Rabu, 01 April 2015

Menyingkap Harta Tersembunyi di Pantai Prigi , Kabupaten Trenggalek



 
Perbukitan Selatan Pulau Jawa Di Trenggalek

Dibalik indah dan menariknya Pantai Prigi, Trenggalek ternyata menyimpan potensi sumberdaya alam yang besar. Potensi ini berupa logam emas dan tembaga yang tersebar di sekitar lokasi Pantai Prigi , Trenggalek. Diantara terjalnya perbukitan dan indahnya Pantai Prigi disinilah letak potensi logam tersebut. Pada sekitar tahun 2009 hingga 2014 bahkan perusahaan Australia mengajukan ijin usaha pertambangan ke pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan kegiatan eksplorasi di sekitar Pantai Prigi. Hal ini karena potensi logam emas dan tembaga ini sangat besar dan tersebar dari ujung barat pulau jawa hingga pulau Sumbawa di Nusa Tenggara. Jalur ini disebut dengan jalur mineralisasi logam emas dan tembaga. Mulai dari Cibaliung di Banten,Pongkor di Bogor, Ciemas di Sukabumi, hingga penemuan tambang emas yang terbaru Tumpang Pitu di Banyuwangi sampai Batu Hijau dan Elang di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Potensi emas yang tersebar di Pantai Selatan inilah yang menjadi incaran perusahaan asing di Indonesia. 



 Gambar 1. Jalur mineralisasi logam emas dan tembaga sepanjang pantai selatan pulau jawa sampai nusa tenggara. 

Perusahaan yang melakukan eksplorasi di daerah Pantai Prigi ini bernama Arc Exploration. Perusahaan asal Australia ini melakukan beberapa kegiatan antara lain pengambilan sampel batuan dan melakukan pengeboran di sekitar perbukitan Pantai Prigi.Perusahaan ini memiliki 95% kepemilikan ijin eksplorasi emas di sekitar Pantai Prigi. Sedangkan sisanya dimiliki oleh perusahaan Indonesia bernama PT. Sumber Mineral Nusantara.

 

Lokasi Eksplorasi



Gambar 2. Lokasi Ijin Usaha Pertambangan yang berada di 5 kecamatan , di kabupaten Trenggalek.

Lokasi eksplorasi emas ini berada di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur tepatnya berada di delapan kecamatan di wilayah Trenggalek antara lain Kecamatan Tugu, Karangan, Pule, Dongko, Kampak, Gandusari,Munjungan, dan Watulimo. Lokasi ini di berada di Utara dari Pantai Prigi , Trenggalek. Luas ijin usaha ini sebesar kurang lebih 30.000 ha / 300 km2. Lokasi ini sekitar 180 km ke arah barat dari penemuan tambang emas tumpang pitu/ tujuh bukit , Banyuwangi.


Gambar 3. Potensi endapan logam di sepanjang pantai selatan jawa timur, Trenggalek berada sekitar 180 km dari tambang emas Tujuh Bukit, Banyuwangi (Rohrlach, 2011).

Sejarah eksplorasi emas di pantai selatan jawa ini sudah lama diketahui sejak zaman belanda hingga saat ini. Pada zaman pendududukan Jepang hingga perang dunia ke dua , beberapa tambang emas diusahakan di barat daerah eksporasi terutama perbukitan selatan di sekitar Kabupaten Pacitan. Beberapa cebakan diduga ada di pantai selatan Pacitan ini terutama tipe cebakan epitermal dan beberapa tipe deposit skarn – base metal. Sedangkan eksplorasi di daerah Pantai Prigi, Trenggalek dimulai sekitar tahun 1990-an. Beberapa perusahaan mengidentifikasi adanya potensi cebakan mineral emas tipe urat / epithermal di daerah Pantai Prigi.
        
Geologi Regional


Gambar 4. Peta Geologi Tulungagung dan daerah IUP di daerah Trenggalek (Samodra, dkk., 1992).

Secara geologi regional daerah Trenggalek berada di pegunungan selatan jawa yang dibatasi oleh endapan kuarter gunung api jawa di utara dan endapan cekungan muka busur (fore arc basin) di selatan. Pegunungan selatan ini terdiri dari endapan vulkanik berumur miosen yang telah terangkat dan tererosi. Secara umum geologi daerah ini dideskripsikan oleh Samodra dkk. (1992). Geologi daerah ini secara umum didominasi dua litologi yang saling menjari yaitu Formasi Mandalika dan Formasi Arjosari. Formasi ini terdiri dari lava andesit, vulkanik breksi, aliran breksi lahar, dan berupa batuan sedimen. Kemudian di atasnya secara stratigrafi diendapkan batuan gamping dan batuan vulkanik yang terdiri dari batupasir, tuf, batulempung dan batulanau. Tuf ini berselang – seling dengan batugamping dan sebagian terubah menjadi ubahan silifikasi di daerah seperti dalangturu, suruh, dan Jati prospek. Intrusi andesit berupa sill dan dyke memotong batuan ini.beberapa intrusi berdiameter 1-3 km dengan bentuk silinder. Beberapa intrusi ditandakan dengan bukit berketinggian 100 meter. Beberapa bagian intrusi menunjukkan struktur columnar joint. Sebagian intrusi terubahkan dengan derajat rendah, sebagian terdapat mineral ubahan kalsit, kuarsa dan urat zeolit. Diperkirakan intursi ini merupakan  batuan pembawa mineralisasi (host rock) di daerah ini. Beberapa tempat di daerah ini juga ditemukan adanya pertambangan kaolin , manifestasi dari mineral alterasi di Jati prospek. Sedangkan tiga tempat ditemukan pertambangan feldspar di sekitar intrusi rhyodacite sekitar 2 km dari Gregah prospek.

