Tampilkan postingan dengan label Pantai Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai Selatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2015

Menyingkap Harta Tersembunyi di Pantai Prigi , Kabupaten Trenggalek



 
Perbukitan Selatan Pulau Jawa Di Trenggalek

Dibalik indah dan menariknya Pantai Prigi, Trenggalek ternyata menyimpan potensi sumberdaya alam yang besar. Potensi ini berupa logam emas dan tembaga yang tersebar di sekitar lokasi Pantai Prigi , Trenggalek. Diantara terjalnya perbukitan dan indahnya Pantai Prigi disinilah letak potensi logam tersebut. Pada sekitar tahun 2009 hingga 2014 bahkan perusahaan Australia mengajukan ijin usaha pertambangan ke pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan kegiatan eksplorasi di sekitar Pantai Prigi. Hal ini karena potensi logam emas dan tembaga ini sangat besar dan tersebar dari ujung barat pulau jawa hingga pulau Sumbawa di Nusa Tenggara. Jalur ini disebut dengan jalur mineralisasi logam emas dan tembaga. Mulai dari Cibaliung di Banten,Pongkor di Bogor, Ciemas di Sukabumi, hingga penemuan tambang emas yang terbaru Tumpang Pitu di Banyuwangi sampai Batu Hijau dan Elang di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Potensi emas yang tersebar di Pantai Selatan inilah yang menjadi incaran perusahaan asing di Indonesia. 



 Gambar 1. Jalur mineralisasi logam emas dan tembaga sepanjang pantai selatan pulau jawa sampai nusa tenggara. 

Perusahaan yang melakukan eksplorasi di daerah Pantai Prigi ini bernama Arc Exploration. Perusahaan asal Australia ini melakukan beberapa kegiatan antara lain pengambilan sampel batuan dan melakukan pengeboran di sekitar perbukitan Pantai Prigi.Perusahaan ini memiliki 95% kepemilikan ijin eksplorasi emas di sekitar Pantai Prigi. Sedangkan sisanya dimiliki oleh perusahaan Indonesia bernama PT. Sumber Mineral Nusantara.

 

Lokasi Eksplorasi



Gambar 2. Lokasi Ijin Usaha Pertambangan yang berada di 5 kecamatan , di kabupaten Trenggalek.

Lokasi eksplorasi emas ini berada di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur tepatnya berada di delapan kecamatan di wilayah Trenggalek antara lain Kecamatan Tugu, Karangan, Pule, Dongko, Kampak, Gandusari,Munjungan, dan Watulimo. Lokasi ini di berada di Utara dari Pantai Prigi , Trenggalek. Luas ijin usaha ini sebesar kurang lebih 30.000 ha / 300 km2. Lokasi ini sekitar 180 km ke arah barat dari penemuan tambang emas tumpang pitu/ tujuh bukit , Banyuwangi.


Gambar 3. Potensi endapan logam di sepanjang pantai selatan jawa timur, Trenggalek berada sekitar 180 km dari tambang emas Tujuh Bukit, Banyuwangi (Rohrlach, 2011).

Sejarah eksplorasi emas di pantai selatan jawa ini sudah lama diketahui sejak zaman belanda hingga saat ini. Pada zaman pendududukan Jepang hingga perang dunia ke dua , beberapa tambang emas diusahakan di barat daerah eksporasi terutama perbukitan selatan di sekitar Kabupaten Pacitan. Beberapa cebakan diduga ada di pantai selatan Pacitan ini terutama tipe cebakan epitermal dan beberapa tipe deposit skarn – base metal. Sedangkan eksplorasi di daerah Pantai Prigi, Trenggalek dimulai sekitar tahun 1990-an. Beberapa perusahaan mengidentifikasi adanya potensi cebakan mineral emas tipe urat / epithermal di daerah Pantai Prigi.
        
Geologi Regional


Gambar 4. Peta Geologi Tulungagung dan daerah IUP di daerah Trenggalek (Samodra, dkk., 1992).

