Tampilkan postingan dengan label Batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2014

Potensi Pasir Kuarsa di Indonesia

Pengolahan Batu Pasir Kuarsa

Pasir kuarsa merupakan salah satu bahan galian yang terdidi dari kristal - kristal silika (SiO2). bahan galian ini, yang juga dikenal pelapukan batuan dengan nama pasir putih , merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama seperti kuarsa dan feldspar.

Pasir kuarsa mempunyai komposisi gabungan dari SiO2, Fe2O3, Al2O3,CaO,MgO,dan K2O, berwarna putih bening atau warna lain tergantung pada senyawa pengotornya, kekerasan 7 skala mohs, berat jenis 2,65 , titik lebur1715 c, bentuk kristal hexagonal, panas spesifik0,185 dan konduktivitas panas 12 - 100 c.

Kegunaan pasir kuarsa sudah berkembang secara luas baik sebagai bahan baku utama maupun bahan baku penolong. Sebagai bahan baku utama , digunakan dalam industri gelas kaca, industri semen, lantai , keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide, bahan abrasit (Ampelas dan sand blasting). sedangkan bahan baku penolong digunakan sebagai pasir cor, industri perminyakan dan pertambangan, bahan tahan api (refraktori0, dan lain sebagainya.

Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Provinsi Kalimantan Barat dan Sumatra barat , namun yang telah diketahui mempunyai kualitas terbaik terdapat di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.


Persebaran Endapan Pasir Kuarsa di Indonesia

Potensi Batu Pasir Kuarsa di Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur).

Endapan pasir kuarsa tersebar dari ujung sumatra hingga ujung timur nusa tenggara. Berikut ini merupakan daerah yang memiliki potensi pasir kuarsa : Asahan, (Sumatra Utara) potensi sumberdaya terukur sebesar 225 ribu ton, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir (Riau) potensi sumberdaya terukur 5,4  juta ton dan sumberdaya hipotetik sebesar 85 juta ton, Tanah Datar , Sawahlunto, dan Solok potensi sumberdaya terindikasi (780 ribu ton), sumberdaya tereka ( 1,3 juta ton), sumberdaya hipotetik (3,7 ribu juta ton), Pulau Bangka dan Pulau Belitung sumberdaya terukur (59 juta ton), sumberdaya terindikasi (12 juta ton), sumberdaya tereka (10,7 juta ton), sumberdaya hipotetik (13,2 juta ton), Banten dan Sukabumi (Jawa Barat) sumberdaya terukur 5,5 juta ton , sumberdaya tereka 4,1 juta ton dan sumbedaya hipotetik 51 juta ton, Rembang (Jawa Tengah) sumberdaya terukur 572 ribu ton, sumberdaya hipotetik 1,4 juta ton. Tuban dan Sumenep (Jawa Timur) sumberdaya terukur 1,1 juta ton , sumberdaya tereka 886 ribu ton, dan sumberdaya hipotetik sebesar 2,7 juta ton. Sambas dan Sangau (Kalimantan Barat) sumberdaya hipotetik 330 juta ton . Banahan (Kalimantan Selatan ) sumberdaya hipotetik 49 juta ton. Kutai (Kalimantan Timur) sumberdaya terukur 810 ribu ton dan sumbedaya hipotetik 4 juta ton . Maros (Sulawesi Selatan) sumberdaya hipotetik sebesar 3,5 juta ton. Amanatun Utara (NTT) sumberdaya hipotetik 92 juta ton.


Produksi Pasir Kuarsa

Sebagian besar konsumsi pasir kuarsa digunakan dalam industri semen, kaca, keramik, dan lain - lain. Sedangkan sisanya sebagian besar diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Korea, Jepang, China, Thailand dan lain -lain

Referensi :

Kajian data pertambangangan , Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral
Read More

Kamis, 20 November 2014

Potensi Zeolit di Indonesia

Mineral Zeolit
Zeolit alam merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi , dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah. Senyawa ini berstruktur tiga dimensi dan mempunayi pori yang dapat diisi oleh molekul air.
Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah klinoptirotit, yang mempunyai rumus kimia (Na3K3) (Al6Si30O72).24H2O. Ion Na+ dan Ka+ merupakan kation yang dapat dipertukarkan , sedangkan atom Al dan Si merupakan struktur kation dan oksigen yang akan membentuk struktur tetrahedron pada zeolit. Molekul - Molekul air yang terdapat dalam zeolit merupakan molekul molekul yang mudah lepas.
Zeolit alam terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dengan air pori atau air meteorik. Penggunaan Zeolit adalah untuk bahan baku water treatment, pembersih limbah cair, limbah rumah tangga, industri pertanian , perternakan , perikanan , industri kosmetik , farmasi dan lain lain.