Secara umur pembentukan mineralisasi logam diperkirakan berumur dari oligosen hingga miosen. Intrusi pembawa mineral antara lain berupa intrusi andesit, diorit, dan dasit. Sedangkan batuan yang diterobos merupakan batuan vulkanik yang merupakan bagian dari Formasi Mandalika dan Formasi Arjosari. Hubungan Stratigrafi ini dapat dilihat dari penampang geologi dibawah ini (gambar 5).



Gambar 5. Penampang geologi daerah trenggalek ( Samodra, dkk., 1992)

Struktur geologi daerah didominasi dengan arah NE-SW dan NW-SE. struktur yang ditemui sebagai besar berupa struktur sesar geser kanan dengan arah NE – SW, dan struktur seser geser mengiri dengan arah NW – SE. Selain struktur sesar geser juga dijumpai sesar naik dengan arah timur – barat. Struktur sesar ini memotong batuan yang berumur tersier. Sedangkan pada endapan kuarter, sesar ini tidak nampak dan tertimbun oleh batuan di atasanya. Oleh karena itu diperkirakan umur pembentukan sesar ini berumur lebih muda dari tersier dan lebih tua dari umur kuarter.

Prospek potensi logam

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Arc Exploration ditemukan daerah yang memiliki potensi logam ini. Beberapa daerah ini dinamakan sebagai prospek yang akan lebih ditinjau lebih jauh. Prospek – prospek ini antara lain : Kojan, Dalangturu, Jati, Suruh, Timahan, Gregah dan Jombok di bagian utara. Sedangkan Jerambah, Singgahan, Sentul, dan Buloroto di bagian selatan IUP (gambar 6).

  Gambar 6. Prospek potensi logam di IUP

Prospek Sentul , Kojan , Dalangturu, Jati dan Suruh dicirikan dengan dengan urat kuarasa yang membawa logam emas. Urat ini memanjang dengan arah NE – SW dan NW - SE, searah dengan struktur utama di daerah ini. Sebagian tempat urat ini memanjang hingga beberapa kilometer seperti di Sentul prospek dan Kojan Prospek. Urat kuarsa ini ditandai dengan tekstrut banded, massive, dan breksi hidrotermal. Urat kuarsa ini tebalnya kurang dari 1 meter di bagian utara, sedangkan di bagian selatan ditemukan hingga mencapai tebal lebih dari 10 meter (gambar 7). Zona silisifikasi ditemukan di bagian timur laut IUP seperti Dalangturu, Suruh dan Gregah prospek. Silisifikasi breksi hidrotermal ditemukan menyebar di Dalangturu prospek sedangkan di bongkah batuan silica sinter ditemukan di daerah Suruh prospek.ubahan hidrotermal yang ditemukan antara lain silisifikasi, argilik, dan propilitik tersebar di semua prospek.


 Gambar 7. Pengambilan contoh batuan di sungai prospek Kojan

Beberapa prospek telah diteliti dan menghasilkan potensi emas yang cukup baik. Hasil ini antara lain berupa 9 m batuan bor di prospek sentul menghasilkan 4.5 g/t Au dan 8 g/t Ag , prospek Buloroto menghasilkan 3.2 g/t Au & 60 g/t Ag sepanjang 13,2 m dan  4.9 g/t Au & 149 g/t Ag di Prospek Kojan sepanjang 6.6 m. Selain prospek di atas yang diidentifikasi sebagai tipe high sulfida , beberapa prospek juga diteliti untuk mengetahui potensi endapan porfiri seperti di Tumpang Pitu , Banyuwangi.

Prospek Suruh

Prospek Suruh merupakan salah satu prospek yang berada di bagian utara IUP penelitian.  Prospek suruh ini ditandai dengan silika, jasperoid, dan breksi hidrotermal. Dari penelitian dilakukan uji parit sebanyak 13. Area ini seluas 400 x 200 m dan ditandai dengan silika sinter, breksi hidrotermal, dan stokcwork kuarsa. Hasil uji parit menghasilkan data berikut ini.

Hasil uji parit di atas yang menunjukkan anomaly arsenic, antimony, merkuri dan breksi yang berada di prospek ini diintrepretasikan merupakan bagian permukaan dari sistem epitermal yang telah tererosi. Sedangkan dari data pemboran di Prospek Kojan 4km dari Prospek Suruh mendapatkan 11,3 g/t Au, dan 293 g/t Ag sepanjang 1,6 m serta sepanjang 6.6 m  4.9 g/t Au dan 149 g/t Ag yang merupakan dari urat kuarsa. Maka analogi yang paling baik potensi dari Prospek Suruh ini seperti tambang emas Toka Tindung di Sulawesi Utara dengan dicirikan adanya breksi hidrotermal dan silika sinter yang berada di sekitar urat kuarsa pembawa mineral