Secara geologi regional daerah Trenggalek berada di pegunungan selatan jawa yang dibatasi oleh endapan kuarter gunung api jawa di utara dan endapan cekungan muka busur (fore arc basin) di selatan. Pegunungan selatan ini terdiri dari endapan vulkanik berumur miosen yang telah terangkat dan tererosi. Secara umum geologi daerah ini dideskripsikan oleh Samodra dkk. (1992). Geologi daerah ini secara umum didominasi dua litologi yang saling menjari yaitu Formasi Mandalika dan Formasi Arjosari. Formasi ini terdiri dari lava andesit, vulkanik breksi, aliran breksi lahar, dan berupa batuan sedimen. Kemudian di atasnya secara stratigrafi diendapkan batuan gamping dan batuan vulkanik yang terdiri dari batupasir, tuf, batulempung dan batulanau. Tuf ini berselang – seling dengan batugamping dan sebagian terubah menjadi ubahan silifikasi di daerah seperti dalangturu, suruh, dan Jati prospek. Intrusi andesit berupa sill dan dyke memotong batuan ini.beberapa intrusi berdiameter 1-3 km dengan bentuk silinder. Beberapa intrusi ditandakan dengan bukit berketinggian 100 meter. Beberapa bagian intrusi menunjukkan struktur columnar joint. Sebagian intrusi terubahkan dengan derajat rendah, sebagian terdapat mineral ubahan kalsit, kuarsa dan urat zeolit. Diperkirakan intursi ini merupakan  batuan pembawa mineralisasi (host rock) di daerah ini. Beberapa tempat di daerah ini juga ditemukan adanya pertambangan kaolin , manifestasi dari mineral alterasi di Jati prospek. Sedangkan tiga tempat ditemukan pertambangan feldspar di sekitar intrusi rhyodacite sekitar 2 km dari Gregah prospek.

Secara umur pembentukan mineralisasi logam diperkirakan berumur dari oligosen hingga miosen. Intrusi pembawa mineral antara lain berupa intrusi andesit, diorit, dan dasit. Sedangkan batuan yang diterobos merupakan batuan vulkanik yang merupakan bagian dari Formasi Mandalika dan Formasi Arjosari. Hubungan Stratigrafi ini dapat dilihat dari penampang geologi dibawah ini (gambar 5).



Gambar 5. Penampang geologi daerah trenggalek ( Samodra, dkk., 1992)

Struktur geologi daerah didominasi dengan arah NE-SW dan NW-SE. struktur yang ditemui sebagai besar berupa struktur sesar geser kanan dengan arah NE – SW, dan struktur seser geser mengiri dengan arah NW – SE. Selain struktur sesar geser juga dijumpai sesar naik dengan arah timur – barat. Struktur sesar ini memotong batuan yang berumur tersier. Sedangkan pada endapan kuarter, sesar ini tidak nampak dan tertimbun oleh batuan di atasanya. Oleh karena itu diperkirakan umur pembentukan sesar ini berumur lebih muda dari tersier dan lebih tua dari umur kuarter.

Prospek potensi logam

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Arc Exploration ditemukan daerah yang memiliki potensi logam ini. Beberapa daerah ini dinamakan sebagai prospek yang akan lebih ditinjau lebih jauh. Prospek – prospek ini antara lain : Kojan, Dalangturu, Jati, Suruh, Timahan, Gregah dan Jombok di bagian utara. Sedangkan Jerambah, Singgahan, Sentul, dan Buloroto di bagian selatan IUP (gambar 6).

