”, said John F.Kennedy. (“Kami memilih pergi ke bulan dalam deKade ini bukan karena mudah tetapi karena itu sulit”, kata John F. Kennedy)


Misi inilah yang membuat NASA dan India mengirim kembali satelit ke bulan. Di tahun 2008 NASA Moon Mineralogy Mapper yang dibawa oleh roket India Chandrayaan. Satelit ini ditujukan untuk memetakan dan mencari komposisi mineral di bulan. Selama pemetaan satelit ini menemukan berbagai mineral baru dan bahkan belum teridentifikasi. Selain itu diperkirakan bulan juga memiliki kandungan Rare Earth Element (REE) yang cukup melimpah. REE ini antra lain Thorium, Uranim dan berbagai unsur lainnya. Sejak tahun 2010 permintaan dunia meningkat tajam untuk berbagai industri elektronik maupun sebagai sumber energi nuklir. Saat ini Negara China menguasai pasar dengan mengekspor sekitar 97 % pasokan REE dunia. Dengan permintaan dunia yang meningkat sekitar 10 % per tahun REE akan menjadi komoditas yang akan diperebutkan setelah jatuhnya harga minyak dunia. Dengan menguasai pasar REE diharapkan industri elektronik yang membutuhkannya dapat dikuasai oleh Negara China. Selain itu industri di china juga berencana membatasi ekspor komoditas ini.   Negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Kanada berupaya mencari sumber REE lainnya termasuk potensi di bulan.

Selain itu dari penelitian yang dilakukan ilmuwan china, diperkirakan bulan juga mengandung unsur He 3. He 3 ini merupakan salah satu unsur yang merupakan inti dari reaksi fusi di matahari. Dengan isotop He3 diperkirakan masalah kebutuhan energi dunia akan terpenuhi selama 10 ribu tahun mendatang. Isotop He 3 merupakan unsur utama dalam pembentukan reaksi fusi nuklir yang akan menghasilkan energi panas. Berbeda dengan pembakit listrik nuklir dengan reaksi fisi , reaksi fusi tidak menghasilkan limbah  nuklir sehingga lebih aman dan tidak terjadi radiasi nuklir. Diperkirakan lapisan tanah di kutub bulan memiliki potensi paling besar. Unsur isotop He 3 ini diperkirakan berada di lapisan tanah di bulan. Jika terbukti isotop He 3 ini melimpah di bulan, maka kelangkaan energi di dunia tidak akan terjadi lagi.

Bagaimana Mengeksplorasi Bulan

Banyak ahli berpendapat bahwa untuk mengeskplorasi potensi mineral di bulan harus sama seperti cara yang selama ini terbukti di planet bumi. Direktur Center for Space Resources, Colorado School of Mines , Angel Abbud – Madrid mengatakan bahwa proses seperti pemboran , sampling dan proses pengolahan menjadi proses pembuktian dalam eksplorasi mineral di Bulan. Selain itu metode penginderaan jarak jauh dapat juga ditempuh untuk melihat potensi di bulan.  Selain itu identifikasi unsur yang berada di atmosfer bulan sepeti oksigen dan hydrogen diperlukan sebagai unsure yang diperlukan dalam proses eksporasi.

Mimpi Menambang Bulan

Ilustrasi proses menambang bulan (Sumber : http://thehigherlearning.com)

Saat ini mimpi untuk menambang di bulan masih jauh dari kenyataan. Negara yang terdepan mewujudkannya yaitu negara china dengan mengirim misi pendaratan. Saat ini robot Jade Rabbit telah berada di bulan sejak desember 2013 untuk meneliti dan memetakan potensi bulan. China menjadi Negara pertama yang berhasil mendaratkan robot di Bulan setelah era dekade 70 – an.

Bagaimana dengan amerika ?. Saat ini Negara adidaya ini lebih memilih untuk pergi eksplorasi asteroid. Setelah membatalkan misi kembali ke bulan. Obama lebih memilih mengirim robot ke asteroid. Dan lebih memilih mengirim astronaut ke asteroid di masa yang akan datang.