Prospek Sumber Bening

Pada awal eksplorasi tipe mineralisasi yang diidentifikasi berupa epitermal high sulfide berupa urat dan breksi hidrotermal. Pada saat ini prospek Sumberbening dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan potensi tipe porfiri seperti di daerah Tumpang Pitu , Banyuwangi (gambar 8). Prospek ini berada di bagian barat eksplorasi. Arah struktur didominasi dengan arah N – NE. Struktur ini  memotong bentuk melingkar dengan panjang 4 km. Prospek ini ditemukan adanya vuggy quartz dengan dikelilingi alterasi lempung dan silika. Mineral alterasi ini antara lain quartz, kaolinit, dickite, pyrophyllite, alunite, illite, muscovite, dan disseminated pyrite. Sistem alterasi muncul seluas 2 km2 ditandai dengan litocap high sulfida sistem. 
 Gambar 8. Contoh tipe endapan logam emas berupa porfiri yang berkaitan dengan high sulfida

Kemungkinan tipe mineral porfiri (quartz – feldspar porfiri) berada di bawah mineralisasi high sulfida. Selain itu berdasarkan anomali geokimia tanah dan batu menemukan anomaly emas dan elemen lainnya ( Cu, Mo, dan Bismuth). Hasil unsur Au 0,14 gr/ton, Cu 227 ppm, Mo 37 ppm, dan bismuth 1410 ppm. Anomali ini berasosiasi dengan zona vuggy silica, breksi silisifikasi, dan stockwork quartz limonite yang memotong batuan intrusi andesit serta batuan sekitarnya. Alterasi penutup, anomaly geokimia dan alterasi yang berhubungan dengan intrusi mengidikasikan tipe endapan mineral seperti model di Tumpang Pitu , Banyuwangi, Jawa Timur.


 Gambar 9. Kegiatan survei IpP di Prospek Sumberbening
Untuk memastikan model ini diperlukan beberapa tindakan antra lain berupa survey ip resistivity (gambar 9)  dan pemboran awal. Hasil dari survey geofisika memperkirakan bahwa litocap alterasi berada dalam dan diduga zona berada pada perubahan mineral magnetit dengan zona alterasi potasik.

Prospek Jerambah

 Gambar 10. Hasil airbone magnetik


Prospek Jerambah berada di bagian selatan IUP daerah penelitian. Prospek ini sekitar 2 km dari Prospek Buloroto. Hasil pemboran yang dilakukan mendapatkan hasil berupa batuan sepanjang 24.5 m mengandung tembaga (Cu) 0.21% dan emas (Au) 0.51 gr/t. Hasil ini diperkirakan merupakan bagian dari sistem epithermal di prospek Buloroto. Sedangkan Prospek Jerambah diperkirakan berupa porfiri yang didapatkan dari interpretasi data survey airbone magnetic (gambar 10). Selain itu dari data geofisika terlihat ada kelurusan struktur yang berhubungan dengan zona alterasi dan berada di pusat intrusi dan berhubungan dengan intrusi stock. Berdasarkan di lapangan terlihat ada zona ektensif seluas 1.5 km x 2 km yang berkaitan dengan intrusi diorite. Hasil pencotohan di permukaan mengindikasikan berupa tipe high sulfide yang merupakan litocap dari tipe porfiri. Hasil laboratorium menghasilkan unsur Cu 562 ppm dan Mo 37 ppm. 


 Gambar 11. Hasil batuan pemboran di Propek Jerambah


Pemboran percobaan telah dilakukan di prospek ini dan menghasilkan berikut ini. Batuan hasil pemboran ini antara lain memotong batuan vulkanik, batugamping, dan beberapa batuan intrusi antara lain diorite, tonalit, dan andesit (gambar 11). Batuan breksi diperkirakan merupakan bentukan pipa seperti di sistem porfiri. Sedangkan mineral alterasi mengindikasikan bahwah temperature pembentukan sangat tinggi ditandai dengan mineral epidot, garnet, magnetit, dan biotit sekunder. Hasil assay pada pemboran menghasilkan 2 m 0.1% Cu, 0.05 g/t Au, 12 g/t Ag, 12 g/t Mo.

 Prospek Singgahan

 Gambar 12. Hasil analisa geokimia tanah


Prospek Singgahan berada sekitar 3 km kea rah timur dari Prospek Buloroto. Potensi Prospek Singgahan berdasarkan data dari anomalygeokimia dan data dari airbone magnetic. Hasil ini kemudian dilanjutkan dengan melakukan survey geokimia tanah. Hasil dari geokimia tanah menghasilkan anomaly dengan lebar 500 m dan panjang 1000m (gambar 12). anomaly ini berada di atas zona alterasi silika-lempung-pirit dan berada di intrusi diorite dan andesit. Anomali paling tinggi sebesar 20 ppb Au, 90 ppb Cu , dan 4 ppm Mo. Dari uji parit diidentifikasi anomaly ini merupakan hasil dari pelapukan batuan yang mengandung urat kuarsa dengan tipe stockwork dan mengandung mineral magnetit, calcopirit dan pirit yang merupakan tipe mineralisasi porfiri