  Gambar 6. Prospek potensi logam di IUP

Prospek Sentul , Kojan , Dalangturu, Jati dan Suruh dicirikan dengan dengan urat kuarasa yang membawa logam emas. Urat ini memanjang dengan arah NE – SW dan NW - SE, searah dengan struktur utama di daerah ini. Sebagian tempat urat ini memanjang hingga beberapa kilometer seperti di Sentul prospek dan Kojan Prospek. Urat kuarsa ini ditandai dengan tekstrut banded, massive, dan breksi hidrotermal. Urat kuarsa ini tebalnya kurang dari 1 meter di bagian utara, sedangkan di bagian selatan ditemukan hingga mencapai tebal lebih dari 10 meter (gambar 7). Zona silisifikasi ditemukan di bagian timur laut IUP seperti Dalangturu, Suruh dan Gregah prospek. Silisifikasi breksi hidrotermal ditemukan menyebar di Dalangturu prospek sedangkan di bongkah batuan silica sinter ditemukan di daerah Suruh prospek.ubahan hidrotermal yang ditemukan antara lain silisifikasi, argilik, dan propilitik tersebar di semua prospek.


 Gambar 7. Pengambilan contoh batuan di sungai prospek Kojan

Beberapa prospek telah diteliti dan menghasilkan potensi emas yang cukup baik. Hasil ini antara lain berupa 9 m batuan bor di prospek sentul menghasilkan 4.5 g/t Au dan 8 g/t Ag , prospek Buloroto menghasilkan 3.2 g/t Au & 60 g/t Ag sepanjang 13,2 m dan  4.9 g/t Au & 149 g/t Ag di Prospek Kojan sepanjang 6.6 m. Selain prospek di atas yang diidentifikasi sebagai tipe high sulfida , beberapa prospek juga diteliti untuk mengetahui potensi endapan porfiri seperti di Tumpang Pitu , Banyuwangi.

Prospek Suruh

Prospek Suruh merupakan salah satu prospek yang berada di bagian utara IUP penelitian.  Prospek suruh ini ditandai dengan silika, jasperoid, dan breksi hidrotermal. Dari penelitian dilakukan uji parit sebanyak 13. Area ini seluas 400 x 200 m dan ditandai dengan silika sinter, breksi hidrotermal, dan stokcwork kuarsa. Hasil uji parit menghasilkan data berikut ini.

Hasil uji parit di atas yang menunjukkan anomaly arsenic, antimony, merkuri dan breksi yang berada di prospek ini diintrepretasikan merupakan bagian permukaan dari sistem epitermal yang telah tererosi. Sedangkan dari data pemboran di Prospek Kojan 4km dari Prospek Suruh mendapatkan 11,3 g/t Au, dan 293 g/t Ag sepanjang 1,6 m serta sepanjang 6.6 m  4.9 g/t Au dan 149 g/t Ag yang merupakan dari urat kuarsa. Maka analogi yang paling baik potensi dari Prospek Suruh ini seperti tambang emas Toka Tindung di Sulawesi Utara dengan dicirikan adanya breksi hidrotermal dan silika sinter yang berada di sekitar urat kuarsa pembawa mineral

Prospek Sumber Bening

Pada awal eksplorasi tipe mineralisasi yang diidentifikasi berupa epitermal high sulfide berupa urat dan breksi hidrotermal. Pada saat ini prospek Sumberbening dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan potensi tipe porfiri seperti di daerah Tumpang Pitu , Banyuwangi (gambar 8). Prospek ini berada di bagian barat eksplorasi. Arah struktur didominasi dengan arah N – NE. Struktur ini  memotong bentuk melingkar dengan panjang 4 km. Prospek ini ditemukan adanya vuggy quartz dengan dikelilingi alterasi lempung dan silika. Mineral alterasi ini antara lain quartz, kaolinit, dickite, pyrophyllite, alunite, illite, muscovite, dan disseminated pyrite. Sistem alterasi muncul seluas 2 km2 ditandai dengan litocap high sulfida sistem. 
 Gambar 8. Contoh tipe endapan logam emas berupa porfiri yang berkaitan dengan high sulfida

