Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Tantangan di Tahun 2016 Bagi Geologis

Kerasnya studi lapangan

Tahun 2015 telah terlewati berbagai kejadian menarik terjadi selama tahun 2015. Mulai dari bangkitnya industri shale oil dan gas amerika, konflik ISIS - Suriah, terorisme di Paris, terjunnya harga minyak mentah, dunia  melemahnya ekonomi china, serta turunya harga komoditas logam seperti emas, tembaga, nikel, besi dan alumunium. Hal  ini sanggat berdampak luar biasa terhadap kegiatan eksplorasi mineral dan energi. Bahkan kondisi ini mengakibatkan bangkrut dan tutupnya perusahaan tambang tambang di indonesia. Di tahun ini pula salah satu tambang emas dunia indonesia Freeport membuat gaduh istana mengenai perpanjangan kontrak yang berakhir tahun 2011. Di bidang Minyak dan gas pengembangan FLNG (Floating Liquid Natural Gas) di Masela, Maluku terancam ditunda, hal ini menambah ketidakpastian dalam industri minyak nasional. Setelah mengalami masa - masa mengesankan , dunia eksplorasi mengalami kejatuhan. inilah dunia kadang di atas kadang dibawah. Bagaimana kita menghadapinya di saat saat sulit.

1. Back to school / Kembali ke riset

Kembali sekolah mungkin jadi pilihan.

Menghadapi lesunya kegiatan eksplorasi dan produksi sebagian geologis memilih untuk melanjutkan studi lanjut S-2 maupun S-3. sambil menunggu kembalinya permintaan logam dan energi dunia. di saat lesu ini akan sangat sulit bagi geologis untuk melakukan kegiatan explorasi. kegiatan ekplorasi seperti pemboran, survei seismik, maupun kegiatan yang memakan dana yang sangat besar akan ditunda bahkan dibatalkan. dengan kondisi saat bearish akan banyak perusahaan kontraktor yang akan gulung tikar. Perushaan penyedia servis kegiatan eksplorasi akan pertama terdampak. Perusahan ini antara lain peyedia layanan pemboran , well logging, penyedia semen pemboran, jasa survei seismik, graviti, maupun magnetotulerik. Lapangan dengan kondisi sulit seperti lapangan deep water , unconventional oil , tight oil, sand oil akn tutup. Sedangkan pertamabangan dengan akses sulit, cadangan yang tidak terlulau besar akan jatuh.



Karena banyaknya jatuh perusahaan eksplorasi dan ditundanya berbagai kegiatan eksplorasi maka saat yang tepat bagi geologist untuk melanjutkan pendidikan lanjut S -2 ataupun S - 3. Studi managemen bisnis, eksplorasi , maupun prosuksi dapat menjadi pilihan bagi yang berkecimpung di perusahaan.

Selain ke sekolah hal paling memungkinkan yaitu memulai riset - riset dasar. studi pustaka, review data lapangan, dan interpretasi ulang data - data yang ada dapat dilakukan. studi - studi ini tidak memerlukan dana yang besar. Belajar dari keberhasilan shale oil dan gas dimulai dengan studi studi dasar. Ketika harga minyak dan logam naik riset ini dapat diapplikasikan seperti keberhasilan pengembangan lapangan migas shale oil dan gas.

2. Galian C dan Bahan Bangunan

Galian C tidak pernah lesu 

Kondisi permintaan komodidas global yang lesu membuat harga turun. Berbeda dengan bahan komoditas bahan bangunan serti batu andesit, pasir , hingga keramik relatif tidak terpengaruh oleh permintaan global. Terlebih saat ini di saat presiden Joko Widodo dengan mencanangkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan , dan bandara akan meningkatkan permintaan terhadap bahan bangunan. Geologis dapat berperan dalam menentukan cadangan bahan galian ini seperti batu andesit, pasir, maupun tanah liat. Selain itu pembangunan 1 juta rumah dapat menjadi pendorong permintaan bahan baku ini.

3. Ahli GIS (Geographic Information System)

Walaupun GIS bukan keahlian utama geologis, tetapi ahli gis dapat menjadi pilihan alternatif. Hampir semua ahli geologi dapat mengoperasikan sofware seperti arcgis, autocad, mapinfo, dan lain sebagainya. keahlian ini dibutuhkan dalam bidang pemetaan seperti perusaan kebun sawit, pembuatan jalan dan kontruksi, maupun berbagai bidang pemetaan. Selain itu kemampuan pemetaan dengan remote sensing dapat menjadi pilihan.

Selain itu di saat teknologi digital hampir semua memanfaatkan peta dan permukaan bumi. aplikasi seperti Gojek, Squee, Lapakmakan, semua memafatkan peta. Para geologis dapat memanfatkan ini dengan membuat aplikasi seperti peta sumber mata air, aplikasi benccana, maupun berbagai lainnya.

Bahkan saat ini berbagai perusahaan game mulai mengembangkan aplikasi yang mengmabarkan secara nyata kondisi permukaan bumi. Game perang dan petualangan membutuhkan pengembang aplikasi ini.