Potensi di luar IUP

Potensi di luar daerah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki oleh PT. Sumber Mineral Nusantara sangat tinggi terutama di bagian selatan (gambar 13). Potensi ini merupakan potensi yang sangat besar karena pusat dari pembawa mineralisasi berada di daerah ini. Potensi ini sangat dekat dengan Teluk Prigi. Beberapa potensi yang dapat dilakukan penelitian potensi logam antara lain berada di Gunung Tumpaksemi, Gunung Kumbokarno, Gunung Walu, Gunung Kukusan, Gunung Tumpakrengit, Gunung Mengongampar, Gunung Jong, Gunung Tumpakrakel, Gunung Suwu, Gunung Sikambe dan Gunung Selokanjal Kabupaten Trenggalek. Daerah ini merupakan daerah yang belum diambil alih oleh perusahaan – perusahan asing. Sehingga diharapkan potensi logam emas ini dapat dikelola dan diteliti oleh para putra daerah. Perlu ikut serta pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kepada putra daerah Trenggalek untuk mengolah potensi daerah ini agar jangan hanya perusahaan asing saja yang dapat menanamkkan usaha di daerah ini. Selain itu beberapa daerah merupakan masuk wilayah hutan lindung sehingga diperlukan peraturan pemerindah daerah agar eksplorasi dan eksploitasi dari potensi mineral ini tidak merusak lingkungan dan mengakibatkan bencana di masyarakat.



 Gambar 13. Potensi lain di luar IUP PT. SMN

Perlu kehati- hatian dalam melakukan eksploitasi di sekitar teluk Prigi, karena selain sebagai daerah wisata, daerah ini merupakan tempat penangkapan hasil laut. Sehingga harta terpendam di  teluk prigi bukan hanya dapat mensejahterakan pengusaha pertambangan tetapi juga dapat dirasakan warga sekitar sebagai pemilik sesungguhnya sehingga warga Trenggalek dapat sejahtera.
Read More

Rabu, 25 Februari 2015

PT Cipta Kridatama berhasil memperoleh performa lingkungan terbaik tahun 2014 oleh mining magazine

PT. Cipta Kridatama salah satu perusahaan kontraktor tambang indonesia berhasil mendapatkan penghargaan dari mining magazine dalam kategori lingkungan. Penghargaan ini didasarkan dari performa selama tahun 2014. Keberhasilan ini karena PT Cipta Kridatama berhasil efisien  bahan bakar dalam penggunaan haul truk. Peningkatan ini didasari penggunaan simulasi truk dengan menggunakan teknologi immersive. Perbandingan sebelum dan setelah penggunaan teknologi ini terlihat dari berkurangnya bahan bakar sebesar 5.8%/bulan dari anggaran yang disediakan sebelumnya. Selain mengurangi bahan bakar performa kerja setelah menggunakan teknologi ini meninggkat sebesar 6.3% dibandingkan sebelumnya. PT. Cipta Kridatama memperkirakan efisiensi ini akan akan dapat menyimpan dana operasi sebesar 5-6 milliar setahun. Semoga penghargaan ini dapat memicu para perusahaan tambang agar dapat berinovasi dalam kegiatan pertambangan ke depanya.

Sumber : mining magazine edisi januari - februari 2015


Read More

Senin, 09 Februari 2015

Cara Membuat Peta Topografi Dari Citra Satelit (SRTM)



Cara Membuat Peta Topografi Dari Citra Satelit

Seringkali pada saat melakukan pemetaan kita sangat membutuhkan peda dasar suatu daerah yang dikunjungi sayangnya beberapa daerah yang sangat terpencil dan sulit dijangkau belum ada peta dasar yang memadai. Oleh karena itu , peta topografi dapat dibuat dengan cara mengambil data ketinggian dari citra satelit.

Salah satu data yang mudah didapat yaitu SRTM (Shuttle Radar Topographic Missions) dengan spasi 90 meter. Data skala 90 meter ini digunakan karena selain mudah didapat data ini juga gratis melaui website usgs.gov.

Cara membuat peta topografi ini didahuli dengan mendownload peta srtm yang akan dipakai sebagai bahan dasar pembuatan prta topografi.

Contoh : peta yang dipakai yaitu  citra SRTM  S09E111




Buka citra srtm tersebut dengan mengunakan aplikasi global mapper.




Kemudian setelah dibuka dengan aplikasi global mapper , cek proyeksi yang digunakan sesuaikan dengan kondisi yang diinginkan.

Contoh pembuatan peta menggunakan proyeksi longitude/latitude dengan datum WGS 84.

Pilih  -->  Tools -->  Configure


Setelah itu pilih projection, pilih proyeksi dengan geographic (Latitude/ Longitude)


Kemudian pilih datum WGS 84 kemudian pilih apply dan Ok.


Kemudian karena koordinat yang dipakai merupkana geographic maka dalam pembuatan peta skala yang digunakan sebesar 30 detik derajat. Hal ini karena spasi jarak 30 detik derajat hampir sepanjang 1000 m tepatnya 927 m. Ini untuk memudahkan dalam pemetaan.


Pilih Lat/ Lon Grid --> custom --> pilih 0’00”30.000”’ 


Tampilan peta setelah diberi garis koordinat.



Cek daerah yang mau dibuat peta kontur kemudian pilih file --> generate contour untuk membuat kontur dari daerah yang mau dibuat.

Tampilan menu dalam pembuatan kontur


Setelah itu isi deskripsi dengan nama, pilih interval yang akan dipakai , standar dalam suatu pemetaan skala interval yang digunakan sebesar 10 / 12.5 m. Untuk pemetaan yang lebih besar digunakan 25 m. kemudian isi kontur minimal sebesar 0 m dan tertinggi tidak usah dirubah.