Kemungkinan tipe mineral porfiri (quartz – feldspar porfiri) berada di bawah mineralisasi high sulfida. Selain itu berdasarkan anomali geokimia tanah dan batu menemukan anomaly emas dan elemen lainnya ( Cu, Mo, dan Bismuth). Hasil unsur Au 0,14 gr/ton, Cu 227 ppm, Mo 37 ppm, dan bismuth 1410 ppm. Anomali ini berasosiasi dengan zona vuggy silica, breksi silisifikasi, dan stockwork quartz limonite yang memotong batuan intrusi andesit serta batuan sekitarnya. Alterasi penutup, anomaly geokimia dan alterasi yang berhubungan dengan intrusi mengidikasikan tipe endapan mineral seperti model di Tumpang Pitu , Banyuwangi, Jawa Timur.


 Gambar 9. Kegiatan survei IpP di Prospek Sumberbening
Untuk memastikan model ini diperlukan beberapa tindakan antra lain berupa survey ip resistivity (gambar 9)  dan pemboran awal. Hasil dari survey geofisika memperkirakan bahwa litocap alterasi berada dalam dan diduga zona berada pada perubahan mineral magnetit dengan zona alterasi potasik.

Prospek Jerambah

 Gambar 10. Hasil airbone magnetik


Prospek Jerambah berada di bagian selatan IUP daerah penelitian. Prospek ini sekitar 2 km dari Prospek Buloroto. Hasil pemboran yang dilakukan mendapatkan hasil berupa batuan sepanjang 24.5 m mengandung tembaga (Cu) 0.21% dan emas (Au) 0.51 gr/t. Hasil ini diperkirakan merupakan bagian dari sistem epithermal di prospek Buloroto. Sedangkan Prospek Jerambah diperkirakan berupa porfiri yang didapatkan dari interpretasi data survey airbone magnetic (gambar 10). Selain itu dari data geofisika terlihat ada kelurusan struktur yang berhubungan dengan zona alterasi dan berada di pusat intrusi dan berhubungan dengan intrusi stock. Berdasarkan di lapangan terlihat ada zona ektensif seluas 1.5 km x 2 km yang berkaitan dengan intrusi diorite. Hasil pencotohan di permukaan mengindikasikan berupa tipe high sulfide yang merupakan litocap dari tipe porfiri. Hasil laboratorium menghasilkan unsur Cu 562 ppm dan Mo 37 ppm. 


 Gambar 11. Hasil batuan pemboran di Propek Jerambah


Pemboran percobaan telah dilakukan di prospek ini dan menghasilkan berikut ini. Batuan hasil pemboran ini antara lain memotong batuan vulkanik, batugamping, dan beberapa batuan intrusi antara lain diorite, tonalit, dan andesit (gambar 11). Batuan breksi diperkirakan merupakan bentukan pipa seperti di sistem porfiri. Sedangkan mineral alterasi mengindikasikan bahwah temperature pembentukan sangat tinggi ditandai dengan mineral epidot, garnet, magnetit, dan biotit sekunder. Hasil assay pada pemboran menghasilkan 2 m 0.1% Cu, 0.05 g/t Au, 12 g/t Ag, 12 g/t Mo.

 Prospek Singgahan

 Gambar 12. Hasil analisa geokimia tanah


Prospek Singgahan berada sekitar 3 km kea rah timur dari Prospek Buloroto. Potensi Prospek Singgahan berdasarkan data dari anomalygeokimia dan data dari airbone magnetic. Hasil ini kemudian dilanjutkan dengan melakukan survey geokimia tanah. Hasil dari geokimia tanah menghasilkan anomaly dengan lebar 500 m dan panjang 1000m (gambar 12). anomaly ini berada di atas zona alterasi silika-lempung-pirit dan berada di intrusi diorite dan andesit. Anomali paling tinggi sebesar 20 ppb Au, 90 ppb Cu , dan 4 ppm Mo. Dari uji parit diidentifikasi anomaly ini merupakan hasil dari pelapukan batuan yang mengandung urat kuarsa dengan tipe stockwork dan mengandung mineral magnetit, calcopirit dan pirit yang merupakan tipe mineralisasi porfiri