4. Konsultan Keuangan

Cyril Noehadi Geologis yang berkecimpung di dunia keuangan

Saat kondisi lesu berbagai perusahaan eksplorasi dan produksi akan bangkrut dan meninggalkan aset maupun hutang. Ahli geologis dapat membantu untuk mengevaluasi perusahaan yang bangkrut maupun dijual. Keahlian menganalisa ini akan sangat dibutuhkan.salah satu orang terkaya indonesia Sandiago Uno berhasil bangkit dari krisis dengan mengakuisisi saham Adaro melalui Saratoga Investment. Keahlian ini akan berguna untuk memilih perusahaan yang bangkrut tetapi memiliki pontensi 5 - 10 tahun ke depan. hal ini teah dilakukan oleh Warrent Buffet untuk membeli saham saham energi dan tambang yang saat ini harganya jatuh. analisa yang jitu dan bagus akan membuat keuntungan besar di masa 10 tahun mendatang. Salah satu contoh nyata yaitu mantan Dirut Bursa Efek Jakarta Cyril Noerhadi yang merupakan lulusan geologi.

5. Penyediaan Air Bersih

Air merupakan kebutuhan utama setiap manusia. Saat ini sebagian besar dicukupi melalui air tanah. Dengan pertumbuhan industri yang besar pencemaran air tanah menjadi ancaman bagi manusia. air tanah yang ada ini tersimpan di dalam batuan dan terancam oleh limbah industri. Potensi pencemaran ini dapat dicegah melalui analisa yang baik dengan mencegah pembangan di daerah resapan air. Selain itu geologis dapat berperan sebagai ahli yang dapat menghitung air maksimal yang diambil melalui mata air

6. Wisata Geologi
Teluk Ciletuh , Sukabumi salah satu geopark yang menyimpan batuan tertua di Pulau Jawa

Mungkin industri ini yang tidak terpengaruh terhadap guncangan ekonomi. hampir setiap minggu atau hari libur tempat wisata akan penuh dengan kunjungan. Geologis dapat menawarkan wisata alam yang mengagumkan. Hampir setiap hari saat pemetaan kita menemukan gua, air terjun , puncak bukit, maupun mata air panas. Pemandangan yang mengagumkan ini dapat menjadi daya tarik. Berbagai tempat eksotis sangat terkait dengan kondisi geologi. Geopark seperti Ciletuh dengan Curug Cikaso akan menjadi daya tarik apalagi disertai dengan penjelasan geologi bagaimana batuan jutaan tahun terankat dan tersingkap di permukaan. Selain geopark Ciletuh kawasan Geopark Karst Wonosari, Geopark Danau Vulcano Toba dapat menjadi daya darik wisatawan. Saat ini daerah Bandung mulai menjadi pilihan bagi kawasan wisata geologi seperti Gua Pawon dengan situs arkeologi , Stone Garden dengan batuan karst, Curug Dago  dengan situs prasasti Raja Thailand, kawasan Maribaya dengan air panas dan situs Gua Jepang dan Belanda. Bahkan akhir - akhir ini situs Gunung Padang menjadi destinasi favorit.

Itulah berbagai potensi bagi geologis di saat kegiatan ekstraksi melesu. Potensi ini dapat menjadi pilihan.  Adakah yang mau menambahkan ? Salam
Read More

Sabtu, 29 November 2014

Pemerintah Tunjuk Dwi Soetjipto Sebagai Dirut Baru Pertamina

Direktur Utama Pertamina yang baru Dwi Soetjipto.
Pemerintah Indonesia sebagai pemegang utama saham PT. Pertamina melalui Menteri BUMN Rini Soemarno akhirnya menunjuk mantan dirut PT. Semen Indonesia Dwi Soetjipto sebagai dirut Pertamina yang baru mengantikan mantan dirut Karen Agustiawan yang mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT. Pertamina. Dwi Soetjipto sendiri merupakan orang baru di dunia minyak dan gas. Sebelumnya Dwi Soetjipto lebih banyak berkarir di bidang semen. Dwi Soetjipto sendiri dinilai berprestasi saat memimpin BUMN Semen Indonesia yang saat itu terbagi menjadi berbagai macam perusahaan semen. Pada masa Dwi Soetjipto diusulkan agar terjadi pengabungan semua perusahaan semen di Indonesia menjadi satu holding berupa PT. Semen Indonesia. Induk ini membawahi tiga perusahaan yaitu Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa dan satu pabrik semen luar negeri Thang Long. Selain berhasil mengabungkan semua BUMN semen , Dwi juga berhasil melakukan ekspansi pabrik semen di luar negeri tepatnya di Negara Vietnam, Myanmar, dan Thailand. Dalam tujuh tahun terakhir PT Semen Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan dan laba usaha meroket naik. Pada tahun 2012 dalam kepemimpinan Dwi Soetjipto PT. Semen Indonesia dapat mendulang laba sebesar Rp 3,38 triliun. Pendapatan ini paling besar dibandingkan perusahaan semen lainnya yang beroperasi di Indonesia, seperti semen Holcim, Bosowa, Indocement dan lain- lain. Kinerja yang baik ini mengantarkan Dwi Soetjipto terpilih sebagai Dirut Pertamina, perusahaan BUMN terbesar indonesia. Tantangan pencarian dan penyediaan energi bagi warga indonesia menjadi tugas berat dirut yang baru.