Kemudian pilih menu simplication. Pada menu ini digunakan unutk memilih sebesar apa kehalusan kontur yang akan dibuat. Semakin less simplication maka kontur yang dibuat akan semakin halus dan menghasilkan data yang besar sedangkan more simplication akan membuat data kecil tetapi kontur yang dihsilkan sangat tajam dan runcing.

Setelah itu pilih menu contour Bounds pilih Lat/Lon (Degrees) kemudian isi koordinat yang akan dibuat kontur. Pada contoh ini koordinat yang dibuat dari S 8’ 14 – 8’ 20 kemudian N 111 40 – 111 46. Kemudian pilih Ok

Tampilan hasil kontur yang dibuat.


Kemudian pilih tools --> control center matikan data citra satelit. Karena data ini akan di export ke aplikasi pengolah data seperti autocad atau arc gis.



Tampilan data setelah dihilangkan citra satelit


Setelah itu pilih file -> export vector format


Kemudian pilih format yang akan digunakan. Pada saat ini format yang digunakan yaitu dxf karena data ini diolah dengan software autocad.


Kemudian setelah memilih format yang dipakai pilih ok dan simpan file tersebut.

Data kontur disimpan dalam format dxf. Kemudian buka data tersebut dengan software yang dipakai.

Ini merupakan hasil data kontur yang dibuka menggunakan software autocad. Cukup sekian tutorial ini disampaikan jika ada kesulitan silakan gunakan tombol F1 anda.
Read More

Selasa, 13 Januari 2015

Melihat Banjir Sitiarjo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Dari Sisi Geologi

Banjir akibat meluapnya Sungai Penguluran Sitiarjo
Seiring dengan datangnya musim hujan, bencana kembali melanda daerah Malang Selatan. Kali ini banjir melanda Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan , Kabupaten Malang. Banjir ini diakibatkan oleh meluapnya aliran Sungai Penguluran yang membelah desa ini. Banjir Sungai Penguluran ini mengulang kejadian banjir bandang yang terjadi di tahun 2013. Banjir dari meluapnya Sungai Penguluran ini mengindikasikan terjadi kerusakan di daerah hulu Sungai Penguluran. Bencana kali ini memutus jalan menuju Desa Sitiarjo dan membuat belasan rumah terendam banjir.


Lokasi Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang
Lokasi Desa Sitiarjo

Secara lokasi Desa Sitiarjo terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Bagian barat berbatasan dengan Desa Sidodadi, bagian utara Desa Sumber Agung, Sedangkan bagian timur berbatasan dengan Desa Tambakrejo dan Desa Kedung Banteng. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Indonesia.



Geomorfologi Desa Sitiarjo 
 
Desa Sitiarjo sendiri terletak di lembah aliran Sungai Penguluran yang membelah Desa Sitiarjo. Lembah dari Sungai Penguluran dimanfaatkan penduduk sebagai lahan pertanian persawahan. Lembah ini sangat subur karena merupakan hasil dari pengendapan material lumpur yang dibawa oleh Sungai Penguluran. Sedangkan bagian timur dan Barat Desa Sitiarjo merupakan perbukitan breksi vulkanik dan juga merupakan bukit karst dari umur miosen. Sehingga daerah Sitiarjo sendiri merupakan lembah yang kemudian dikelilingi oleh perbukitan berumur Miosen. Hal ini menjadikan Desa Sitiarjo menjadi daerah yang rawan banjir bandang akibatnya meluapnya Sungai Penguluran.

Penampang Desa Sitiarjo yang berada di lembah aliran Sungai Penguluran

Sungai Penguluran sendiri merupakan sungai yang berumur dewasa dengan ditunjukkan oleh aliran sungai yang berkelok – kelok membentuk meandering sistem. Sedangkan pada hulu sungai Pengulururan berupa sungai yang tajam dan bergradien tinggi, Hal ini menyebabkan saat terjadi hujan di puncak bukit. Air langsung bergerak turun ke arah hilir Sungai Penguluran. Desa Sitiarjo yang merupakan daerah tempat bertemunya cabang dari sungai penguluran sangat berpotensi terjadi banjir. Sedangkan pada daerah hilir sungai yang bermeander mengakibatkan aliran air di Sungai Penguluran relatif lambat turun, sehingga mengakibatkan air tertahan. Daerah Desa Sitiarjo terletak di daerah sungai yang berkelok – kelok dan merupakan daerah endapan aluvial sungai Penguluran

Daerah Aliran Sungai (DAS) Penguluran

Daerah Aliran Sungai (DAS) Penguluran
Daerah aliran Sungai Pengulurun terdiri dari berbagai anak sungai yang bermuara ke Sungai Penguluran. Anak anak sungai ini antara lain Kali Kedungbiru, Kali Kelaka, Kali Bangbang, Kali Bulubranjang, Kali Talangsari, Kali Kampungbaru, Kali Klepu dam Kali Ringinkembar. Anak – anak sungai inilah yang memberikan aliran air ke Sungai Penguluran. Pertemuan terbesar terjadi pada anak sungai Kelaka dan sungai Penguluran terdpat di Desa sitiarjo sehingga sebagian besar air berasal dari Anak Sungai Kelaka dan sungi Penguluran.jnnn
Daerah aliran Sungai Sungai Penguluran memiliki luas sekitar 163 km2dengan cakupan hampir semua daerah Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebagai daerah aliran sungainya. Hulu dari daerah aliran sungai berada di bagian utara berupa perbukitan vulkanik berumur tersier. Sifat batuan yang resiten menjadikan aliran sungai pada bagian hilir membentuk tipe aliran dendritik.