Fabrizio Bozzato kandidat doctor dari Universitas Tamkan di Taiwan mengatakan bahwa china sangat serius untuk mewujudkan mimpi menambang di bulan. Mimpi menambang di bulan ini akan sangat bermanfaat sebagai kemajuan peradapan manusia. Selain itu dengan tidak adanya pesaing lainnya diperkirakan Negara china akan memonopoli dan menguasai sumber He 3 sebagai energi yang tidak ada batasnya.

Bagaimana dengan Indonesia 

Indonesia mungkin harus menunggu lama untuk bersaing keluar angkasa. Sejak peluncuran satelit pertama Indonesia – Palapa , penelitian ke luar angkaa menjadi pilihan terakhir bagi pemerintah. Bahkan mimpi mengirim warga Negara Indonesia  pertama ke luar angkasa  harus melalui sponsor pengharum badan. Bukan melalui lembaga Antariksa Nasional (Lapan).  Mimpi Lapan sebagai lembaga yang menyamai NASA sebagai lembaga prestis dan pemimpin eksplorasi ruang angkasa masih jauh dari harapan. Mungkin butuh beberapa dekade lagi bagi indonsia untuk mengirim misi ke bulan seperti saat mimpi memiliki satelit pertama Palapa.
Read More

Jumat, 09 Januari 2015

Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Di Kutub Utara (Artik)

Kawasan ekplorasi di Kutub Utara
Kutub utara daerah paling ujung dari planet kita bumi saat ini menjadi incaran berbagai perusahaan minyak dan gas bumi dunia. Negara di dekat kutub utara seperti Rusian, Norwegia, Canadan , dan Amerika (Alaska) sangat aktif dalam kegiatan ekslplorasi minyak dan gas di daerah tersebut. Berdasarkan data seismik di sekitar daerah kutub utara diperkirakan memiliki pontensi sebesar 20% dari minyak dan gas yang belum ditemukan. Meskipun begitu daerah ini belum disentuh eksplorasi karena berada di daerah yang terpencil, suhu yang ekstrem dan komplesk dan besarnya risiko operasi ekslporasi hidrokarbon di daerah ini. Selain itu eksplorasi di daerah ini mendapat tantangan dengan advokat yang menganggap bahwa perubahan di daerah artik akan sangat menggangu dan merusak keseimbangan kingkungan di artik. Seperti diketahui artik merupakan lautan yang membeku akibat suhu yang dingin. Sehingga perubahan lingkungan di artik dikuatirkan akan mengakibatkan perubahan lingkungan.

Daerah Artik sendiri sejak tahun 1920 telah di eksplorasi dan menghasilkan penemuan di Alaska, kanada, dan norwegia. Walaupun daerah artik telah terjadi penurunan produksi minyak dan gas , penolakan lingkungan dan sulitnya ekslporasi tetapi daerah ini tetap sangat menarik sebagai tempat eksplorasi minyak dan gas. Saat ini Norwegia sangat aktif dalam meneliti dan mengeksplorasi daerah ini. 


Beberapa projek yang dikembangkan di daerah artik antara lain :

Rusia

Kawasan Laut Kara Rusia

Kawasan Kutub Utara (Artik) di Rusia diperkirakan mencapai 100 milyar barrel minyak. Beberapa aktivitas eksplorasi antara lain berada di Laut Kara kerjasama antara Rosneft dan Exxon Mobil. Beberapa seismik telah dilakukan di Laut Kara dan berdasarkan perhitungan cadangan sekitar 87 millyar barrel minyak dan potensi lebih dari minyak di Saudi Arabia. Sayangnya akibat konflik Ukraina , Rusia mendapatkan sanksi dari Negara Amerika dan sekutunya sehingga kerja sama ini tertunda akibat sanksi ini. Selain di Laut Kara Rusia melalui perusaan Gazprom telah sukses dalam ekslporasi dan pengembangan lapangan laut lepas di daerah Artik. Berada di Laut Pechora telah dapat diproduksi minyak dan gas pertama rusai dari kawasan Artik ini. Produksi minyak dari lapangan ini dimulai sejak 2011 dan banyak yang memprotes eksploitasi di daerah ini terutama dari Kapal Greenpeace yang mebuat menjadi berita utama di tahun 2012. Selain itu lapangan Shtokman dengan cadangan sumberdaya sebesar 134 Tcf gas telah ditemukan pada tahun 1988, tetapi belum dikembangkan. Lapangan ini berada sekitar 340 mil dari daratan dan berada di Laut Barents. Gazzprom memperkirakan lapangan ini akan diproduksi pada tahun 2019 seiring dengan pembangunan pipa gas dari Laut Barents ke daerah Baltik.