Profil Dwi Soetjipto

Pendidikan dan Karir




Semen Padang awal karir Dwi Soetjipto dimulai.
Dwi Soetjiptto lahir di Surabaya pada tanggal 10 november 1955, pendidikan S-1 ditempuh di jurusan Teknik Kimia di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Pendidikan S-2 dijalanai di jurusan Managemen di Universitas Andalas (Unand), dan Doktoral ditempuh di Universitas Indonesia (UI) dalam bidang Ilmu Manajemen Kekhususan Manajeman Stratejik. Karir Dwi Soetjipto sendiri sangat erat dengan dunia semen dimulai dari diterima sebagai karyawan PT. Semen Padang (1981). Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan Semen Padang (1990-1995), kemudian menjabat Direktur Penelitian dan Pengembangan Semen Padang (1995-2003), Selain berkarir di Semen Padang Dwi Soetjipto juga pernah menjabat Komisaris Utama PT Igasar (1995-2003), dan Puncak karir di PT Semen Padang sebagai Direktur Utama (2003-2005). Selain itu juga Dwi menggagas adanya institut semen dan beton indonesia dan berperan sebagai Koordinator Bidang Diklat (2000 - sekarang). Karena keberhasilanya akhirnya Dwi ditunjuk sebagai Direktur Semen Gresik (2005-2014) (sumber). Sampai akhirnya ditunjuk sebagai dirut pertamina.

Keluarga




Ibu Handayani yang selalu menemani suami bertugas.
Dwi sendiri menikah dengan istrinya saat bekerja sebagai karyawan semen padang. Istrinya merupakan orang asli surabaya yang setia mendampingi dwi dimanapun berada. Ny. Handini Dwi Soetjipto atau Bu Dwi, panggilan akrabnya, lahir di Surabaya dan besar di daerah Krembangan, Surabaya, mengenal Dwi Soetjipto saat ia duduk di bangku SMP. Sementara Dwi Soetjipto sudah duduk di bangku kuliah di ITS Surabaya ujar Ibu Dwi yang juga aktif di Dekranasda Propinsi Jwa Timur (sumber). Kesetiaan ini diuji saat  ada permasalahan di semen padang pada saat dwi menjabat dirut disana. 

"Saat itu, 2003 saya ditunjuk sebagai Dirut di Semen Padang yang kala itu dalam situasi sedang puncaknya konflik di dalam grup," ujar Dwi". Dwi harus menerima penolakan dari pekerja bahkan dianggap sebagai pengkhianat. Saat itu Dwi harus menghadapi demo besar-besaran selama empat bulan. Bahkan Dwi tidak dapat berangkat menuju kantor karena para demonstran tersebut berjaga di depan pintu masuk atau gerbang Semen Padang (sumber). Bahkan waktu itu ia merencanakan memindahkan keluarganya ke kampung halaman, tetapi atas dorongan istri dan keluarnya ia megurungkan niatnya. "Keluarga saat terjadi demo mereka berada di dalam komplek Semen Padang, saya sendiri di luar, saya sarankan mereka sementara ke Surabaya dan sekolah di sana. Ketika itu saya ajak mereka ngomong, saya meminta sementara mereka pindah, tapi mereka tidak mau pindah, mereka malah ngomong, ‘kenapa kita harus pindah, bapak saja yang punya masalah tidak pindah’," jelasnya . 


Saat ini Dwi dikaruniai 4 orang anak adapun keempat anaknya, yakni Anak pertamanya, Aditiya Hadi Wicaksono mengambil kuliah di Monash University, Australia. Anak keduanya, Wahyu Agung Pramudito melanjutkan kuliah di University of Manchester Institute of Science and Technology (UMIST), Inggris, sekarang menjadi University of Manchester. Sementara anak ketiganya, Dananto Adi Nugroho kuliah di ITS dan lulus September lalu. Selanjutnya, Muhammad Baskoro Aji, si bungsu yang duduk di kelas 2 SMP (sumber)


Aktivitas Kemasyarakatan

Selain berkarir sebagai profesional Dwi juga aktif dalam kegiatan masyarakat berupa peningkatan ekonomi dan kegiatan olahraga. Tercatat Dwi aktif dalam olahraga beladiri Pencak Silat dan Tenis Lapangan. Pada saat berada di semen padang dwi juga sempat mendirikan pelatihan beladiri pencak silat untuk anak - anak sekolah dasar untuk sosialisasi pada masyarakat sekitar (sumber). Hal ini didasari atas pengalaman masa kecilnya. Pada saat kecil dwi terpaksa harus memberikan contekan kepada temannya, karena pada saat masa kecil Dwi tergolong pintar. Jika menolak maka kepalan tangan siap menerjang tubuhnya, oleh karena badan yang kecil akhirnya ia memutuskan belajar bela diri silat. Karena beladiri silat cocok dengan perawakannya yang kecil (sumber). Filsafat beladiri ini juga diterapkan dalam bidang bisnis yang ditekuninya karena setiap saat harus menghadapi persaingan yang keras dan dituntut agar pantang menyerah. Sinyal - sinyal persaingan bisnis ini sangat pas dianalogikan saat dalam bertarung. Selain aktif di olahraga beladiri silat, Dwi juga aktif dalam olahraga tenis lapangan setiap minggu selalu disempatkan untuk bermain tenis. Atas keaktifannya, akhirnya dwi dipercaya sebagai Ketua Pengurus Daerah Persatuan Tenis Lapangan Jawa Timur (Pengda Pelti) (sumber).