Gradien Sungai Penguluran

Gradien Sungai Penguluran sangat terjal pada baian hulu dan melandai pada bagian hilir.. Hal ini mengindikasikan bahwa bagian hulu dari sungai Penguluran terdiri dari batuan yang resisten dan sering terjadi erosi. Sedangkan bagian hilir menjadi tempat pengendapan. Bentuk dari gradient ini dapat mengindikasikan bahwa bagian hilir batuan pembentuknya lunak.

Gradien  Sungai Penguluran yang terjal di bagian Hilir dan landai di bagian Hulu.

Geologi Desa Sitiarjo

Secara Geologi Daerah Desa Sitiarjo terdiri dari Endapan Aluvial berumur kuarter (Qas). Endapan alluvial ini merupakan hasil dari endapan sungai penguluran yang melewati daerah sitiarjo. Hasil pengendapan ini sangat subur dan menjadikan daerah Sitiarjo digunakan sebagai daerah pertanian. Sedangkan pada bagian Barat dan Timur Desa Sitiarjo dikelilingi oleh perbukitan gamping berumur Miosen Formasi Wonosari ( Tnwl). Pada bagian utara berupa endapan vulkanik berumur oligosen Formasi Mandalika (Tomm). Struktur pembentuk daerah sitiarjo berupa sesar mendatar turun yang mengakibatkan terbnetuknya Sungai Penguluran. Sesar mendatar ini dapat dilihat dari kelurusan sungai Penguluran sampai Anak Sungai Kelaka. Sesar ini diperkirakan terbentuk pada umur Pliosen – Plistosen saat terjadi teknonik pengangkatan di seluruh Pulau Jawa. Selain itu terbentuk struktur berupa lipatan pada bagian utara desa Sitiarjo. Geologi pembentuk ini menjadikan Desa Sitiarjo yang merupakan daerah hasil endapan Sungai Penguluran sangat rawan terjadi banjir yang diakibatkan oleh Sungai Penguluran. Selain itu Desa Sitiarjo dikelilingi oleh perbukitan berumur Tersier yang terangkat yang sangat terjal sehingga aliran air sangat cepat menuju Sungai Penguluran. 
 

3 Dimensi Desa Sitiarjo dan Geologi pembentuknya.

Oleh karena itu perhatian lebih harus diupayakan pada bagain hulu sungai penguluran agar tidak terjadi kerusakan lingkungan. Selain itu daerah Desa Sitiarjo yang merupakan daerah endapan Sungai Penguluran sebaiknya tidak mengunakan Daerah Aliran Sungai Penguluran sebagai hunian , sekolah, dan perkantoran. Daerah aliran sungai ini diharapkan hanya digunakan sebagi pertanian dan daerah konservasi air.

Referensi
Bakosurtanal,1999, Peta Rupabumi Digital Indonesia 1:25000 Lembar 1607-412 Sitiarjo , Bakosurtanal : Bogor.
Bakosurtanal,2001, Peta Rupabumi Digital Indonesia 1:25000 Lembar 1607-414 Sitiarjo , Bakosurtanal : Bogor.
Sujanto dkk., 1992. Peta Geologi lembar Turen. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi : Bandung

USGS, Shuttle Radar Topographic Mission S08E113


 
Read More

Jumat, 09 Januari 2015

Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Di Kutub Utara (Artik)

Kawasan ekplorasi di Kutub Utara
Kutub utara daerah paling ujung dari planet kita bumi saat ini menjadi incaran berbagai perusahaan minyak dan gas bumi dunia. Negara di dekat kutub utara seperti Rusian, Norwegia, Canadan , dan Amerika (Alaska) sangat aktif dalam kegiatan ekslplorasi minyak dan gas di daerah tersebut. Berdasarkan data seismik di sekitar daerah kutub utara diperkirakan memiliki pontensi sebesar 20% dari minyak dan gas yang belum ditemukan. Meskipun begitu daerah ini belum disentuh eksplorasi karena berada di daerah yang terpencil, suhu yang ekstrem dan komplesk dan besarnya risiko operasi ekslporasi hidrokarbon di daerah ini. Selain itu eksplorasi di daerah ini mendapat tantangan dengan advokat yang menganggap bahwa perubahan di daerah artik akan sangat menggangu dan merusak keseimbangan kingkungan di artik. Seperti diketahui artik merupakan lautan yang membeku akibat suhu yang dingin. Sehingga perubahan lingkungan di artik dikuatirkan akan mengakibatkan perubahan lingkungan.

Daerah Artik sendiri sejak tahun 1920 telah di eksplorasi dan menghasilkan penemuan di Alaska, kanada, dan norwegia. Walaupun daerah artik telah terjadi penurunan produksi minyak dan gas , penolakan lingkungan dan sulitnya ekslporasi tetapi daerah ini tetap sangat menarik sebagai tempat eksplorasi minyak dan gas. Saat ini Norwegia sangat aktif dalam meneliti dan mengeksplorasi daerah ini. 