Amerika
 
Penolakan eksplorasi di kawasan artik oleh greenpeace
Sejak 2012 Shell telah menghabiskan kira – kira 6 milyar dollar untuk eksplorasi di Laut Beaufort dan Laut Chukchi . Shell telah menyelesaikan pemboran di dua sumur pada tahun 2012 di Beaufort dan Chukchi, membuat kembali industry minyak dan gas ke laut Alaska sejak satu dekade yang lalu. Pada bulan Juli 2014 shell mengajukan untuk melakukan pemboran di dua sumur di laut Chuckchi. Pengajuan ijin ini saat ini masih di review oleh pemerintah Federal Alaska. Di lain pihak pendukung lingkungan melakukan protes dalam pengembangan lapangan ini.

Nowegia
 
Laut barents Norwegia potensi penemuan hidrokarbon

Laut Barent Norwegia dimana perusahaan Statoil telah membora lebih dari 100 sumur eksplorasi sejak tahun 1980, menjadikan daerah ini sebagai daerah yang baik untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Daerah ini sangat mungkin dilakukan eksplorasi karena adanya aliran hangat dari aliran sungai dan jarang berubah menjadi lautan es. Pada tahun 2014 Statoil ni kurang mendapatkan hasil yang baik dalam eksplorasi. Tiga daerah di utara Wisting Central , Apollo dan atlantis menghasilkan sumur yang kering, sedangkan Mercury hanya menghasilkan sedikit penemuan gas. Walaupun begitu dengan masih banyaknya daerah yang belum dieksplorasi di Laut Barents dan sedikitnya sumur yang telah dibor di bagian utara menjadikan daerah ini menjadi tantangan bagi Statoil.

Referensi
World Oil Magazine , Month December 2014
Read More

Kamis, 23 Oktober 2014

Endapan Mineral Hidrotermal




1. Prinsip-prinsip Proses Hidrotermal


 Diferensiasi magmatik menghasilkan produk awal dan akhir fluida magmatik, dapat berupa konsentrasi logam yang utama dalam magma. Larutan hidrotermal membawa keluar logam-logam dari pembekuan intrusi ke tempat logam tersebut diendapkan yang ditentukan oleh banyak faktor di dalam pembentukan endapan mineral epigenetik. Larutan-larutan akan secara gradual kehilangan panas dengan bertambahnya jarak dari intrusi, oleh karenanya akan menghasilkan tipe endapan hidrotermal yang mempunyai karakteristik temperatur tinggi yang dekat dengan intrusi kemudian endapan hidrotermal temperatur menengah pada beberapa jarak dari intrusi serta endapan hidrotermal temperatur rendah pada daerah yang jauh dari intrusi.


Lindgren (1950), membedakan atas tiga jenis endapan hidrotermal yakni: hipotermal, mesotermal dan epitermal, termasuk di dalamnya temperatur dan tekanan serta faktor lingkungan geologi yang sangat berpengaruh terhadap pembentukannya.
Larutan hidrotermal dapat menghasilkan endapan mineral dalam berbagai bentuk oleh suatu bukaan (opening) dalam batuan, yang dapat berupa cavity filling deposits atau oleh metasomatic replacement dalam batuan yang menghasilkan replacement deposits. Pengisian suatu opening oleh presipitasi kadang-kadang diikuti oleh replacement dari wall opening, sehingga dapat secara gradasi menghasilkan dua tipe endapan mineral. Secara umum replacement dominan terjadi di bawah kondisi tekanan dan temperatur tinggi dekat intrusi dan menghasilkan endapan hipotermal, sedangkan cavity filling dominan di bawah kondisi temperatur dan tekanan rendah yang menghasilkan endapan epitermal.

Sifat geologi dari proses hidrotermal menghasilkan endapan mineral yang mensuplai sebagian besar kebutuhan logam. Di antaranya adalah logam mulia emas dan perak, tembaga, timbal, seng, mercuri, antimoni dan molibdenum, serta sebagian besar logam minor dan beberapa mineral-mineral non logam.