Dwi juga terkenal dekat dengan para jurnalis dan wartawan ini dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan oleh persatuan wartawan indonesia (PWI). Anugerah Pena Emas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini merupakan anugerah tertinggi yang diberikan PWI kepada individu yang memiliki rekam jejak positif dalam mendukung kebebasan berekspresi, kemerdekaan dan kemajuan pers nasional. Dwi adalah tokoh ke-34 yang menerima Pena Emas PWI sejak 1975 (sumber). Selain penghargaan Dwi juga pernah dipercaya sebagai ketua kontingen PWI Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) XI 2013 yang saat itu berlangsung di Banjarmasin. Kedekatan dengan para wartawan ini sangat membantu dalam menunjang tugas - tugas perusahaan sehingga diharapkan terjadi sinergi antara perusahaan BUMN dengan para wartawan (sumber). 



Prestasi dan Inovasi


Selain aktif bekerja sebagai kayawan semen indonesia dwi ,juga pernah mengajar di Institut Pelatihan Pembangunan sejak tahun 1999- sekarang. Pada tahun 2014, ia ditetapkan sebagai Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STIM) dan Komisaris Bursa Efek Indonesia mewakili PT. Semen Indonesia (sumber). Pendirian STIM dan Centre of Engineering (COE) merupakan salah satu inovasi yang dihasilkan olehnya (sumber). Selain sebagai pengajar ia juga sempat juga mengetuai Ikatan Alumni Teknologi Sepuluh Nopember (IKA - TS) (sumber) dan juga mendapatkan penghargaan sebagai alumnus terbaik dari ITS. Dalam bidang kemasyarakatan ia berperan dalam pembinaan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM). Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) saat ini tercatat sebagai koperasi terbesar kedua se Indonesia dengan jumlah enam ribu orang dan total aset sebesar1,4 trilliun. Atas jasanya ini ia mendapat penghargaan Satya Lencana pembangunan (sumber). Prestasi Soetjipto selama menjadi Dirut PT Semen Gresik adalah mampu mensejajarkan PT. Semen Gresik dengan BUMN besar seperti Pertamina dan PLN. Ia sukses membawa kapasitas produksi Semen Gresik menjadi 26 juta ton per tahun, mengalahkan kapasitas produksi Siam Cement yang sebesar 23 juta ton, yang selama ini adalah raja semen Asia Tenggara (sumber). Atas prestasi itu dia berhasil meraih penghargaan sebagai “The Best CEO 2014″ dan perusahaannya terpilih sebagai “The Best Listed Companye Manufacturing Basic Industry Sector 2014″ yang diadakan oleh MNC Business Awards 2014 (sumber).


Visi dan Misi di Pertamina


Direktur Utama Pertamina periode 2014-2019, Dwi Soetjipto, menyatakan ada tiga pekerjaan utama yang akan dia lakukan setelah resmi menjadi pejabat nomor satu di perusahaan pelat merah itu.
Pertama, ia akan menjadikan Pertamina sebagai ujung tombak Indonesia di bidang energi. Kedua, meningkatkan efisiensi Pertamina dari hulu dan hilir dengan transparan dan mengkaji kembali sejumlah hal yang telah dan akan dilakukan oleh Perseroan. Sedangkan target terakhirnya yaitu membenahi dan mengelola Pertamina dengan transparan.


Nada Pesimis Atas Penunjukkan Dwi 


Banyak pengamat meragukan kemampuan Dwi dalam memimpin PT. Pertamina. Apalagi dengan latar belakang karir Dwi yang tidak pernah berkecimpung di dunia migas. Banyak nada pesimis atas penunjukkan dwi terutama dari serikat pekerja pertamina dan para pengamat migas indonesia. Selain dari pengamat minyak dan gas, penolakan serupa dilakukan oleh warga rembang dan yang menjadi tempat lahan semen indonesia berekspansi. Hal ini mengindikasikan dwi lebih pro keuntungan semen indonesia dibandingkan  kehidupan masyarakat di sekitar Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Rembang.

Berikut ini pendapat masyarakat tentang penunjukkan Dwi sebagai Dirut Pertamina :


Kwik Kian Gie



Kwik Kian Gie (Mantan Menteri Bappenas).
Mantan Menteri Ekonomi dan Industri, Kwik Kian Gie mengatakan bahwa akan repot jika Pertamina dipimpin oleh orang yang tidak memiliki basic perminyakan. "Agak repot, kalau tidak punya pengetahuan perminyakan," ucap Kwik 
Pasalnya, minyak memiliki sesuatu yang khas, dan tidak bisa disamakan dengan sektor industri lain. "Kalau sektor lain mungkin bisa hanya dengan 'mampu', kalau minyak tidak bisa karena minyak memilik kekhasan," jelas dia. Sayangnya, saat ditanya mengenai sosok Dwi Soetjipto, Kwik mengaku sama sekali tidak mengenal sosok Dwi. "Saya tidak kenal sama sekali sama Dwi Soetjipto, jadi saya tidak bisa mengomentari apa yang saya tidak tahu," tandasnya (sumber).