Beberapa projek yang dikembangkan di daerah artik antara lain :

Rusia

Kawasan Laut Kara Rusia

Kawasan Kutub Utara (Artik) di Rusia diperkirakan mencapai 100 milyar barrel minyak. Beberapa aktivitas eksplorasi antara lain berada di Laut Kara kerjasama antara Rosneft dan Exxon Mobil. Beberapa seismik telah dilakukan di Laut Kara dan berdasarkan perhitungan cadangan sekitar 87 millyar barrel minyak dan potensi lebih dari minyak di Saudi Arabia. Sayangnya akibat konflik Ukraina , Rusia mendapatkan sanksi dari Negara Amerika dan sekutunya sehingga kerja sama ini tertunda akibat sanksi ini. Selain di Laut Kara Rusia melalui perusaan Gazprom telah sukses dalam ekslporasi dan pengembangan lapangan laut lepas di daerah Artik. Berada di Laut Pechora telah dapat diproduksi minyak dan gas pertama rusai dari kawasan Artik ini. Produksi minyak dari lapangan ini dimulai sejak 2011 dan banyak yang memprotes eksploitasi di daerah ini terutama dari Kapal Greenpeace yang mebuat menjadi berita utama di tahun 2012. Selain itu lapangan Shtokman dengan cadangan sumberdaya sebesar 134 Tcf gas telah ditemukan pada tahun 1988, tetapi belum dikembangkan. Lapangan ini berada sekitar 340 mil dari daratan dan berada di Laut Barents. Gazzprom memperkirakan lapangan ini akan diproduksi pada tahun 2019 seiring dengan pembangunan pipa gas dari Laut Barents ke daerah Baltik.

Amerika
 
Penolakan eksplorasi di kawasan artik oleh greenpeace
Sejak 2012 Shell telah menghabiskan kira – kira 6 milyar dollar untuk eksplorasi di Laut Beaufort dan Laut Chukchi . Shell telah menyelesaikan pemboran di dua sumur pada tahun 2012 di Beaufort dan Chukchi, membuat kembali industry minyak dan gas ke laut Alaska sejak satu dekade yang lalu. Pada bulan Juli 2014 shell mengajukan untuk melakukan pemboran di dua sumur di laut Chuckchi. Pengajuan ijin ini saat ini masih di review oleh pemerintah Federal Alaska. Di lain pihak pendukung lingkungan melakukan protes dalam pengembangan lapangan ini.

Nowegia
 
Laut barents Norwegia potensi penemuan hidrokarbon

Laut Barent Norwegia dimana perusahaan Statoil telah membora lebih dari 100 sumur eksplorasi sejak tahun 1980, menjadikan daerah ini sebagai daerah yang baik untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Daerah ini sangat mungkin dilakukan eksplorasi karena adanya aliran hangat dari aliran sungai dan jarang berubah menjadi lautan es. Pada tahun 2014 Statoil ni kurang mendapatkan hasil yang baik dalam eksplorasi. Tiga daerah di utara Wisting Central , Apollo dan atlantis menghasilkan sumur yang kering, sedangkan Mercury hanya menghasilkan sedikit penemuan gas. Walaupun begitu dengan masih banyaknya daerah yang belum dieksplorasi di Laut Barents dan sedikitnya sumur yang telah dibor di bagian utara menjadikan daerah ini menjadi tantangan bagi Statoil.

Referensi
World Oil Magazine , Month December 2014
Read More

Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau

Kondisi Penambangan saat ini (sumber)
Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penambangan selalu dituding sebagai salah satu pembuat kerusakan alam. Salah satu yang sering kali menganjalan adalah masalah kehutnan dan sumber air baku. Penambangan sering mengunakan lahan hutan sebagai tempat penambangan seperti di pulau Kalimantan dan Sulawesi. Masalah ini sering kali terjadi pada penambangan terbuka, yang merubah hutan dan organisme yang hidup di lingkungan tersebut.

Di masa depan operasi penambangan diharapkan berubah menjadi lebih hijau dengan menggunakan teknologi dan energi yang lebih ramah lingkungan. Salah satu inovasi di dunia pertambangan yaitu menggunakan biomining sebagai salah satu metode penamabangan. Sehingga di masa depan operasi pertambangan akan lebih aman berkurang dan lebih berkelanjutan.

Robot Serangga diharapkan menjadi penganti truk dan buldozer di masa depan (sumber)

Bio mining sendiri merupakan penggunaan organisme untuk bidang penambangan. Diharapkan di masa depan Mikroorganisme berupa bakteri bisa membantu dalam merubah bijih mineral menjadi unsur unsur yang terpisah, selain itu bakteri ini dapat melarutkan material yang dibutuhkan sehingga mengurangi mineral penggangu (gauge mineral) yang kurang dibutuhkan. Selain menggunakan bakteri , bio mining diharapkan juga dapat menggantikan mesin dan transportasi yang digunakan dalam operasi pertambangan. Seperti perubahan truk dan bom menjadi mesin / robot yang mempunyai intelegensi buatan (artificial intelligence). Sehingga diharapkan mesin ini menyerupai organisme serangga seperti semut yang dapat memotong, memilih, dan mengangkut material bijih yang dibutuhkan. Sehingga dapat mengambil mineral pada tubuh bijih yang kompleks seberapun ukurannya. Selain itu seperti semut aslinya, mesin ini diharapkan dapat berkoordinasi dengan mesin lainnya. Selain penggunaan mesin bio mining juga sangat berperan dalam penghematan ekosistem berupa penggunaan energy , air , dan penggunaan kembali material yang dipakai.