Potensi di luar IUP

Potensi di luar daerah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki oleh PT. Sumber Mineral Nusantara sangat tinggi terutama di bagian selatan (gambar 13). Potensi ini merupakan potensi yang sangat besar karena pusat dari pembawa mineralisasi berada di daerah ini. Potensi ini sangat dekat dengan Teluk Prigi. Beberapa potensi yang dapat dilakukan penelitian potensi logam antara lain berada di Gunung Tumpaksemi, Gunung Kumbokarno, Gunung Walu, Gunung Kukusan, Gunung Tumpakrengit, Gunung Mengongampar, Gunung Jong, Gunung Tumpakrakel, Gunung Suwu, Gunung Sikambe dan Gunung Selokanjal Kabupaten Trenggalek. Daerah ini merupakan daerah yang belum diambil alih oleh perusahaan – perusahan asing. Sehingga diharapkan potensi logam emas ini dapat dikelola dan diteliti oleh para putra daerah. Perlu ikut serta pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kepada putra daerah Trenggalek untuk mengolah potensi daerah ini agar jangan hanya perusahaan asing saja yang dapat menanamkkan usaha di daerah ini. Selain itu beberapa daerah merupakan masuk wilayah hutan lindung sehingga diperlukan peraturan pemerindah daerah agar eksplorasi dan eksploitasi dari potensi mineral ini tidak merusak lingkungan dan mengakibatkan bencana di masyarakat.



 Gambar 13. Potensi lain di luar IUP PT. SMN

Perlu kehati- hatian dalam melakukan eksploitasi di sekitar teluk Prigi, karena selain sebagai daerah wisata, daerah ini merupakan tempat penangkapan hasil laut. Sehingga harta terpendam di  teluk prigi bukan hanya dapat mensejahterakan pengusaha pertambangan tetapi juga dapat dirasakan warga sekitar sebagai pemilik sesungguhnya sehingga warga Trenggalek dapat sejahtera.
Read More

Rabu, 22 Oktober 2014

Potensi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu), Banyuwangi, Jawa Timur




Penemuan endapan emas dan tembaga di bukit tujuh / tumpang pitu menarik tentang penelitian endapan mineral logam di sepanjang pantai selatan jawa. Seperti diketahui sepanjang pantai selatan jawa ini mengandung potensi mineral logam emas, perak, dan tembaga. Sayangnya eksplorasi di bagian timur jawa kurang berkembang dibandingkan di bagian barat pulau jawa yang berhasil menemukan cadangan deposit ekonomis mulai dari cibaliung, pongkor, ciemas, cikotok, pengalengan, dan bunikasih. 

Pada tahun 2006 di daerah tumpang pitu , banyuwangi, ditemukan endapan mineral logam emas dengan kandungan sebesar 22.000 ton. Perusahaan yang melakukan penyelidikan eksplorasi ini yaitu PT. Indo Multi Niaga (IMN). ijin eksplorasi mineral logam emass dan ikutanya dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi yang saat itu dijabat oleh Ratna Ani Lestari dan diregistrasi dengan Nomor 188/57/KP/429.012/2006 pada tanggal 23 Maret 2006. Tapi pada tahun PT. Indo Multi Cipta mengajukan surat nomo 07/IMC/VII/2006  untuk memindahkan ijin eksplorasi kepada PT indo Multi Niaga (IMN). Permohonan ini dikabulkan oleh bupati banyuwangi dengan menerbitkan Surat Keputusan Kuasa Pertambangan atas nama  PT. Indo Multi Niaga tanggal 16 februari 2007 dengan nomor registrasi 188/05/KP/429.02/2007.