Iwa Garniwa (Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia)



Iwa Garniwa (UI).
Iwa Garniwa meragukan kapabilitas Dwi Soetjipto selaku Dirut PT Pertamina (persero) yang baru. Terutama, mantan Dirut PT Semen Indonesia itu dalam mengelola sektor migas. "Persyaratan utama memilih Dirut Pertamina haruslah dari orang yang punya pemahaman di sektor energi bukan komoditas. Visi dan misi seperti ini tidak ada pada Dwi Soetjipto," ujarnya, Seharusnya pemilihan direktur utama pertamina merujuk pada visi dan misi pengelolaan energi nasional. Bukan seorang entrepreneur (pengusaha) sehingga bicaranya hanya tentang bisnis. Pertamina dikawatirkan akan semakin liberal ujar Iwa. Iwa juga menyoroti masalah proses seleksi dan penyaringan tidak melalui proses yang ketat. Hal ini disayangkan karena menyulitkan proses perbaikan pengelolaan energi nasional. Iwa heran pemilihan dirut ini tidak seperti memilih menteri yang melibatkan KPK dan PPATK. Pemilihan ini dianggap kurang transparan dalam mengisi jabatan publik dan jabatan strategis sekelas Pertamina (sumber).

Iwa mengaku pesimis pada proses pemilihan dirut pertamina karena figur yang muncul merupakan orang yang dekat dengan pengusaha ketimbang mengerti tentang soal energi. Nama - nama yang muncul tidak ada yang memiliki latar belakang keahlian energi bahkan calon yang ada berasal dari Telkom, Semen Indonesia, Perbankan dan sebagainya. Pengangkatan ini menurutnya tidak pas karena salah satu syarat mutlak menjadi Direktur Pertamina adalah memahami minyak dan gas bumi (migas). Tidak hanya cukup menguasai ilmu manajerial, kememimpinan, dan ilmu bisnis, karena pertamina butuh pemahaman migas. Menurut Iwa hal ini bisa menjadi fatal karena minyak bukan komoditas seperti semen. Minyak merupakan salah satu fundamnetal ketahanan ekonomi nasional bukan hanya pengusaaan pasar (sumber).


Uchok Sky Khadafi (Koordinator Forum Transparansi Anggaran /FITRA)



Uchok Koordinator FITRA
Pengamat anggaran politik Uchok mengatakan proses pemilihan direktur ini janggal dan aneh. Alasan Uchok figur yang dipilih tidak pernah meiliki latar belakang migas sama sekali. Secara langsung Ia menuding Dwi hanya akan dijadikan boneka oleh Kementrian BUMN. Dwi dianggap tidak paham minyak dan gas bumi , tidak paham peta mafia migas dan diragukan komitmenya dalam memberantas mafia migas di Pertamina. Uchok mengilustrasikan jabatan ditut pertaminan sebagai boneka yang akan disayang bila menuruti kemauan tuannya di kementrian BUMN dan akan ditendang bila berani melawan pemiliknya (sumber).

Ugan Gandar (Presiden Serikat Pekerja Pertamina Bersatu/SPPB)



Ugan Gandar Presiden SPPB
Ugan Gandar menegaskan agar memilih sosok Dirut Pertamina dari sektor dunia minyak dan gas dan tidak memilih sosok yang belum berpengalaman karena sektor migas lebih rumit dan jauh sekali dibandingkan dengan mengurusi semen. "Pakai logika saja, produksi semen dan migas itu berbeda. Sementara kandidat dari internal banyak dan bagus" , ujar Ugan. Menurutnya pengalaman Dwi di industri semen tidak sebanding dengan sektor migas , karena persoalan di Pertamina bukan hanya keuangan dan bisnis. Tugas utama Dirut Pertamina adalah meningkatkan lifting minyak, memperbaiki sektor hulu dan hilir, membangun kilang, memperbaiki bisnis kapal minyak dan tanker, dan paling penting melawan intervensi mafia migas dan campur tangan asing. Bahkan Ugan meragukan Dwi melawan mafia migas maupun intervensi dari para politisi, karena bisnis migas ini merupakan salah satu penghasil pendapatan negara terbesar. Jadi sangat mungkin posisi ini akan banyak dipolitisir oleh kelompok tertentu (sumber).

Oleh karena itu, Serikat Pekerja Pertamina Bersatu menilai jika Menteri BUMN tetap memaksakan kepentinganya maka Pertamina bisa menuju kehancuran. Pertamina bakal di privatisasi, lifting minyak bakal menurun, dan timbul gejolak internal Pertamina. Bahkan SPPB mengancam akan melakukan aksi turun ke jalan bila Dirut Pertamina bukan orang yang ahli di sektor migas (sumber).


