Jumat, 05 Juli 2013

Shale Gas Sebagai Energi Murah Masa Depan

Saat ini dunia semakin membutuhkan energi sebagai penggerak kehidupan.   Saat ini hampir semua kegitan manusia memerlukan energi sebagai penggerak. Sebagian besar saat ini energi yang digunakan berasal dari conventional energy. Conventional energy ini berasal dari energi fosil Minyak , Gas dan Batubara. Sebagian besar minyak dan gas tersimpan di dalam batuan yang dinakaman reservoir. reservoir ini biasanya berupa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang besar salah satu contohnya yaitu batupasir dan batugamping. Seiring dengan berkurangnya penemuan minyak dan gas di batuan reservoir, ilmuan mencari alternatif lainya salah satunya yaitu shale gas. 


Shale gas ini tersimpan pada batuan lempung (shale) sehingga permeabilitas batuan sangat kecil sehingga gas tidak dapat bergerak / berpindah ke batuan reservoir. Cara pengambilan shale gas ini berbeda dengan minyak dan gas pada umumnya. Pada umumnya minyak diambil / di bor secara vertikal sedangkan shale gas dibor secara horizontal mengikuti perlapisan batuan pembawa shale gas.


Skema pemboran pada shale gas (sumber)
Setelah dilakukan pemboran batuan , kemudian dilakukan fracturing (pembuatan rekahan) pada lapisan batuan tersebut untuk membebaskan gas yang terperangkap. kemudian gas yang telah bebas dialirkan ke
tempat penampungan. Shale gas ini telah dikembangkan di amerika , pada tahun 2010 shale gas ini telah menyumbangkan 20 % dari Natural gas yang dipakai. Diperkirakan pada tahun 2035 , Shale gas akan menyumbang 45% gas alam yang dipakai di amerika.

Salah satu kekhawatiran  masalah lingkungan hidup yang dihadapi shale gas yaitu pencemaran akifer tanah akibat dari proses fracturing pada pengambilan gas.
Referensi : 
http://en.wikipedia.org/wiki/Shale_gas
http://www.inspirasi-insinyur.com/2013/06/shale-gas-energi-baru-masalah-baru
http://www.bbc.co.uk/news/uk-politics-21925109


EmoticonEmoticon