Potensi Penyebaran di Indonesia

Batuan pembawa mineral zeolite
Potensi penyebaran Zeolit di indonseia paling utama berada di daerah Jawa Barat dan Lampung.
Di Provinsi Lampung berada di daerah Campang Tiga, dan Talang Baru dengan total potensi sebesar 127 juta ton terdiri dari sumberdaya terukur sebesar 27 juta ton dan sumberdaya tereka sebesar 100 juta ton.
Sedangkan di Jawa Barat - Banten berada di daerah Sukabumi, Bogor dan Lebak (Banten) dengan total sumberdaya sebesar 26,452 juta ton terdiri dari sumberdaya terukur  sebesar 182 ribu ton dan sumberdaya tereka sebesar 25,243 juta ton.

Tambang Zeolite , Sierra County , Amerika (Ilustrasi tambang zeolite)

Sedangkan daerah lain yang berpotensi antara lain Ngendut , Kalitengah (Jawa Timur) sumberdaya hipotetik sebesar 1 juta ton, Polmas (Sulsel) sumberdaya tereka sebesar 2,4 juta ton, Ende (NTT) sumberdaya hipotetik sebesar 50 juta ton.

Produksi dan Konsumsi

Berdasarkan data BPS tahun 2002 diperkirakan diproduksi sebesar 60 ribu ton dengan konsumsi sebesar 57,474 ribu ton yang terdiri dari sektor pertanian sebesar 20 ribu ton, kimia sebesar 17 ribu ton, pakan ternak 6 ribu ton, pupuk sebesar 5,9 ribu ton , dan kosmetik sebesar 3 ribu ton.  Peluang pemanfaatan bahan galian zeolit ini sangat terbuka karena baru sedikit yang diproduksi dari cadangan yang ada. Selain itu tingkat konsumsi zeolit semakin meningkat terutama sektor industri.

Sumber
Data Produksi dan Konsumsi Zeolit , 2002 "Badan Pusat Statistik"
Kajian data Pertambangan " 2003' Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral
Read More

Minggu, 05 Oktober 2014

Tambang Galian C di Cianjur segera ditertibkan


Ilustrasi penambangan galian C
Pemerintah Kabupaten cianjur akan menutup tambang galian C yang tidak memiliki izin atau ilegal. penutupan ini akibat dari terjadinya insiden di galian C yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. wakil Bupati Cianjur suranto menyatakan, akan segera berkoordinasi dengan Badan Penanaman Modal, dinas PSDAP , dan satpol PP berkaitan dengan galian C ini. Pihaknya akan menelititi dahulu lokasi galian C ilegal yang ada di cianjur. Selain itu , banyak galian C yang tifak melaporkan ke pemerintah dan hanya cukup memberitahukan kepada aparat desa. Contohnya banyak pertambangan galian C yang beralasan cut and fill. Padahal Cut and fill itu harus ada perencanaanya. Pihaknya berharap agar masalah tersebut dapat diselesaikan agar tidak ada korban jiwa.


Sebelumnya tiga orang pengali pasir dan batu di Kampung Anggoda Desa Sukamekar , Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur tewas tertimbung longsor pada 2 oktober 2014. ketiga penggali yang tewas yaitu Mahludin 60 thn , Ajun 45 thn, dan Soleh 45 thn. Ketiga jenazah ini sempat diautopsi di Kecamatan Pagelaran. Informasi yang berhasil didapatkan peristiwa longsor itu terjadi pada pukul 10 wib. ketika sejumlah pengali batu dan pasir beraktivitas di penggalian pasir milik Mahludin. Tiba - tiba terjadi longsor yang menimbun 3 orang ini. Bersama warga dan TNi membantu pencarian jasad ketiga orang tersebut.

Sementara itu kepala BPBD kabupaten Cianjur Aseh suhara mengatakan kejadian tersebut tidak dikategorikan bencana alam karena korban tertimbun galian dan murni akibat kegiatan penambangan. Kejadian ini bukan merupakan pergerakan tanah atau longsor tetapi akibat tertimbun galian.

sumber : Sindo 6 oktober hal 14
Read More

Jumat, 07 Mei 2010

BATUAN KARBONAT (BATUGAMPING DAN DOLOMIT)



Komponen pembentuk batuan karbonat :

1. Butiran karbonat (allochems): 

·         Butiran skeletal: fragmen bagian yang keras dari organisme yang kalkareous dan cangkang yang tidak pecah seperti moluska, echinoid, ostrakoda, dan foraminifera.

