Rabu, 25 Desember 2013

Lingkungan Pengendapan Batuan Sedimen


Lingkungan pengendapan adalah suatu daerah di permukaan bumi dimana terdapat sesuatu bahan yang terendapkan atau terdapat suatu deposit. Lingkungan pengendapan dapat dibedakan dengan daerah sekitarnya berdasarkan karakteristik biologi, kimia, dan fisiknya. Terdapat beberapa tipe lingkungan pengendapan yang ada di bumi sekarang.




A. Lingkungan pengendapan daratan
Kumpulan dari berbagai lingkungan pengendapan yang ada di darat.



Gambar 1. Lingkungan pengendapan sedimen di darat.



1. Kipas Aluvial (Alluvial fans): endapan menyerupai kipas yang terbentuk di kaki gunung. Alluvial fans umum berada di daerah kering sampai semi-kering dimana curah hujan jarang tetapi deras, dan laju erosi besar. Endapan alluvial fankhas akan kwarsa, pasir dan gravel bersorting buruk.


 Gambar 2. Aluvial fan, western US


2. Lingkungan Fluvial (Fluvial Environments): mencakup braided river, sungai bermeander, dan jeram. Saluran-saluran sungai, ambang sungai, tanggul, dan dataran-dataran banjir adalah bagian dari lingkungan fluvial. Endapan di saluran-saluran sungai terdiri dari kwarsa, gravel dengan kebundaran baik, dan pasir. Ambang sungai terbentuk dari gravel atau pasir, tanggul-tanggul terbuat dari pasir berbutir halus ataupun lanau. Sementara, dataran-dataran banjir ditutupi oleh lempung dan lanau.

Gambar 3. Sungai tipe Meander


3. Lacustrine environments(danau): mempunyai karakteristik yang bermacam-macam; besar atau kecil, dangkal atau dalam; diisi oleh sedimen evaporit, karbonatan, atau terrigeneous. Sedimen berbutir halus dan bahan organic yang mengendap pada beberapa danau menghasilkan serpih berlapis yang mengandung minyak.

4. Gurun (Aeolian or aolian environments): biasanya berupa daerah luas dengan bukit-bukit dari endapan pasir. Endapan pasir mempunyai sorting yang baik, kebundaran yang baik, cross-bedded tanpa adanya asosiasi dengan gravel atau lempung.  

5. Rawa (Paludal environments): air yang diam dengan tumbuhan hidup didalamnya. Terdapat endapan batu bara.



B. Lingkungan pengendapan transisi


Lingkungan pengendapan transisi adalah semua lingkungan pengendapan yang berada atau dekat pada daerah peralihan darat dengan laut.



Gambar 4. Lingkungan Pengendapan Transisi

1. Delta: endapan berbentuk kipas, terbentuk ketika sungai mengaliri badan air yang diam seperti laut atau danau. Pasir adalah endapan yang paling umum ditemui.



Gambar 4. Lingkungan pengendapan delta

2. . Pantai dan barrier islands: didominasi oleh pasir dengan fauna marine. Barrier islands terpisah dari pulau utama oleh lagoon. Umumnya berasosiasi dengan endapan tidal flat.

Gambar 5. Lingkungan pengendapan pantai

3. Lagoons: badan dari air yang menuju darat dari barrier islands. Lagoons dilindungi dari gelombang laut yang merusak oleh barrier islands dan mengandung sediment berbutir lebih halus dibandingkan dengan yang ada di pantai (biasanya lanau dan lumpur). Lagoons juga hadir di balik reef atau berada di pusat atoll.

4. Tidal flats: membatasi lagoons, secara periodik mengalami pasang surut (biasanya 2 kali sehari), mempunyai relief yang rendah, dipotong oleh saluran  yang bermeander. Terdiri dari lapisan-lapisan lempung, lanau, pasir halus. Stromatolit dapat hadir jika kondisi memungkinkan.


Gambar 5. Lingkungan pengendapan pasang surut

C. Lingkungan pengendapan laut

Lingkungan pengendapan laut adalah semua lingkungan pengendapan yang berada di laut atau samudera.