Rovicky Dwi Putrohari (Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia /IAGI)



Mantan Ketua IAGI Rovicky D.P.
Rovicky meyayangkan jika Menteri BUMN memilih Dirut Pertamina dari kalangan eksternal yang tidak mengetahui latar belakang migas. Menurutnya kandidat dirut pertamina yang berlatar belakang keuangan hanya akan mementingkan sisi keuangan saja, dia pasti tidak mengetahui bagaimana meningkatkan lifting, mencari cadangan minyak , dan membangun kilang - kilang baru. Ia beralasan dengan pertumbuhan konsumsi minyak dalam negeri akan dibutuhkan peningkatan lifting dan pembuatan kilang baru, bukan hanya masalah akuntansi belaka. Paling utama adalah mengembalikan kepercayaan investor dan masyarakat terkait kredibilitas yang dicari yaitu jujur, berani melawan intervensi dan mampu menindak korupsi. Rovicky dan IAGI mendesak pemerintah melakukan lelang terbuka untuk jabatan itu dan dilakukan uji publik, karena masyarakat akan menilai kapabilitas, rekam jejak, dan independensi sosok yang dipilih (sumber).

Binsar Efendi Hutabarat (Ketua Umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertaminan / SPKP)



Binsar Hutabarat Ketua SPKP (sumber).
Suara kekhawatiran atas penunjukkan  juga diungkapkan Binsar Hutabarat, karena ada indikasi orang dekat adik Menteri BUMN Ari Soemarno yang akan dijadikan Direktur Pertamina.Binsar mengungkapkan, saat Ari Soemarno menjadi Dirut Pertamina, dan berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris pada 17 September 2008, ia membentuk ISC (Integrated Supply Chain), alasan Ari saat itu agar dapat menyelaraskan pengadaan minyak mentah dan BBM buat kebutuhan kilang dan pemasaran. "Tapi, mana buktinya ISC yang dibentuk Pak Ari itu? Justru yang terjadi sampai sekarang bukannya memfasilitasi dan mempercepat pembangunan kilang, tapi justru menghambat pembangunan kilang baru," tutur Binsar yang juga Komandan Gerakan Nasionalisasi Migas (GNM) ini.

”Secara logika akal sehat orang awam saja, kalau Dirut Pertamina-nya adalah Dwi Soetjipto yang selama ini berkecimpung di dunia semen, bagaimana dia bisa menangani persoalan migas, khususnya minyak di negara ini yang dari hulu ke hilir lebih ruwet dan sangat kompleks,” Ujar Binsar


Disebutkan Binsar pula, saat ini berlangsung kejahatan terstruktur, sistematis dan massif dalam pengelolaan migas di negara ini, yang mana selama ini sangat sepi dan jauh dari ruang pemberitaan media massa, maupun diskursus publik."Ini terjadi karena kuatnya backing para mafia migas ini ditambah lagi mendapat perlindungan secara legalitas formal melalui berbagai peraturan itu, bahkan dari pusat kekuasaan," jelas Binsar (sumber).


Salamuddin Daeng (Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia /AEPI) 



Salamuddin Daeng peneliti AEPI.
Penolakan serupa juga diungkapkan oleh peneliti AEPI Salamuddin Daeng, karena Dwi termasuk orang yang berprestasi membuat utang luar negeri semakin besar. Dwi Soetjipto bersama kroninya dianggap orang yang membuat utang luar negeri meningkat terutama dari perusahaan swasta dan BUMN. Menurutnya penunjukkan dia akan membuat PT Pertamina akan semakin terperangkap dalam hutang. Bahkan Salamuddin menduga Dwi merupakan bagian dari imperialisme pasar keuangan yang hendak memasukkan BUMN dalam perangkap rezim keuangan global. Pihaknya mengatakan bahwa Dwi sebelumnya sering mencetak utang di BUMN Semen Indonesia. Apalagi, kata dia, beberapa waktu lalu karyawan Semen Indonesia melakukan aksi menuntut mundurnya Dwi Soetjipto. Dalam tuntutannya juga, Serikat Pekerja Semen Indonesia menolak efisiensi abal-abal yang dilakukan Dwi. Ingat secara makro bunga hutang luar negeri telah menyebabkan defisit pada transaksi berjalan dalam ekonomi Indonesia. "Bangsa Indonesia harus semakin waspada dengan modus penjualan baru BUMN nasional oleh pemerintahan neoliberal yang bersembunyi dibalik bulusukan yang semakin membusuk," pungkasnya (sumber).

Warga Pati - Rembang Jawa Tengah / Ming Ming Lukiarti (Aktivis Lingkungan Rembang)



Aksi penolakan pembangunan pabrik Semen Indonesia.
Penolakan pemilihan Dwi juga dilakukan oleh warga korban sekitar Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputi. Warga ini merupakan korban pembangunan Semen Indonesia yang berada di kawasan itu. Warga yang menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pelantikan Dwi (baca disini). Mantan Dirut Semen Indonesia itu diyakini masih meninggalkan persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Rembang.
Suara penolakan juga diungkapkan aktivis lingkungan Rembang Ming Ming Lukiarti. Menurut dia, semestinya Dwi lebih dulu menyelesaikan persoalan dengan masyarakat Rembang dan wilayah Pati. Hal itu guna mencegah persoalan berlarut-larut di kemudian hari. Apalagi, lanjut Ming-ming, Dwi dinilai bertanggungjawab dalam peristiwa bentrok antara aparat dengan kaum ibu yang menolak pendirian pabrik semen. Mereka mendapat tindakan represif dari aparat. 
Selain itu, saat ini warga tengah mengajukan proses gugatan izin pendirian ke pengadilan Tata usaha Negara (PTUN). Komnas HAM juga meminta agar PT Semen Indonesia menghentikan aktivitas pembangunan, hingga menunggu kekuatan hukum tetap.Dalam kasus itu, kata dia, PT Semen Indonesia diduga melanggar izin pendirian di lahan yang memiliki fungsi penyerapan air. "Fakta di lapangan masih dilanjutkan pembangunannya, Padahal masih dalam sengketa," kata dia (sumber).