Pembentukan endapan hidrotermal terutama dipengaruhi oleh: (1) ketersediaan larutan yang mengandung unsur-unsur mineral yang memungkinkan terurai dan tertransportasi; (2) adanya suatu bukaan (opening) dalam batuan yang memungkinkan dilalui oleh larutan yang dapat berupa channeled; (3) adanya lingkungan pengendapan atau tempat untuk diendapkannya kandungan mineral; (4) adanya reaksi kimia yang dihasilkan dalam pengendapan; dan (5) faktor konsentrasi pengendapan yang cukup dari mineral matter sebagai endapan konstituen yang workable.

2. Sifat dan Pergerakan Larutan Hidrotermal
Larutan hidrotermal di alam banyak ditafsirkan dan disimpulkan oleh analogi dengan beberapa tipe mataair panas yang menyertainya. Kenyataannya mungkin hanya dalam bentuk endapan mineral atau batuan samping (wall rock alteration). Hidrotermal secara tidak langsung merupakan air panas yang diperkirakan mempunyai kisaran temperatur dari 500ºC hingga 50ºC, di mana temperatur yang tinggi juga berada di bawah tekanan tinggi. Substansi-substansi kimia diperkirakan terbawa oleh larutan kimia yang kemungkinan berupa larutan koloidal.

Pergerakan larutan hidrotermal dari sumber ke suatu tempat pengendapannya, tergantung pada besarnya bukaan yang ada dalam batuan. Deposisi tubuh utama dari mineral-mineral asing meliputi kebutuhan suplai terus-menerus material baru dan rata-rata melalui suatu channel wayyang ada. Bukaan bisa saja saling berhubungan yang selanjutnya berupa endapan cavity filling yang secara nyata tidak dapat terbentuk tanpa adanya cavityyang terisi. Demikian pula dengan replacementtidak dapat terbentuk tanpa adanya larutan yang dapat menjangkau batuan yang mengalami replacement. Konsekuensinya, maka bukaan dalam batuan merupakan hal yang mendasar dalam pembentukan endapan epigenetik. Demikian juga hal yang terutama dalam keberadaan tubuh air tanah, minyak atau gas. Berbagai tipe bukaan dalam batuan dapat merupakan tempat terdapatnya bijih atau keluarnya larutan yang mengalami pergerakan.

4.3 Faktor yang Mempengaruhi Pengendapan
Pengendapan larutan hidrotermal, didominasi oleh perubahan kimia di dalam larutan, reaksi antara larutan dan wall rocks atau vein matter dan perubahan dalam temperatur dan tekanan.
Reaksi dan Perubahan Kimia. Larutan dengan kandungan mineral-mineral yang terbawa akan mengalami perubahan komposisi oleh reaksi dengan wall rocks yang dilewati secara langsung. Batuan-batuan silikat menjadi alkalin atau sangat alkalin.

Dalam replacement, dapat terjadi substitusi mineral-mineral baru atau lebih, pada bagian tempat terjadinya reaksi kimia antara larutan dan padatan.

Temperatur dan Tekanan. Faktor yang terpenting dari promosi deposisi dari larutan hidrotermal adalah perubahan dalam temperatur dan tekanan.

Larutan hidrotermal dimulai dari suplai panas oleh magma dan secara perlahan akan menurun setelah melewati batuan. Temperatur tergantung pada panas yang hilang pada saat melewati wall rocks yang sangat dipengaruhi juga oleh jumlah larutan yang mengalami pergerakan dan reaksi eksotermis, sehingga bukaan (opening) pada batuan juga mengakibatkan kehilangan panas.
Read More

Rabu, 22 Oktober 2014

Potensi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu), Banyuwangi, Jawa Timur




Penemuan endapan emas dan tembaga di bukit tujuh / tumpang pitu menarik tentang penelitian endapan mineral logam di sepanjang pantai selatan jawa. Seperti diketahui sepanjang pantai selatan jawa ini mengandung potensi mineral logam emas, perak, dan tembaga. Sayangnya eksplorasi di bagian timur jawa kurang berkembang dibandingkan di bagian barat pulau jawa yang berhasil menemukan cadangan deposit ekonomis mulai dari cibaliung, pongkor, ciemas, cikotok, pengalengan, dan bunikasih. 