1. Reefs: tahan terhadap gelombang, strukturnya terbentuk dari kerangka berbahan calcareous dari organisme seperti koral dan beberapa jenis alga. Kebanyakan reef zaman resen berada pada laut yang hangat, dangkal, jernih, laut tropis, dengan koordinat antara garis lintang 30oN dan 30oS. Cahaya matahari diperlukan untuk pertumbuhan reef.
Gambar 6. Lingkungan pengendapan terumbu karang


2. Continental shelf: terletak pada tepi kontinen, relative datar (slope < 0.1o), dangkal (kedalaman kurang dari 200 m), lebarnya mampu mencapai beberapa ratus meter. Continental shelf ditutupi oleh pasir, lumpur, dan lanau.

3. Continental slope dan continental rise: terletak pada dasar laut dari continental shelf. Continental slope adalah bagian paling curam pada tepi kontinen. Continental slope melewati dasar laut menuju continental rise, yang punya kemiringan yang lebih landai. Continental rise adalah pusat pengendapan sedimen yang tebal akibat dari arus turbidity.

4. Abyssal plain: merupakan lantai dasar samudera. Pada dasarnya datar dan dilapisi oleh very fine-grained sediment, tersusun terutama oleh lempung dan sel-sel organisme mikroskopis seperti foraminifera, radiolarians, dan diatom.



Gambar 7. Lingkungan pengendapan laut
    
Read More

Perbedaan Tipe Endapan Mineral

 
Lingkungan pembentukan endapan mineral

Endapan Early Magmatik


Genesa : Endapan yang terbentuk  pada saat awal kristalisasi magma akibat diferensiasi magma, magma mixing, atau asimilasi magma atau yang disebut orto magmatic. Dapat terbentuk oleh proses segregasi, diseminasi, atau injeksi material yang terdiferensiasi.




Ciri-ciri: Batuan berwarna gelap, relative lebih berat dan mineralnya kecil-kecil.


Distribusi: Ditemukan pada tubuh intrusi magma dalam, dan berasosiasi dengan batuan beku ultrabasa-basa.


Tekstur dan struktur khas: Pada endapan kromit terdapat struktur podiform dan stratiform.


Bijih: Mineral yang terbentuk adalah kromit (Cr), Magnetit (Fe), Korundum, Intan, Platinum.


Endapan Pegmatit


Genesa : Larutan sisa kristalisasi yang memiliki kandungan silikat rendah dan kandungan air dan volatil yang cukup tinggi dapat menyebabkan viskositas dan titik beku mineral turun lalu membentuk pegmatit.


Ciri-ciri : butir-butir berukuran besar, gangue berupa kuarsa


Distribusi : Ditemukan pada intrusi plutonik berupa dike atau urat pada batas batholit dengan komposisi granitik dan berasosiasi dengan batuan beku dan metamorf.


Tekstur dan struktur khas : Fanerik,


Bijih : turmalin, pirit (Fe)


Endapan porfiri Cu / skarn


Genesa: Terbentuk akibat intrusi batuan beku yang komposisinya intermedier-asam dan mengalami kontak dengan batuan samping pada kedalaman yang sedang, sekitar 1-4km.


Ciri-ciri: Tekstur porfiritik, urat-urat kuarsa, breksiasi


Tekstur dan struktur khas : Tekstur porfiritik dengan vein/urat kuarsa. Struktur veins, vein sets, stockworks, fractures, dan breccia pipes.


Bijih: pirit, turmalin, kalkopirit, cuprit



Endapan Epitermal


Genesa: Endapan hidtrotermal yang terbentuk pada kedalaman dangkal (1-2km) dan memiliki temperatur <150-300oC pada saat pembentukan.


Ciri-ciri: Mineral bijih Au dominan, tekstur dan struktur khas kuarsa


Distribusi: Terjadi pada daerah island arc atau continental arc yang berasosiasi dengan subduksi dan batuan andesit, dasit, riolit. Subduksi menyebabkan aktivitas hidrotermal yang semakin ke permukaan.


Tekstur dan struktur khas : Struktur cockade, colloform, crosstiform, comb (low suplhidation) dan struktur vuggy quartz (high sulphidation). Selain itu ada juga struktur sacharoidal atau gabungan. Tekstur: cavity filling, veins, breccias.