Penolakan dan kritik ini harus bisa dijawab oleh Dwi Soetjipto untuk meningkatkan performa PT. Pertamina sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia. Besar harapan PT Pertamina menjadi salah satu 50 perusahaan terbaik di dunia dan dapat memenuhi  kebutuhan energi penduduk indonesia yang semakin meningkat.


Read More

Kamis, 20 November 2014

Potensi Zeolit di Indonesia

Mineral Zeolit
Zeolit alam merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi , dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah. Senyawa ini berstruktur tiga dimensi dan mempunayi pori yang dapat diisi oleh molekul air.
Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah klinoptirotit, yang mempunyai rumus kimia (Na3K3) (Al6Si30O72).24H2O. Ion Na+ dan Ka+ merupakan kation yang dapat dipertukarkan , sedangkan atom Al dan Si merupakan struktur kation dan oksigen yang akan membentuk struktur tetrahedron pada zeolit. Molekul - Molekul air yang terdapat dalam zeolit merupakan molekul molekul yang mudah lepas.
Zeolit alam terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dengan air pori atau air meteorik. Penggunaan Zeolit adalah untuk bahan baku water treatment, pembersih limbah cair, limbah rumah tangga, industri pertanian , perternakan , perikanan , industri kosmetik , farmasi dan lain lain.




Potensi Penyebaran di Indonesia

Batuan pembawa mineral zeolite
Potensi penyebaran Zeolit di indonseia paling utama berada di daerah Jawa Barat dan Lampung.
Di Provinsi Lampung berada di daerah Campang Tiga, dan Talang Baru dengan total potensi sebesar 127 juta ton terdiri dari sumberdaya terukur sebesar 27 juta ton dan sumberdaya tereka sebesar 100 juta ton.
Sedangkan di Jawa Barat - Banten berada di daerah Sukabumi, Bogor dan Lebak (Banten) dengan total sumberdaya sebesar 26,452 juta ton terdiri dari sumberdaya terukur  sebesar 182 ribu ton dan sumberdaya tereka sebesar 25,243 juta ton.

Tambang Zeolite , Sierra County , Amerika (Ilustrasi tambang zeolite)

Sedangkan daerah lain yang berpotensi antara lain Ngendut , Kalitengah (Jawa Timur) sumberdaya hipotetik sebesar 1 juta ton, Polmas (Sulsel) sumberdaya tereka sebesar 2,4 juta ton, Ende (NTT) sumberdaya hipotetik sebesar 50 juta ton.

Produksi dan Konsumsi

Berdasarkan data BPS tahun 2002 diperkirakan diproduksi sebesar 60 ribu ton dengan konsumsi sebesar 57,474 ribu ton yang terdiri dari sektor pertanian sebesar 20 ribu ton, kimia sebesar 17 ribu ton, pakan ternak 6 ribu ton, pupuk sebesar 5,9 ribu ton , dan kosmetik sebesar 3 ribu ton.  Peluang pemanfaatan bahan galian zeolit ini sangat terbuka karena baru sedikit yang diproduksi dari cadangan yang ada. Selain itu tingkat konsumsi zeolit semakin meningkat terutama sektor industri.

Sumber
Data Produksi dan Konsumsi Zeolit , 2002 "Badan Pusat Statistik"
Kajian data Pertambangan " 2003' Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral
Read More

Rabu, 22 Oktober 2014

Potensi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu), Banyuwangi, Jawa Timur




Penemuan endapan emas dan tembaga di bukit tujuh / tumpang pitu menarik tentang penelitian endapan mineral logam di sepanjang pantai selatan jawa. Seperti diketahui sepanjang pantai selatan jawa ini mengandung potensi mineral logam emas, perak, dan tembaga. Sayangnya eksplorasi di bagian timur jawa kurang berkembang dibandingkan di bagian barat pulau jawa yang berhasil menemukan cadangan deposit ekonomis mulai dari cibaliung, pongkor, ciemas, cikotok, pengalengan, dan bunikasih. 

Pada tahun 2006 di daerah tumpang pitu , banyuwangi, ditemukan endapan mineral logam emas dengan kandungan sebesar 22.000 ton. Perusahaan yang melakukan penyelidikan eksplorasi ini yaitu PT. Indo Multi Niaga (IMN). ijin eksplorasi mineral logam emass dan ikutanya dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi yang saat itu dijabat oleh Ratna Ani Lestari dan diregistrasi dengan Nomor 188/57/KP/429.012/2006 pada tanggal 23 Maret 2006. Tapi pada tahun PT. Indo Multi Cipta mengajukan surat nomo 07/IMC/VII/2006  untuk memindahkan ijin eksplorasi kepada PT indo Multi Niaga (IMN). Permohonan ini dikabulkan oleh bupati banyuwangi dengan menerbitkan Surat Keputusan Kuasa Pertambangan atas nama  PT. Indo Multi Niaga tanggal 16 februari 2007 dengan nomor registrasi 188/05/KP/429.02/2007.