Pada tahun 2006 di daerah tumpang pitu , banyuwangi, ditemukan endapan mineral logam emas dengan kandungan sebesar 22.000 ton. Perusahaan yang melakukan penyelidikan eksplorasi ini yaitu PT. Indo Multi Niaga (IMN). ijin eksplorasi mineral logam emass dan ikutanya dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi yang saat itu dijabat oleh Ratna Ani Lestari dan diregistrasi dengan Nomor 188/57/KP/429.012/2006 pada tanggal 23 Maret 2006. Tapi pada tahun PT. Indo Multi Cipta mengajukan surat nomo 07/IMC/VII/2006  untuk memindahkan ijin eksplorasi kepada PT indo Multi Niaga (IMN). Permohonan ini dikabulkan oleh bupati banyuwangi dengan menerbitkan Surat Keputusan Kuasa Pertambangan atas nama  PT. Indo Multi Niaga tanggal 16 februari 2007 dengan nomor registrasi 188/05/KP/429.02/2007.

Pt Indo Multi Niaga diwajibkan melakukan kegiatan eksplorasi dengan berpedoman pada peraturan Undang – undang yang berlaku. Cebakan mineral emas ini diketemukan berdasarkan pemboran eksplorasi sebanyak 14 lubang bor dengan kedalaman total 4.100 meter pada KP eksplorasi PT Imn seluas 11.621,45 ha atau 116,21 km 2. Cebakan emas ini diketemukan dalam bentuk urat – urat kuarsa pada batuan volkanik yang diterobos oleh intrusi batuan diorit, andesir, granodiorit, dan dasit. Fenomena cebakan urat ini banyak ditemukan di sepanjang pantai selatan jawa seperti cikotok, pongkor, cemas, dan cibaliung Banten. Berdasarkan studi  geologi cadangan mineral bijih mencapai 9.600.00 ton dengan kadar rata rata emas 2,3 pp, dengan cadangan emas sebesar  230,8 ton. Selain cebakan emas primer dari urat kuarsa , potensi mineral emass juga didapat dari cebakan mineral sekunder/ plaser. Keberadaan mineral emas ini berada di sekitar kawasan perhutani.

Lokasi Tumpang Pitu, Banyuwangi

Lokasi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu) Banyuwangi, Jawa Timur
 Tujuh Bukit (Tumpang Pitu ) berada di kecamatan Pesangrahan, Kabupaten Banyuwangi. sekitar 250 km dari kota Surabaya, Ibukota provinsi Jawa Timur. secara Koordinat berada di sekitar 8 35 20 S dan 114 01 08 N. Desa terdekat dengan lokasi tambang tumpang pitu ini berada di Desa sumberagung. Selain itu lokasi tambang emas tumpang pitu ini dekat dengan lokasi wisata Pantai Merah. dan diapit oleh 2 hutan suaka margasatwa Baluran dan Meru Betiri. Ijin penambangan sendiri terdiri dari dua ijin yaitu eksplorasi dan eksploitasi. sebagian besar lokasi merupakan kawasan Hutan Lindung, sawah , dan kebun milik warga sekitar.

Sejarah Eksplorasi

Daerah ini dieksplorasi pertama kali oleh PT. Hakman Platina Metalindo dan teman usaha  Golden Valley mines dari Australia. Golden Valley mengidentifikasi adanya potensi di daerah tumpang pitu dan Salakan berupa  endapan tipe porfiri yang dilakukan pada tahun 1997 - 1998. kemudian dilakukan survei geokimia yang intens dan pemboran eksplorasi dengan 5 titik selama maret - Juni 1999. Pada februari 2000 Placer Dome masuk melalui Golden Valley dengan memiliki saham 51% dan bertanggung jawab atas operasional kegiatan eksplorasi. Kemudian dilanjutkan dengan survei IP dan geokimia yang selesai antara april - may 2000. Hasil dari Ip resisstivity memiliki kaitan antara anmali resitivitaas dengan zona urat vuggy quartz. saynagnya Placer kemudian menarik diri dari Tumpang Pitu akibat jatuhnya harga mineral logam di pasar internasional, ketidakstabilan politik, dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Pada juni 2006 Hellman dan schofield pty berkerjasama dengan IMN sebagai investor dan yang bertangung jawab atas kegiatan eksplorasi berdasarkan Kode JORC (Joint Ore Reserve Committe).
Read More