Terdapat dua jenis epitermal, dengan ciri mineral:


Low sulfidation: Pyrite, gold, sphalerite, galena (arsenopyrite), quartz, chalcedony, calcite, adularis, illite, carbonates


High sulfidation: Pyrite, enargite, chalcopyrite, tennanite, covellite, gold, tellurides, Quartz, alunite, barite, kaolinite, pyrophyllite


Bijih: Emas


Endapan VHMS (Volcanic-Hosted Massive Sulphide)


Genesa: Terbentuk oleh aktivitas vulkanik dengan bantuan fluida hidrotermal (fluida magmatik dan fluida meteorik-air laut) dalam pembentukan endapan mineral. Kemudian material hidrotermal disemburkan melalui cerobong yand disebut black smoker


Distribusi : berasosiasi dengan active spreading ridges pada back-arc basin atau berasosiasi dengan black smoker dan white smoker,terdapat pada daerah vulkanik bawah laut (batuan ekstrusif dan sedimen vulkanik).


Ciri-ciri: Mineral utama berupa Pb dan Zn. Terdapat mineral sulfida dan sulfat yang cukup banyak.


Tekstur dan struktur khas: Tekstur yang mencirikan akumulasi, pertumbuhan, dan pengendapan, seperti colloform, growth-zoned, bedding & banding, dan stockwork.


Bijih: Sfalerit, galena, pirit


 Endapan Sedex


Genesa: Endapan yang dihasilkan akibat aktivitas hidrotermal yang disemburkan, dan menyertai proses continental rifting pada dasar suatu cekungan lokal, tidak berasosiasi dengan kegiatan magmatik.


Ciri-ciri: Mineral utama berupa Pb dan Zn. Mengandung mineral batuan sampingnya yang berupa batuan sedimen, seperti mineral lempung, mineral karbonat.


Distribusi: Terbentuk pada dasar cekungan lokal yang berasosiasi dengan continental rifting dengan batuan sekitar shale atau siltstone ataupun batuan karbonat.


Tekstur dan struktur khas: Terbentuk tekstur berupa lapisan halus dan sering ditemukan berlapis (interbanded) dengan material batuan


Zonasi dan mineral penciri: Timah (lead) dan sulfur yang berasal dari air laut.


Endapan Residual


Genesa: Endapan ini terbentukan dari sisa material yang tidak ikut terlarut atau lapuk akibat proses di alam. Endapan ini dapat disebut endapan sisa.


Ciri-ciri : Terdapat laterit yang mengandung akumulasi kandungan logam tertentu.


Lingkungan pembentukan : lingkungan yang beriklim tropis hangat, relief topografi rendah, sedang, kehadiran vegetasi termasuk bakteri, dan waktu yang panjang & tidak ada erosi.


Tekstur dan struktur khas :  yang jelas dull


Zonasi dan mineral penciri : Dari atas sampai bawah:


-   Laterite: tanah di permukaan


-   Saprolite zone : limonit


-   Leaching zone : daerah pencucian (zona aktif pelapukan)


-   Bed rock: batuan induk


Bijih: bauksit, nikel sulfide, limonit, hematit


Endapan Supergene Enrichment


Genesa: Endapan yang terbentuk akibat pelapukan dan pelarutan mineral ekonomis yang lalu terbawa oleh fluida dan terendapkan di lokasi lain, dan terjadi pengayaan. Dapat pula terjadi akibat mineral pengotor yang mengalami pelarutan dan pelapukan, sehingga tinggal mineral ekonomis yang tertinggal di tempat tersebut.


Ciri-ciri : Memiliki kandungan besi yang tinggi akibat oksidasi dan juga merupakan kumpulan endapan logam murni.


Lingkungan pembentukan : Lingkungan yang sama dengan residual, namun berbeda proses pembentukannya. Setelah material terlepas dari batuan induk dan melapuk, lalu mengalami proses pengayaan mineral dan menyatu pada zona enrichment. Sisanya yang merupakan gangue mineral akan terbawa sampai ke Gossan.


Tekstur dan struktur khas : -


Zonasi dan mineral penciri : Dari atas sampai bawah:


- Gossan: tanah berwarna kemerahan akibat oksidasi


- Leached zone


- Oxidized zone


- Enriched zone: bijih besi, mangan, kalkopirit, kalkosit, dan kovelit

 Primary mineralization: batuan induk/bed rock

Read More