Pt Indo Multi Niaga diwajibkan melakukan kegiatan eksplorasi dengan berpedoman pada peraturan Undang – undang yang berlaku. Cebakan mineral emas ini diketemukan berdasarkan pemboran eksplorasi sebanyak 14 lubang bor dengan kedalaman total 4.100 meter pada KP eksplorasi PT Imn seluas 11.621,45 ha atau 116,21 km 2. Cebakan emas ini diketemukan dalam bentuk urat – urat kuarsa pada batuan volkanik yang diterobos oleh intrusi batuan diorit, andesir, granodiorit, dan dasit. Fenomena cebakan urat ini banyak ditemukan di sepanjang pantai selatan jawa seperti cikotok, pongkor, cemas, dan cibaliung Banten. Berdasarkan studi  geologi cadangan mineral bijih mencapai 9.600.00 ton dengan kadar rata rata emas 2,3 pp, dengan cadangan emas sebesar  230,8 ton. Selain cebakan emas primer dari urat kuarsa , potensi mineral emass juga didapat dari cebakan mineral sekunder/ plaser. Keberadaan mineral emas ini berada di sekitar kawasan perhutani.

Lokasi Tumpang Pitu, Banyuwangi

Lokasi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu) Banyuwangi, Jawa Timur
 Tujuh Bukit (Tumpang Pitu ) berada di kecamatan Pesangrahan, Kabupaten Banyuwangi. sekitar 250 km dari kota Surabaya, Ibukota provinsi Jawa Timur. secara Koordinat berada di sekitar 8 35 20 S dan 114 01 08 N. Desa terdekat dengan lokasi tambang tumpang pitu ini berada di Desa sumberagung. Selain itu lokasi tambang emas tumpang pitu ini dekat dengan lokasi wisata Pantai Merah. dan diapit oleh 2 hutan suaka margasatwa Baluran dan Meru Betiri. Ijin penambangan sendiri terdiri dari dua ijin yaitu eksplorasi dan eksploitasi. sebagian besar lokasi merupakan kawasan Hutan Lindung, sawah , dan kebun milik warga sekitar.

Sejarah Eksplorasi

Daerah ini dieksplorasi pertama kali oleh PT. Hakman Platina Metalindo dan teman usaha  Golden Valley mines dari Australia. Golden Valley mengidentifikasi adanya potensi di daerah tumpang pitu dan Salakan berupa  endapan tipe porfiri yang dilakukan pada tahun 1997 - 1998. kemudian dilakukan survei geokimia yang intens dan pemboran eksplorasi dengan 5 titik selama maret - Juni 1999. Pada februari 2000 Placer Dome masuk melalui Golden Valley dengan memiliki saham 51% dan bertanggung jawab atas operasional kegiatan eksplorasi. Kemudian dilanjutkan dengan survei IP dan geokimia yang selesai antara april - may 2000. Hasil dari Ip resisstivity memiliki kaitan antara anmali resitivitaas dengan zona urat vuggy quartz. saynagnya Placer kemudian menarik diri dari Tumpang Pitu akibat jatuhnya harga mineral logam di pasar internasional, ketidakstabilan politik, dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Pada juni 2006 Hellman dan schofield pty berkerjasama dengan IMN sebagai investor dan yang bertangung jawab atas kegiatan eksplorasi berdasarkan Kode JORC (Joint Ore Reserve Committe).
Read More

Sabtu, 02 Agustus 2014

Semen Indonesia Investasikan 3,7 T di Pabrik Semen Rembang



PT Semen Indonesia hingga Juli 2014 mengalami kenaikan penjualan di pasar dalam negeri sebesar 0,3 % menjadi 14,42 juta ton dari periode tahun 2013 sebesar 14,37. Penjualan ini ditopang olaeh pabrik semen gresik sebesar 7,8 juta ton naik 4,2 % dibandingkan tahun lalu sebesar 7,49 juta ton. Penjualan tertinggi kedua ditopang oleh semen tonasa sebesar 2,92 juta ton, naik 0,6 % dibandingkan tahun lalu sebesar 2,9 juta ton. Sementara penjualan semen padang sebesar 3,69 juta ton mengalami penurunan sebesar 7,1% dari sebelumnya 3,99 juta ton.

Ditengah gencarnya isu masyarakat ekonomi asia (MEA), Semen Indonesia terus meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini perseroan fokus dalam pembangunan 2 pabrik semen di padang dan rembang  yang masing - masing berkapasitas 3 juta ton / tahun. Investasi perseroan dalam pembangunan pabrik rembang mencapai 3,717 Trilliun. sedangkan untuk pabrik Indarung VI Padang mencapai 3,25 Trilliun. Hal ini menunjukan bahwa pembangunan pabrik cukup efisien dan memiliki prospek yang sangat baik.

Aktivitas produksi di Pabrik Semen Indonesia
 Saat ini , desain kapasitas produksi semen indonesia mencapai 31,8 juta ton. dengan ekspansi pabrik di sejumlah wilayah , desain kapasitas produksi diharapkan mencapai 39,3 juta ton pada tahun 2016 dan menjadi 40,8 juta ton pada tahun 2017.
Read More