·         Ooid: berbentuk speroidal, butiran berukuran pasir terdiri dari korteks (kulit luar) aragonit atau kalsit yang dibentuk oleh akresi kimia di sekitar inti partikel.

·         Pellets: berbentuk speroidal atau elipsoid, berukuran pasir, terdiri dari mikrit, tidak punya struktur dalam.

·         Litoklas: fragmen batuan karbonat

- Intraklas: fragmen batuan karbonat yang terbentuk lebih awal (berasal dari cekungan yang sama)
- Ekstraklas: fragmen batuan karbonat dari umur yang berbeda atau berasal dari cekungan yang berbeda

2. Matrik lumpur karbonat (mikrit): agregat (kumpulan) kalsit mikrogranular.

3. Semen spar: kalsit granular yang terekristalisasi dalam ruang kosong dalam endapan karbonat atau batugamping, terutama dalam ruang kosong antar butir dan dalam rongga fosil.

Komposisi kimia/mineral:

·         Aragonit CaCO3 (ortorombik): hasil presipitasi langsung dari air laut, bentuk serabut, tidak stabil

·         Kalsit CaCO3 (heksagonal): mineral lebih stabil, berbentuk hablur yaang baik/spar, kalsit bila diberi alizarin red menjadi merah

·         Dolomit CaMg(CO3)2: berbentuk belah ketupat, tidak bereaksi dengan alizarin red, kebanyak hasil dolomitisasi dari kalsit

·         High Magnesium Calcite: larutan padat MgCO3 dalam kalsit

·         Magnesit MgCO3: biasanya berasosiasi dengan evaporit

·         Siderit FeCO3


Tekstur batuan karbonat:

1.   Tekstur primer, menyangkut:

Kerangka organik (organic framework texture)

Klastik (clastic texture)

Masa dasar (matrix texture)

2. Tekstur sekunder / Tekstur Diagenesa, menyangkut kehabluran / crystalinity yang diperlihatkan oleh: 

Semen yang mengisi rongga-rongga antar butir

Rekristalisasi sebagian atau seluruh masa dasar maupun kerangka/butiran 



KLASIFIKASI BATUAN KARBONAT

Klasifikasi Grabau

berdasarkan ukuran butir:  

 - kalsirudit (> 2mm)

- kalkarenit (62 mm – 2 mm) 

- kalsilutit (< 62 mm)


Klasifikasi Folk

Berdasarkan komposisi: allochem, matiks, dan semen 

Bio (butiran skeletal), oo (ooid), pel (peloid), intra (intraklas)

macam-macam : Biosparit (komponen bioklas, dominan kalsit spar); pelsparit, oosparit, intrasparit,  biolithit (berasal dari terumbu)   

Klasifikasi Dunham

Berdasarkan tekstur à proporsi dari butiran vs matriks

Mudstone: lumpur karbonat>>>butiran (mud supported), butiran < 10%

Wackestone: lumpur karbonat>butiran (grain-mud supported), butiran> 10%

Packestone: butiran>lumpur karbonat (mud-grain supported)

Grainstone: butiran>>>lumpur karbonat (grain supported)

Boundstone: terdiri dari kerangka

Crystalline carbonate: terdiri dari kristal, tekstur pengendapan tidak diketahui

Klasifikasi Embry & Klovan

Berdasarkan terdapatnya lumpur karbonat diantara kerangka atau pecahan-pecahan kerangka 

Framestone: terdiri seluruhnya dari kerangka organik seperti koral, bryozoa, ganggang, matriks <10%

Bindstone: terdiri dari kerangka/pecahan kerangka organik seperti koral, yang telah diikat kembali oleh kerak lapisan-lapisan (encrusting) gamping yang dikeluarkan oleh ganggang merah

Bafflestone: terdiri dari kerangka organik seperti koral dalam posisi tumbuh dan diselimuti oleh lumpur gamping

Rudstone: hasil rombakan suatu terumbu dan terkumpul setempat atau ditransport oleh gaya berat, tanpa adanya lumpur gamping diantara fragmen-fragmennya

Floatstone: terdiri dari potongan-potongan kerangka organik yang mengambang dalam lumpur gamping

 

 


 


Read More