Pt Indo Multi Niaga diwajibkan melakukan kegiatan eksplorasi dengan berpedoman pada peraturan Undang – undang yang berlaku. Cebakan mineral emas ini diketemukan berdasarkan pemboran eksplorasi sebanyak 14 lubang bor dengan kedalaman total 4.100 meter pada KP eksplorasi PT Imn seluas 11.621,45 ha atau 116,21 km 2. Cebakan emas ini diketemukan dalam bentuk urat – urat kuarsa pada batuan volkanik yang diterobos oleh intrusi batuan diorit, andesir, granodiorit, dan dasit. Fenomena cebakan urat ini banyak ditemukan di sepanjang pantai selatan jawa seperti cikotok, pongkor, cemas, dan cibaliung Banten. Berdasarkan studi  geologi cadangan mineral bijih mencapai 9.600.00 ton dengan kadar rata rata emas 2,3 pp, dengan cadangan emas sebesar  230,8 ton. Selain cebakan emas primer dari urat kuarsa , potensi mineral emass juga didapat dari cebakan mineral sekunder/ plaser. Keberadaan mineral emas ini berada di sekitar kawasan perhutani.

Lokasi Tumpang Pitu, Banyuwangi

Lokasi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu) Banyuwangi, Jawa Timur
 Tujuh Bukit (Tumpang Pitu ) berada di kecamatan Pesangrahan, Kabupaten Banyuwangi. sekitar 250 km dari kota Surabaya, Ibukota provinsi Jawa Timur. secara Koordinat berada di sekitar 8 35 20 S dan 114 01 08 N. Desa terdekat dengan lokasi tambang tumpang pitu ini berada di Desa sumberagung. Selain itu lokasi tambang emas tumpang pitu ini dekat dengan lokasi wisata Pantai Merah. dan diapit oleh 2 hutan suaka margasatwa Baluran dan Meru Betiri. Ijin penambangan sendiri terdiri dari dua ijin yaitu eksplorasi dan eksploitasi. sebagian besar lokasi merupakan kawasan Hutan Lindung, sawah , dan kebun milik warga sekitar.

Sejarah Eksplorasi

Daerah ini dieksplorasi pertama kali oleh PT. Hakman Platina Metalindo dan teman usaha  Golden Valley mines dari Australia. Golden Valley mengidentifikasi adanya potensi di daerah tumpang pitu dan Salakan berupa  endapan tipe porfiri yang dilakukan pada tahun 1997 - 1998. kemudian dilakukan survei geokimia yang intens dan pemboran eksplorasi dengan 5 titik selama maret - Juni 1999. Pada februari 2000 Placer Dome masuk melalui Golden Valley dengan memiliki saham 51% dan bertanggung jawab atas operasional kegiatan eksplorasi. Kemudian dilanjutkan dengan survei IP dan geokimia yang selesai antara april - may 2000. Hasil dari Ip resisstivity memiliki kaitan antara anmali resitivitaas dengan zona urat vuggy quartz. saynagnya Placer kemudian menarik diri dari Tumpang Pitu akibat jatuhnya harga mineral logam di pasar internasional, ketidakstabilan politik, dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Pada juni 2006 Hellman dan schofield pty berkerjasama dengan IMN sebagai investor dan yang bertangung jawab atas kegiatan eksplorasi berdasarkan Kode JORC (Joint Ore Reserve Committe).
Read More

Rabu, 25 Desember 2013

Tambang Pasir Besi di Malang Selatan Mengancam Ekosistem Pantai Selatan

Negara berpenduduk terbesar dunia, China, merupakan tengkulak tertinggi soal pembelian hasil-hasil tambang dari Indonesia. Termasuk mineral pasir besi. Dalam jumlah besar, China diburu para pemodal dalam kaitannya jual beli pasir besi. Namun yang terjadi, tidak mudah memang memperoleh izin penambangan pasir besi.