Untuk menjadikan biomining sukses dibutuhkan penelitian dan pengembangan di berbagai bidang antara lain :

Nano Robotik 
 
Penggunaan nao robotik dalam bidang kesehatan (sumber)
Pengembangan nono robotic diharapkan berperan dalam bidang pertambangan. Saat ini pengembangan nano robotic yang sukses di bidang kesehatan yang berguna sebagai pengantar obat di aliran darah tubuh manusia. Diharapkan ke depan nano robotic juga dapat digunakan sebagai pembuat terowongan menuju tubuh bijih mineral.

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Penggunaan kecerdasan buatan sangat dibutuhkan untuk menggunakan robot yang dapat berkerja sama seperti kelompok pekerja.Memecahkan masalah yang kompleks dan dapat belajar dan beradaptassi langsung di lingkungan. 
 
Material dan Metalurgi

Di bidang material dan metalurgi dibutukan untuk menciptakan bahan bahan yang kuat dan ringan, memiliki sensor, pelumas, dapat mengurangi gesekan, dan dibutuhkan material yang dapat menyesuaikan dengan lingkungan dan suhu. Pengembangan bahan material ini sangat dibuthkan untuk menciptakan robot atau mesin yang dapatmudah bergerak dan berupah sesuai dengan kondisi si penambangan.

Biologi dan Mikrobiologi

Pengunaan bakteri mikroorganisme dibutuhkan untuk melarutkan, memilah dan mengumpulkan material bijih. Dibutuhkan rekayasa genetik terhadap organism sehingga dapat digunakan dalam dunia pertambangan. Penggunaan bakteri dan mikroorganisme ini dapat menggantikan bahan kimia yang sering digunakan dalam oenambangan saat ini. Sehingga ke depannya rekaya biologi dapat diharapkan mengganti dan merupah penambangan saat ini yang sering merusak, mencemari, dan menggangu lingkungan hidup.

Referensi
Mining Magazine , Month December 2014
Read More

Selasa, 02 Desember 2014

Awas Bahaya Bencana di Kabupaten Malang

Bencana Lonsor di daerah Pujon (sumber).
Kabupaten Malang memiliki banyak area rawan bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor pada musim penghujan kali ini. Mengantisipasi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, menyiagakan Komunikasi Mobile (Komob) dan Modular Office untuk memantau daerah rawan bencana alam.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, terdapat dua unit Komob dan satu unit Modullar Office yang telah bersiaga di Kantor BPBD Kabupaten Malang. “Keberadaan dua fasilitas ini sangat membantu kami dalam hal penanganan bencana alam, utamanya yang berada di daerah pelosok,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.

Dia menjelaskan, Komob dan Modular Office merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk dua unit mobil Komob, dikatakannya, berfungsi membangun komunikasi di daerah yang mengalami putusnya komunikasi secara total, akibat terjadinya bencana alam.


“Contohnya seperti terjadinya bencana alam berupa tanah longsor di Ngantang, yang membuat komunikasi lumpuh total. Maka Komob akan diterjunkan ke daerah tersebut, untuk membangun komunikasi. Sehingga, kami bisa melakukan pantauan dan update perkembangan kondisi secara langsung di daerah bencana itu,” paparnya.

Dia mengatakan, satu unit Komob berisi fasilitas radio, jaringan internet dan satelit. Sedangkan Komob bisa menempuh berbagai medan, termasuk medan berat sekalipun. Karena mobil Komob memiliki band besar dan cerobong air untuk melewati daerah bencana longsor maupun daerah yang tergenang oleh air.

“Sedangkan untuk Modular Office, berfungsi untuk memantau daerah bencana alam. Karena fasilitas tersebut seperti Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) milik TNI,” kata dia. Masih kata Lutfi, Modular Office tahan guncangan maupun gempa. Sehingga keberadaanya sangat cocok ketika menangani bencana alam di suatu daerah.

Di dalam Modular Office itu terdapat beberapa fasilitas, di antaranya jaringan internet, LCD, komputer dan ruangan rapat. Sehingga menurutnya, penanganan bencana bisa terkonsentrasi di tempat tersebut. Selain itu juga memudahkan pemantauan.

Di musim hujan ini, dia menyatakan belum terdapat kejadian yang mencolok, hanya angin puting beliung di beberapa wilayah. Itupun tidak menyebabkan kerugian sangat besar dan juga tidak ada korban jiwa. “Yang kami waspadai saat ini adalah terjadinya bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang di Pujon, Ngantang dan Kasembon. Karena material erupsi Gunung Kelud beberapa waktu lalu, kami prediksi belum seluruhnya dimuntahkan. Untuk itu, kami tetap melakukan pantauan dan siap siaga penuh,” paparnya.

Banjir bandang di desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing WetanMalang (sumber)
Selain itu, BPBD Kabupaten Malang melakukan pemantauan daerah bencana lain yang sesuai pemetaan dan potensi. Salah satunya yakni potensi banjir bandang di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan. “Pada musim penghujan kali ini, kami bersiaga penuh dengan melakukan monitoring di lapangan,” pungkasnya. (sumber)
Read More