Ilustrasi


Ditengarai, izin-izin tambang pasir besi dan sejenisnya di Jawa Timur termasuk Kabupaten Malang, hanyalah korporasi jahat antara pemilik modal dan pemerintah daerah demi memburu setumpuk rupiah. Tanpa memperhatikan kelestarian sumber daya alam sekitar. Investor melalui kepanjangan tangan anak buahnya, menabrak aturan dan undang-undang sekalipun.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, Kamis (21/11/2013) menduga, aktivitas penambangan pasir besi di Malang Selatan belum berizin. Data yang dimiliki Walhi pada tahun 2013 ini, hanya Kabupaten Jember yang sudah mengantongi izin sesuai Clear and Clean (CNC) dari Kementerian ESDM untuk selanjutnya dikeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

"Kami pernah bertemu dengan Kepala ESDM Kabupaten Malang dan menanyakan soal izin-izin aktivitas penambangan di wilayahnya. Ternyata, beliau tidak bisa menunjukkan dan memaparkan. Ini artinya, Walhi menduga memang tidak ada izin untuk tambang pasir besi di Malang Selatan," tegas Purnawan D Negara selaku Dewan Daerah Walhi, Jawa Timur.

Selama ini, kata Pupung, sapaan akrab aktivis lingkungan hidup tersebut, Pemkab Malang sudah menodai tata ruang yang bagus di pesisir pantai selatan. Namun ketika kawasan lindung kemudian diacak-acak aktivitas tambang pasir besi, nilai kerugian sumber daya alam yang ada di tempat itu, sangat besar.

"Pemkab Malang tidak pernah menghitung berapa kerusakan ekologinya dibanding pendapatan asli daerah dari pemasukan aktivitas tambang pasir besi. Ini yang tidak pernah disadari pemerintah," urainya.

Kehilangan sumber alam hayati di pesisir pantai akibat terkontaminasi aktivitas pasir besi, jauh lebih mahal harganya dari sekadar PAD. Jika Pemkab Malang masih tetap berpikiran keberadaan tambang pasir besi bisa meningkatkan PAD, ada kejanggalan dalam hal ini. Penghasilan pajak ataupun dari ijin pertambangan pasir besi, masih lebih bernilai terjaganya ekologi.
"Omong kosong kalau Pemkab memberi tempat pada aktivitas penambangan untuk meningkatkan PAD. Kecuali, dana perimbangan dari APBD plur untuk rakyat. Tapi faktanya, dana perimbangan tetap masih bertumpu pada tingginya belanja pegawai," terang Pupung.

Melihat fakta ini, visi misi Bupati Malang Rendra Kresna dalam program ekowisata seribu pantai, terkesan hambar dan gagal. "Percuma kalau visi dan misi Bupati tentang ekowisata seribu pantai kalau kemudian, tambang pasir besinya justru merusak kawasan lindung. Kami rasa program ini tidak lagi berpihak pada kelestarian alam," ucapnya.

Ketika eksplorasi tambang pasir besi Malang Selatan terus berjalan dan menuai gejolak, rakyat seperti dikorbankan. Melihat kondisi ini, Koordinator Presidium Kaukus Pemuda Malang Raya, Muhlis Ali menuturkan, adanya eksplorasi jangan sampai mengebiri hak-hak rakyat di sekitar kawasan tambang pasir besi.

"Era demokrasi, tidak cocok menggunakan model orde baru dalam membungkam tuntutan rakyat. Adanya gejolak pasir besi di Malang Selatan, seharusnya tidak memakai gaya premanisme seperti saat ini," urainya.

Adanya gesekan sosial yang memicu kekerasan perihal tambang pasir besi, lanjut Mantan Pengurus Besar HMI itu, karena ada problem sosialisasi dan komunikasi. Apabila eksplorasi bertentangan dan melanggar aturan yang ada, Bupati Malang harus berani mengambil sikap tegas.

"Bupati harus berani bersikap. Kalau memang ada izin, ya penuhi dong hak-hak masyarakat. Kalau tidak berizin, Bupati harus berani menghentikan aktivitas penambangan pasir besi," kata Muhlis yang juga Ketua Umum DPP Himpunan Generasi Muda Madura.


Sumber 
Read More